SaatOmer sedang mempersiapkan dirinya untuk pergi berangkat makan malam Bahar
datang ke kantor Omer.
Bahar
: Kau memanggilku untuk memintai aku keterangan, dan kau juga memintaku membawa
banyak berkas.
Omer
: Kami menunggumu untuk datang besok
Bahar
: Aku pikir aku bisa datang sekarang, daripada sepanjang malam aku harus
stress. Aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu, dan sekarang tentang
Elif. Al]ku rasa kalian berdua harus diingatkan.
Omer
: Aku tidak mengerti ini tentang apa
Bahar
: Katakan saja ini tentang perbedaan status sosial kalian. Kita harus salung
melindungi satu sama lain bukan.
Omer
: Aku tidak suka dengan orang yang berbicara dengan tidak jelas, katakana saja
dengan jelas apa maksudmu.
Bahar
: AKu hanya ingin mengatakan kalaukau harus berhati2.
Omer
: Benarkah? Kita tidak saling mengenal, kenapa aku harus menerima saran darimu.
Bahar
: Tentu saja, tetapi..Aku sangat mengenal Elif dengan baik. Dia tidak harus
bekerja keras untuk apapun yang dia inginkan dalam hidupnya. Dia mendapatkan
apa yang dia inginkan. Dan saat dia meminta sesuatu, ayahnya akan
memberikannya. Oleh karena itu, sangat mungkin sekali dia melihatmu sebagai
sesuatu yang dia miliki.
Omer
: Bagaimana kau bisa mengatakan hal yang seperti itu tentang temanmu?
Bahar
: Selain itu, elif juga melihat sesuatu dari perspektif yang lain. Sedangkan
kita berdua, melihat sesuatu dari perspektif yang sama. Mungkin kau belum
menyadarinya. Aku sama sepertimu, tetapi Elif berbeda dari kita. Aku telah
mengenal dia selama 20 tahun, dan kau baru mengenal dia selama beberapa minggu
ini, jadi kau harus mempercayaiku.
Omer
: Benarkah? Apa itu?
Bahar
: Aku karyawannya, aku telah mencoba melakukannya hamper seumur hidupku.
Walaupun aku dan Elif berteman, kita tidak pernah sama, dank au tidak bisa menjadi
seperti Elif maupun keluarganya. Aku selalu mencoba menjadi seperti dirinya.
Tetapi aku tidak pernah berhasil, kareena terkadang momen seperti itu selalu
datang, momen disaat mereka mengingatkan darimana kuberasal. Mereka adalah bos,
dan kita hanyalah bawahan mereka. Aku mengatakan ini kepadamu karena kau
berasal dari dua dunia yang berbeda. Aku tidak ingin kau terlibat kedalam
sesuatu yang nantinya hanya akan membuatmu kecewa. Mungkin malam ini kau akan
pergi kencan, dan itu berarti kau akan pergi ke sebuah tempat dimana kau akan
membayar tagihan pembayaran yang sangat besar. Tetapi Elif tidak akan
membiarkanmu merasa tidak enak, jangan khawatir. Dia akan mengurus hal itu.
Jangan terlambat.
Omer
: Dengarlah tidak ada yang kau perlu kau khawatirkan tentang diriku. Aku tidak
akan menempatkan diriku pada posisi dimana aku tidak mampu membayar sesuatu
yang ku tidak mampu. Dan aku juga bukanlah alat yang bisa digunakan oleh orang2
sepertimu. Kau akan datang lagi besok untuk memberi keterangan. Jangan terlalu
sering muncul di depan mataku, itu tidak akan baik bagimu.
Bahar
: Oke
Omer
: Kau tidak memiliki perasaan untuk menjadi seorang teman.
Bahar
: Kau tau dengan baik.
Kemudian
Omer menghampiri Arda yang akan mengantarkan Omer ke restoran tempat mereka
akan makan malam, tetapi Arda melihat suasa hati Omer menjadi berubah setelah
berbicara dengan Bahar, tetapi Arda meyakinkan Omer untuk tetap berangkat.
Akhirnya
mereka sampai di depan restoran tempat Elif dan Omer akan makam malam, tetapi
Omer merasa berat untuk pergi setelah mendengar kata2 yang diucapkan Bahar.
Arda mencob untuk mendorongnya masuk, apalagi di seberang jalan sudah terlihat
Elif yang baru saja tiba di restoran tersebut. Lalu Omer pun masuk ke dalam
restoran. Ketika Omer menanyakan tentang tempat yang tlah dia reservasi kepada
karyawan restoran, pelayan tersebut menjelaskan bahwa status Omer disini adalah
tamu dari Nona Elif, karena menurut petugas restoran tersebut Elif telah
menelepon dan menginformasikan kepada mereka tentang hal itu.
Mendengar
hal tersebut Omer tidak jadi masuk ke dalam restoran dan kembali lagi ke mobil
Arda. Melihat hal tersebut Arda menjadi bingung dan dia bertanya kepada Omer,
kenapa dia tidak jadi masuk dan Omer menjelaskan kalau Elif telah menelepon ke
restoran tersebut dan merubah pesanan di restoran tersebut. Omer merasa kalau
hal itu merendahkan dirinya dan menurut Omer Elif melakukan hal itu karena Elif
tahu kalau dia tidak akan bisa masuk ke restoran itu tanpa dirinya. Arda
mengatakan kepada Omer agar dia jangan terlalu cepat marah. Omer mulai
terpengaruh dengan kata2 Bahar mengenai perbedaan status sosial, Arda pun
mengingatkan pada Omer kalau meninggalkan Elif tanpa pemberitahuan merupakan
tindakan yang tidak sopan. Dan lalu Omer mengajak Arda untuk pergi dari tempat
itu. Dan Sementara itu Elif tetap menunggu kedatangan Omer di dalam restoran.
Setelah
meninggalkan tempat itu Omer pergi menemani Arda untuk makan
Arda
: Kalau kau menjadi murung seperti ini, untuk apa kau menemaniku.
Omer
: Baiklah kawan, kalau aku menghancurkan kedamaianmu aku akan pergi.
Arda
: Allah.. Allah.. Ya Ampun, kau mudah sekali marah. Katakana pa yang kau
rasakan, maka aku bisa mengerti kawan.
Omer
: Aku sangat kesal dengan situasi ini.
Arda
: Ini seperti badanmu ada disini, tetapi pikiranmu ada disuatu tempat.
Aku
rasa kau sedang memikirkan Elif. Terima saja kenyataannya kawan.
Kau
telah melakukan sesuatu yang bodoh, dan sekarang kau menjadi marah. Kau
menyukai Elif dan Elif menyukaimu. Apa itu “Kita berasal dari dunia yang
berbeda” tingkah laku seperti itu hanya ada di serial2 Turki kuno. Selain itu
apakah Elif pernah membuat masalah, bahkan hanya dalam waktu satu detik?
Omer
: Kenapa kau mempermasalahkan hal itu?
Arda
: Kawan, berapa banyak orang di dunia ini yang akan dengan senang hati bertukar
tempat denganmu saat ini?. Gadis itu merasakan sesuatu kepadamu. Kau tahu
betapa bersyukurnya kau akan hal itu. Ketika Pelin tersenyum kepadaku, aku
merasa sedang berjalan diatas awan selama 2 hari. GAdis itu dengan berani
mengatakan kalau dia menintaimu. Apa lagi yang ingin kau inginkan lebih dari
itu?. Ibuku selalu mengatakan “ Kepala tanpa pikiran yang sehat sama seperti
batu”. Paling tidak makanlah sedikit dan itu akan membantumu. Nikmatilah, aku
memesan untuk kita berdua.
Keesokan
harinya Omer dkk, menangkap Taner, kakak ipar Elif, mendengar hal tersebut Elif
langsung pergi ke kantor polisi untuk melihat keadaan Taner, sampai di kantor
polisi Elif juga bertemu dengan Pinar. Elif menghampiri Omer dan Elif
menanyakan kenapa Omer selalu menangkap anggota keluarganya, mereka terus
berdebat dan Omer mengatakan, kenapa kau sangat marah sekali, apa ini karena
aku tidak datang makan malam? Tetapi belum sempat Elif menjawab Bahar dan
Levent datang. Kemudian Omer pergi menginterogasi Taner dan Taner bersumpah
kalau dia tidak melakukan pembunuhan. Lalu Omer keluar menuju kantornya dan
Elif menanyakan apakah Taner sudah bisa pulang, Omer menjelaskan kalau saat ini
Taner belum bisa pulang karena belum ada keputusan tentang dirinya, dan juga
penyelidikan masih berlanjut. Mendengar hal itu Elif mengancam Omer, kalau dia
tidak akan membiarkan hal buruk ini merusak reputasi keluarga Elif di media.
Levent mengajak pergi Elif, dan sebelum pergi Bahar mengatakan kalau dia akan
menjadi perwakilan dari keluarga Elif, melihat Elif pergi dengan Levent Omer
pun mulai cemburu. Arda mengatakan kepada Omer bahwa apa yang telah dia
lepaskan merupakan sebuah harta karun bagi orang lain *maksudnya
Elif*.Mendengar hal itu Omer malah menjadi marah.
Omer,
Pelin dan Arda pergi ke kantor Elif lagi untuk memeriksa mobil Taner. Petugas
di kantor Elif mengatakan kalau dia baru bisa memberikan kunci mobil dan juga
akses kepada mereka setelah mendapatkan perintah dari atasannya *Elif*, lalu
tiba2 Elif datang, Arda menjelaskan kalau mereka membawa surat penggeledahan.
Omer mengatakan kepada Elif kalau mereka ingin memeriksa apakah ada senjata
atau bercak darah yg tersisa, Elif mengabaikan Omer dan menganggap seolah2 Omer
tidak ada. Elif lebih banyak berbicara kepada Pelin dan Arda. Elif kemudian
pergi meninggalkan mereka bertiga, tetapi Omer mengejar Elif
Omer
: Elif..Elif ayo kita berbicara. Kau bertingkah seperti anak kecil.
Elif:
Aku?
Omer
: Baiklah, aku tidak datang ke acara makan malam itu, aku minta maaf. Aku akan
mengatakan kepadamu kenapa aku tidak datang, suatu saat nanti…
Elif
: Omer apakah kau sadar, kata2mu dan tindakanmu tidak ada yang sesuai.
Omer
: Apa, Apa maksudmu? Aku bertindak sesuai dengan apa yang ku katakan.
Elif
: Baiklah, terserah saja apa yang kau katakan.
Omer
: Elif, hal ini seharusnya tidak perlu terjadi, kita adalah teman tidak peduli
apa yang terjadi (ohh maiigott omerrr)
Elif
: Omer..Omer kita bukanlah teman, jangan menipu dirimu lagi dan juga jangan
menipu diriku lagi.
Elif
pun masuk ke kantornya, dan Arda menghampiri Omer
Arda
: Sepertinya masalahmu semakin buruk.
Omer
: Kawan ini bukanlah waktu yang tepat untukmu bercanda. Diamlah.
Arda
: Kawan apakah kau tahu, ketika semalam kau tidak datang menemui Elif, maka kau
akan kehilangan dia. Kau telah membuat pilihan dan kau meninggalkan Elif. Jadi
sekarang kau harus menanggungnya kawan. Gadis itu mengatakan dengan jelas apa
yang dia inginkan. Dia kehilangan kesabarannya kawan. Karena kau tidak ingin
mencadi kekasih dari gadis ini, maka tinggalkanlah gadis ini kawan.
Omer
: Ini bukan berarti kalau aku tidak menginginkannya kawan, kita hanya tidak
bisa bersama.
Arda
: Kami tidak bisa?. Kawan, ketika seseorang mencoba untuk membohongi dirinya
sendiri, itu adalah suatu hal yang buruk sekali. Terimalah, Kau merasa takut,
Kau takut setelah apa yang terjadi dengan Sibel. Hal ini sangat disayangkan
untuk gadis itu. Tidak ada pilihan kata tidak diantara kalian, Kau pergi atau
kau tetap diam disini. Biarkan gadis itu menlanjutkan hidupnya.
Di
ruang kerjanya Elif sedang merapihkan barang2nya dan dia merapihkan dengan
sangat kesal. Sementara itu Bahar mengintip dari balik pintu dan dia tersenyum
senang. Arda, Pelin dan Omer sedang berada di perusahaan Elif, mereka sedang
mencari barang2 yang berkaitan dengan Taner. Ketika Pelin sedang mencari barang
ke kantor Taner, Arda dan Omer yang menunggu diluar kembali berbicara. Dan
seperti biasa Omer kembali memainkan zipponya lagi.
Arda
: Jika kau pernah merokok sekali dalam hidupmu, aku akan mengerti apa yang kau
lakukan dengan Zippo yang ada ditanganmu saat ini. Tinggalkan itu dan
berhentilah sebentar.
Omer
: Ini caraku untuk berpikir kawan.
Arda
: Baiklah kau lanjutkan untuk berpikir, dan kau pasti akan menemukan jalan
keluarnya. Lihatlah kawan, aku telah berbicara kepadamu tentang hal ini dari
tadi malam. Tapi, kau bahkan belum berubah sedikitpun, kau masih keras kepala.
Maafkan aku, kadang seorang teman harus mengatakan sesuatu yang menyakitkan
seperti ini kawan. Aku akan mengatakan hal ini sekali lagi untuk yang terakhir
kalinya, dan setelah itu aku berjanji kalau aku tidak akan membuka mulutku lagi
tentang topic seperti ini.
Arda
: Lihatlah ada sebuah pepatah bagus yang mengatakan “ Hidup tidak akan membawa
kembali apa yang telah hilang, dan juga tidak akan membawa kembali waktu yang
telah terlewati. Entah itu kau hidup di waktumu saat ini, atau jangan menangis
karena kau tidak bisa hidup. Pepatah itu sangat cocok denganmu.
Kemudian
Omer menanyakan kepada Arda dimana Pelin, dan Arda mengatakan kalau saat ini
Pelin sedang menanyai sekretaris Taner. Tidak lama kemudian Pelin datang dan
mengatakan kalau pekerjaannya sudah selesai, tetapi mereka harus pergi kerumah
Taner untuk mengambil barang2 Taner lagi. Ketika hendak pergi Omer melihat ke
arah kantor Elif, melihat hal itu Arda menatap kea rah Omer dan akhrinya Ome
memutuskan untuk pergi ke ruangan kerja Elif.
Di
ruangan kerjanya Elif sedang membereskan barang2 yang akan dia bawa pindah ke
kantor barunya. Lalu tiba2 datang Levent, Levent datang untuk mengajak Elif
menonton film. Elif menolaknya dengan alas an masih banyak yang harus dia
rapihkan. Lalu tiba2 datang Omer mengetuk pintu ruangan Elif. Omer melihat
Levent di ruangan Elif.
Omer
: Kita harus membicarakan sesuatu hal yang penting.
Elif
: Aku sangat menginginkan hal itu, tapi aku baru saja ingin pergi dengan
Levent. Ayo Levent, kita tidak boleh ketinggalan adegannya sedikitpun.
Lalu
Elif pergi bersama Levent.
Elif
dan Levent pergi ke bioskop dan Omer mengikuti mereka, Omer menonton di bangku
paling belakang sambil mengawasi mereka berdua. Selama di bioskop Elif berpura2
untuk tersenyum dan dekat dengan Levent, hal itu membuat Omer cemburu. Sehabis
menonton, Elif dan Lvent pun pergi makan, Omer juga mengikuti mereka. Omer
duduk di bangku seberang Elif percis dan tetap mengawasi mereka dengan tatapan
yang tajam. Levent menanyakan pada Elif apa yang dilakukan Omer disini dan Elif
mengatakan dia tidak tahu, lalu Levent mengatakan kalau dia bisa mengusir Omer
kalau dirasa itu menggangu Elif tetapi Elif mengatakan kalau dia tidak apa2,
biarkan Omer melakukan apa yang dia inginkan. Kemudian setelah memesan makanan
Elif pergi ke toilet. Omer mengikutinya, dan diapun masuk ke kamar mandi
wanita, lalu dia mengunci kamar mandi itu.
Elif
: Omer apa yang kau lakukan ? Jangan bertindak bodoh.
Omer
: Apa yang kau lakukan katamu, Apa yang kau lakukan dengan pria bodoh itu?
Elif
: Ada apa denganmu?
Omer
: Apa maksudmu dengan “Ada apa denganmu?”
Elif
: Maksudku ini bukan urusanmu.
Omer
: Kemarin kau datang kepadaku, dan mengatakan semua hal, dan sekarang lihat
yang telah kau lakukan, bertengkar dan marah-marah.
Elif
: Darimana kau memiliki hak untuk berbicara seperti itu kepadaku?Bisakah kau
minggir? Tolong!. Aku harus kembali kepada temanku.
Omer
: Kau tidak boleh
Elif
: Apa maksudmu dengan tidak boleh
Omer
: Kau tidak boleh Pergi.
Elif
: Omer, Levent sedang menungguku.
Omer
: Kau tidak boleh meninggalkanku dan pergi ke pria bodoh itu, aku tidak akan
membiarkanmu.
Elif
: Oh ya, memangnya kau siapa? Siapa kau berani2nya melarangku?. Tidak boleh ada
orang yang menggangu hubungan pertemanan sesorang dengan temannya. Dan aku
ingin pergi makan siang bersama temanku.
Omer
: Mulai sekarang kau tidak usah berbicara lagi dengan laki-laki ini, semua
sudah selesai, kau bukanlah temannya lagi!
Elif
: Ini bukan urusanmu.
Omer
: Kau bahkan tidak akan bisa membayangkan kalau ini terserah kepadaku, Oke
semuanya sudah selesai dan tidak ada makan siang lagi.
Elif
: Omer aku tidak akan pergi kemanapun, ini akan membuat Levent malu.
Omer
: Ya ampun, dan sekarang kau berbicara tentang rasa malu.
Elif
: Omer apa yang kau katakana?
Omer
: Ayo
Elif
: Kau menyakitiku
Omer
: Kalau begitu tenanglah.
Elif
: Omer..Omer..Omer..
Omer
lalu menggenggam tangan Elif dan dia menarik Elif menuju meja makannya.
Omer
: Ayo cepat ambil tasmu dan kita pergi.
Levent
: Elif apa yang terjadi.
Elif
: Levent, permisi, aku minta maaf
Levent
: Elif tidak akan pergi kemana2.
Omer
: Kata siapa?
Levent
: Kataku.
Omer
: Ohh, sangat menarik.
Levent
: Lihat aku!
Omer
: Jangan kau angkat tangamu atau aku akan mematahkan jari2mu.
Elif
: Apa yang kalian berdua lakukan, tenanglah.
Omer
: Baiklah Elif, ambil tasmu dan tunggu aku diluar sebentar, aku akan segera
datang.
Levent
: Memangnya kaupikir,siapa yang kau paksa untuk pergi?
Omer
: Kekasihku, kau mengerti
Mendengar
kata2 itu dari mulut Omer , Elif pun menjadi terkejut.
Omer
: Dengar, jika kau memang pria sejati, kau akan duduk dengan baik
disini
sambil menikmati makan siangmu, dan jangan membuatku marah.
Levent
: Bagaimana kalau aku tidak mau melakukannya? Dengarlah, aku sangat
menghindarikekerasan, jadi jangan memaksaku.
Omer
: Apa kau bilang kekerasan? *Omer pun mendorong Levent*
Elif
: Omer apa yang akan kau lakukan? Levent maafkanlah aku.
Omer
: Lihatlah, kalian berdua bekerja diperusahaan yang sama, dan aku tahu itu.
Tetapi kau lihat aku, bertemu denganku dank au tahu siapa aku. Mulai dari
sekarang kau tidak akan lagi pergi jalan-jalan bersama dengan
Elif.
Ayo kita pergi.
Elif
: Aku minta maaf Levent.
Omer
: Kenapa kau hatus minta maaf?
Mereka
berdua akhirnya pergi dan berjalan2 di taman.
Elif
: Aku benar2 tidak mengerti apa yang telah kau perbuat Omer. Siapa kau
sebenarnya omer, seorang lelaki sejati atau orang yang kasar, tunjukan padaku
saat ini juga agar aku bisa mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya.
Omer
: Lihatlah Elif kau menyalahkan dirimu hanya karena laki2 itu. Kau melihat aku
disana dan kau tidak mendekat kepadaku, kau malah tertawa dan bersenang2 dengan
pria itu. Jelaskan kepadaku, tunjukan sisi lain dirimu kepadaku.
Elif
: Apa yang coba kau katakana?
Omer
: Kau mendengar apa yang kukatakan.
Eif
: Aku tidak mengerti. Katakan itu dengan jelas.
Omer
: Maksudku, apakah begitu mudah kau menggandeng tangan pria lain dan kemudian
pergi dengannya?
Elif
: Apa ini karena aku menciumu terlebih dahulu, iya kan? Dan kau berpikir kalau
aku akan mencium semua orang yang aku temui? Dan aku juga menggandeng tangan
setiap laki2, apa itu yang kau maksud? Apa aku orang seperti itu? Itukah yang
ingin kaukatakan kepadaku?
Omer
: Elif
Elif
: Shuuut Komisar, semakin banyak kau berbicara, kau malah akan semakin
mempermalukan dirimu.
Lalu
Elif pun pergi berjalan meninggalkan Omer, tetapi Omer mengejar Elif terus.
Omer
: Baiklah, aku telah membuat diriku terlihat sangat bodoh, Apa ini Signorina,
apa kau sedang melakukan jogging tanpa sepengetahuanku ? *ngakak abis denger
Omer ngomong gini, orang lagi kesel malah dibercandain*. Kau adalah pelari yang
hebat, apa saat ini kau sedang berlatih? Ahhh nampaknya memang tidak mudah
membuat seorang nenek sihir tertawa *asli Omer koplak, ngakak abis*. Baiklah
kau yang menang, aku minta maaf.
Elif
: Untuk apa?
Omer
: Untuk yang sudah aku katakana sebelumnya.
Elif
: Apa lagi?
Omer
: Lihatlah, aku tidak akan meminta maaf untuk pria brengsek itu.
Elif
: Kenapa kau tidak datang ke acara makan malam? *Gleekkk, Elif nembak langsung
pertanyaanya *. Omer apa kau ingin mempermainkanku?
Omer
: Tentu saja tidak.
Elif
: Kalau begitu jawab pertanyaanku, itu hanyalah pertanyaan yang mudah. Kau
adalah seseorang yang selalu bicara, bahkan ketika aku bilang kau harus diam.
Kau adalah orang yang pandai berkata-kata, tetapi ketika kau berbicara
denganku, kau kemudian menjadi diam. Aku lelah selalu mendapatkan kesimpulan
dari apa yang kupikirkan sendiri. Apa kau tahu satau senyuman saja darimu, bisa
mempengaruhiku. Aku selalu memikirkan tentang kata2 konyolmu selama berjam2.
Aku muak mencoba untuk membaca yang tersirat, dan mencari hal-hal yang tak
terucapkan, kau tahu ...
*Lalu
Omerpun menarik Elif dan merekapun berciuman*
Omer
: Kau memintaku untuk berbicara, tetapi kau tidak berhenti berbicara Signorina.
Apakah kau telah mendapatkan jawabannya. Bagiku ini sepertinya belumlah cukup.
Dan
mereka kembali

EmoticonEmoticon