Patang setumang adalah pilosofi dalam sistem peradaban Rejang dalam
mengaplikasi sistem komunal yang lebih besar atau sistem pertemanan yang
lebih kecil, Patang dalam bahasan Rejang adalah larangan dengan beberapa konsekwensi ketika dilanggar, Setumang adalah berpisah, berpisah ini diterjemahkan secara holistik yang mencakup beberapa dimensi kehdupan dengan berbagai tahapan generasi.
Dalam sehari-hari pepatah ‘pet samo nuwang, mis samo muk’ adalah
bagian turunan dari aplikasi Patang Setumang. Jika dilihat lebih jauh
dalam sejarah Rejang Patang Setumang ini hampir sama tuanya dengan
peradaban Rejang itu sendiri, Dari sistem komunal yang paternalistik,
genelogis dan kepercayaan-kepercayaan lokal di Rejang banyak yang
mengajari dan menjelaskan kesepakatan adat mengacu pada Patang Setumang,
Kesepakatan adat antar 4 Ajai di Lebong Atas adalah awal yang mengclearkan
sistem ini dalam bentuk kesepakatan tertulis dalam sejarah turun
temurun dikenal dengan prosesi pemotongan Kerbau yang tanduknya diukir,
jantung dan hatinya dimakan sebagai simbol kesepakatan tersebut jadi
darah dan daging yang akan diturunkan ke generasi berikutnya tentunya
melalui perkawinan yang eksogami, tujuannya adalah untuk menyebarkan
ajaran Patang Setumang ini lebih luas.
Periode berikutnya dari Aplikasi Patang Setumang adalah kesepakatan
yang dilakukan di Gua Kazam Lebong Atas yang lebih rigit menjelaskan
bentuk-bentuk kesepakatan-kesepakatan yang akan di sepakati oleh
masinh-masinh komunitas Rejang di manapun berada, kesepakatan yang
dilakukan ini antara lain disepakati So Samo Kamo Bamo…… sebuah
bahasa penyederhanaan dari Patang Setumang, turunan-turunan bahasa
Patang Setumang ini kemudian dalam komunitas yang lebih kecil seperti topos tunun puweng kutai donok tunun pelbeak adalah bentuk bahasa dan kesepakatan yang sampai saat ini masih dipercayai oleh warga komunitasnya terutama di kampung-kampung.
Apakah kemudian Patang Setumang ini dalam kontek lebih besar
berdampak pada sistem pembangunan komunitas maupun pada pembangunan
nurani .? Lebong yang dikenal sebagai pusat dan tempat asal usul suku
Rejang dalam sistem Administrasi pemerintahan mengunakan simbol Patang
Setumang, tentunya ini membawa konsekwensi yang sangat besar bagi
generasi yang saat ini mengunakan paslsafah ini maupun bagi generasi
berikutnya , apakah Patang Setumang ini bisa diterjemahkan dalam sistem
berkehidupan maupun relasi antar mereka dalam mengkonsolidasi kembagi
komunitas-komunitas yang semakin tersebar dan mulai dirasuki globalisasi
yang mendistori arti sistem lokal ini.
Dalam perjalanannya Patang Setumang ini hanya sebatas Slogan, namun
nilai-nilai yang ada dalam Patang Setumang di tinggalkan dan ini pasti
akan berdampak pada komunitas dan generasi berikutnya. Pengingkaran
Sistem Patang Setumang ini karena deklarasinya ada tahapan yang
terlupakan, misalnya apakah ini lahir dari kesepakatan adat atau memang
lahir atas kepentingan politik yang jauh sekali dari nilai-nilai lokal
yang mistik. Di Lebong saja sudah mulai mengakumulasi kekuasaan, modal
dan penguasaan terhadap tanah-tanah sebagai alat produksi warga
komunitas dan ini berakibat adanya ketimpangan sosial, budaya dan modal
sehinga yang tampak adalah penguasa di satu sisi dan rakyat yang di
tindas di sisi lain dan proses ini jauh sekali dari nilai-nilai Patang
Setumang.
Akibat dari distosi pemahaman Patang Setumang dan Aplikasinya akan ada konsewensi secara psikologis misalnya masyarakat Rejang ‘patang merajuk, amen merajuk patang belek, patang mengiak amen mengiak munuak tun’
ini adalah ungkapan ketika terakumulasinya dari akibat pengingkaran
terhadap nilai-nilai Patang Setumang, ada banyak pelajaran sebagai
gejalah akan terjadinya dampak psikologis tersebut tanda-tanda alam
dengan gagalnya panen, munculnya binatang liar di tengah-tengah
pemukiman penduduk, dan stigma terhadap kelompok dan perorangan.
Tentunya bagi pegiat dan warga komunitas yang masih memegang teguh
sistem lokal yang ada mari Patang Setumang ini kita jadikan sebagai
proses konsolidasi ditengah merosotnya eksistensi komunitas Rejang dalam
berbagai struktur kemasyarakatan, sistem budaya, sosial dan relasi
dengan komunitas yang lebih besar.
Patang setumang adalah Filosofi dalam sistem peradaban Rejang
Artikel Terkait
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon