Setelah pergi meninggalkan Omer di pantai Elif pergi ke
pemakaman ayahnya, ketika baru turun dari mobil, Metin menelepon Elif dan
mengatakan kalau pengiriman barang ke Roma gagal, karena itu Metin menyuruh
Elif untuk mengirimkan barang tersebut, Elif menolaknya tapi metin mengancam
Elif kalau dia tidak mau melakukannya dia akan mengirimkan rekaman video
pencucian uang Elif kepada Omer, dan ELif pun berteriak kalau Metin silahkan
mengirim video itu, karena sekarang video itu sudah tidak ada gunanya.
Elif berdiri di depan makam ayahnya. Dan dia banyak
menumpahkan perasaanya di depan makam ayahnya.
Elif : Ayah, terakhir kali aku dating kemari, ketima
pemakamanmu. Aku belum dating lagi kemari, karena aku sangat marah kepadamu
ayah. Kau banyak menyembunyikan rahasia tentang orang2 disekitarmu yang bahkan
tidak kuketahui. Setiap kali aku bertemu satu bersatu diantara mereka, kau
perlahan-lahan telah membunuh ayah di dalam diriku. Kau tahu ayah? Untuk
pertama kalinya aku jatuh cinta dengan seseorang . Aku mempercayai orang untuk
pertama kalinya. Aku sangat jatuh cinta pada seseorang untuk pertama kalinya.
Aku bahkan..aku bahkan telah memimpikan masa depanku. Tetapi hari itu telah
hilang dan sirna, Aku telah kehilangan dia dan aku sangat marah denganmu. Kau
tidak hanya menghancurkan masa kecilku dan masa remajaku, tapi kau juga telah
menghancurkan masa depanku. Tapi kau tahu ayah ternyata itu salah. Aku sangat
membutuhkanmu saat ini, aku sangat membutuhkanmu. Jika saja kau masih ada
disisiku sekarang , kau pasti akan memelukku dan membelai rambutku, dau kau
juga pasti akan mengatakan “Ini semua akan segera berlalu sayangku.” Oh ayah,
aku harus memiliki kekuatan untuk pergi dan aku juga harus memiliki kekuatan
untuk melanjutkan hidup, tapi semua itu sudah terlambat sekarang, rasanya aku
sudah mati sama sepertimu. Aku mohon padamu ayah, genggam tanganku, genggam
tanganku dan tolong aku, genggam tanganku ayah.
Lalu ketika Elif sedang menangis tersedu2 di makam ayahnya,
datanglah Omer, dia menghampiri Elif dan mengulurkan tangannya. Elif pun
menerima uluran tangan Omer.
Elif : Bagaimana kau bisa menemukanku?
Omer : Aku berusaha untuk menghubungimu. Bahar juga berusaha
untuk menghubungimu, tetapi kau tidak menjawab teleponmu.
Elif: Aku tidak mendengar Handphone ku berbunyi, tetapi itu
tidak penting lagi karena sekarang kau sudah ada disini. Apa kau dating
menemuiku untuk bicara? Percayalah padaku Omer, aku siap melakukan apa saja
yang kau katakana padaku.Aku menyadari semua kesalahanku dan aku siap untuk
membayar semua harga dari perbuatanku. Sudah cukup bagiku karena kau telah
mengerti aku.
Omer : Elif aku datang kemari tidak untuk membicarakan hal
itu.
Elif : Lalu kenapa kau datang?
Omer : Aku memiliki berita buruk untukmu.
Elif : Apa yang terjadi?
Omer : Telah terjadi sebuah kecelakaan
Elif : Kecelakaan apa? Apakah terjadi sesuatu pada Asli?
Omer : Tidak, Asli baik2 saja
Elif : Terima kasih ya Allah, lalu apa yang terjadi? Apa
yang terjadi Omer?
Omer : Kita telah kehilangan ibumu.
Elif : Maaf, kau jangan bercanda, apa maksudmu dengan “Kita
telah kehilangan ibumu?”
Omer : Ibumu pergi ke rumah sakit untuk menemani kakakmu.
Lalu ibumu terpeleset dan kepalanya membentur dinding. Mereka telah berusaha
untuk menolong nyawa ibumu, tetapi mereka tidak berhasil. Aku turut berduka
cita atas kehilanganmu.
Elif : Omer tolong kau jangan bercanda, tanah di makam
ayahku bahkan belum mengering. Bagaimana aku bisa kehilangan ibuku?. Omer ibuku
tidak boleh meninggal, dia pasti belum meninggal, Kau pasti berbohong.
Elifpun tidak bisa lagi menahan kesedihannya, dia menangis
di pelukan Omer, dan Omer berada disana untuk memeluk Elif dan menenangkan
Elif.
Keesokan harinya pemakaman nyonya Zerrin digelar, sepanjang
pemakaman Nilufer terus menangis dan Elif berusaha untuk menenagkannya. Omer
memandang terus kea rah Elif. Banyak kerabat yang datang untuk mengantarkan nyonya
Zerrin ke peristirahatan terakhirnya. Sejumlah kerabat dan juga orang yang
melayat mengungkapkan duka citanya kepada Elif dan Nilufer. Sebelum pergi Elif
mengatakan “ Selamat tinggal ibuku yang cantik, sampaikan salam cintaku untuk
ayah disana, kalian bisa saling bertemu satu sama lain disana, aku sangat
mencintaimu ibu, sampai jumpa.
Omer, Arda dan Pelin pergi bersama dan mereka mengobrol di
sebuah kedai.
Pelin : Omer apakah kau inin secangkir the yang baru lagi,
punyamu sudah dingin.
Omer : Aku tidak menginginkannya.
Arda : Minumlah sesuatu kawan, kau telah bekerja keras dari
pagi hari tanpa makan dan minum.
Omer : Aku baik2 saja kawan.
Pelin : Uffff, saya tidak bisa menghilangkan bayangan wajah
Elif dari kepalaku, kita tidak bisa menentang takdir dari Allah, tetapi
menurutku ini sudah berlebihan.Pertama2 kita kehilangan ayahnya, dan sekarng
ibunya. Sungguh malang sekali gadis yang ceria seperti Elif.
Arda : Semoga Allah selalu menolongnya.
Pelin :Amin.
Arda : Omer, apa kau baik2 saja kawan?
Omer : Ya aku baik2 saja.
Arda : Aku mengerti kalau kau baik2 saja, tetapi apa yang
sedang kau pikirkan? Kau memegang zippo itu dari tadi pagi dan memainkannya
terus.
Omer : Kita baru saja kembali dari pemakaman kawan, lalu
yang kau mau aku harus melakukan apa? Berdiri dan kemudian mulai menari?
Pelin : Bukan begitu Omer, Arda tidak bermaksud seperti itu,
tentu saja kau sedang merasa bersedih, tetapi kau menjadi marah seperti ini,
itu yang tidak normal.
Arda : Biarkan dia Pelo, biarkan dia berpikir apa yang dia
inginkan. Kita hanya ingin membantumu kawan. Omer, kenapa kita ada disini?
Kenapa kita selalu ada di sisimu? Karena kita temanmu. Bukan begitu. Apa harus
yang dilakukan seorang teman? Mereka salingmendukung satu sama lain, mereka
akan saling mengatakan semuanya. Kau lebih menjadi lebih ringan dengan
dukunganku, dan aku juga merasa ringan bersamamu. Sudah jelas, pasti ada
sesuatu yang terjadi dengan Elif. Pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Elif,
dan kau tidak mau mengatakannya pada kami. Oke, ibu dari gadis ini baru saja
meninggal, tapi jelas sekali terlihat kalau kau juga memiliki masalah yang
sangat besar. Kau sengaja menjaga jarak dengan gadis itu. Apa yang terjadi? Apa
kalian putus?
Omer : Kau mulai berlebihan lagi.
Pelin : Omer, kau tahu jarang sekali aku setuju dengan Arda,
tapi kali ini dia benar, biarkan kami membantumu. Ayo ceritakanlah pada kami,
atau kau sudah tidak mempercayai kami lagi?
Omer : Tidak ada yang harus dilakukan Pelo.
Arda : Jangan marah Omer, Kau hanya perlumenceritakannya
kepada kami kalau kau memang mempercayai kami. Kau tidak perlu mencari
jawabannya ddi dalam Zippo itu.
Omer : Dihari kematian ibunya Elif, Elif mengaku tentang
suatu hal kepadaku. Kau ingat ketika aku pergi ke Roma dengan Elif, saat
Nilufer sedang diculik? Elif melakukan pencucian uang, dan dia terlibat dalam
kejahatan itu. Aku tidak menduga hal ini terjadi pada Elif, Aku benar2
terkejut.
Pelin : Apakh hal itu begitu mengejutkan? Kita semua tahu
kalau Metin telah mengancam Elif. Adik dari gadis ini, saat itu ada di
tangannya. Pada akhinya apa yang dilakukan olehnya adalah hanya untuk
melindungi keluarganya. Niatnya tidaklah buruk, dan pada kenyataannya dia juga
merupakan korban. Kau tidak bisa memikirkan hal ini dari sudut pandang yg lain
Omer. Kau jauh lebih mengenal dia dengan baik, dibandingkan kita berdua. Dia
pasti ingin menumkan bagaimana cara memecahkan solusinya. Dia bukanlah tipe
wanita yang akan terlibat dalam kejahatan seperti ini.
Omer : Tetapi dia terlibat dalam kejahatan ini Pelo, dia
telah melakukannya. Dia sebenarnya memiliki solusinya, karena saat itu aku
bersama dengannya. Aku sangat marah dengan Elif, aku sudah menanyakan hal itu
saat aku mencurigai Elif di Roma. Aku bertanya, apakah mereka memerintahkanmu untuk
melakukan pencucian uang, jangan kau lakukan perbuatan bodoh itu, aku akan
membantumu.
Pelin : Dia telah diancam dengan hidup adiknya, dan juga
selain itu, bagaimana dia bisa mempercayai seorang pria yang baru dia kenal
selama 2 hari. Kau bisa menjadi seorang polisi yang korup, dank au juga bisa
saja bekerja untuk Metin. Coba pikirkan dengan kemungkinan kalau adiknya akan
mati, jika saja dia melakukan kesalahn kecil, berpikirlah bukan sebagai Omer.
Lihatlah kedalam mata Elif dan tempatkanlah dirimu pada posisi Elif.
Omer : Percayalah padaku, saat itu aku tidak melakukan
apapun Pelo, percayalah padaku kalau aku tidak menyalahkan Elif. Sebenarnya aku
sedang menyalahkan diriku sendiri.
Arda : Kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri pada saat2
seperti ini kawan?
Omer : Bagaimana aku bisa tidak melihat hal itu, kawan.
Bagaimana aku bisa tidak melihatnya, semuanya terjadi dan selesai begitu saja
di depan mataku. Aku tahu dari awal kalau dia menyembunyikan sesuatu, tetapi
apa yang kulakukan? Aku membuang jauh2 pikiran seperti itu, kemudian aku
melupakannya, aku melupakannya, aku…
Arda : Kawan, dengarlah, terkadang kau lupa kalau dirimu
hanyalah manusia biasa. Oke, kau adalah seorang polisi yang baik, tetapi
pertama2 kau adalah seorang manusia biasa. Maksudku, hal seperti ini bisa saja
terjadi. Bisa saja kau dapat melewatkan sesuatu, bisa saja kau kau membuat
kesalahan.
Pelin : Omer, kau mempercayai dia, ini bukanlah suatu
kekeliruan ataupun sebuah kesalahan.
Omer : Pelin, bisakah seseorang yang telah buta melihat sesuatu
yang sama selama dua kali?. Aku tidak bisa memaafkan diriku atas kasus yang
terjadi pada Sibel, dan sekarang Elif juga.
Arda : Tetapi sekarang masalahnya berbeda kawan
Omer : Ini masalahnya sama kawan, ini masalah yang sama…
Ketika aku membiarkan Elif memasuki hatiku, lalu otakku seperti berhenti
berpikir. Aku tidak bisa menangkap penjahat itu, Metin. Dan juga aku tidak bisa
melindungi Elif. Itu berarti aku juga bersalah sama seperti Elif. Itu
masalahnya.
Lalu Omer pun pergi meninggalkan Arda dan Pelin.
Sementara itu Elif sedang mengunjungi Asli yang tidak
sadarkan diri di rumah sakit. Dia memberitahukan kalau sekarang ibu mereka
telah tiada.
Adegan berlanjut, Husein mengunjungi petugas yang sedang
mengurusi pekerjaannya untuk memeriksa mobil Taner, petugas itu mengatakan
kalau di mobil Taner memang ditemukan ceceran darah, tetapi darah itu tidak
cocok dengan DNA dari Ahmet Denizer dan Sibel Andac. Husein yang sudah
memerintahkan kepada petugas itu sebelumnya, telah merubah isi laporan
tersebut, dandituliskan dalam laporan tersebut kalau darah yang ada di mobil
Taner adalah darah dari Ahmet Denizer dan juga Sibel.
Setelah meninggalkan Pelin dan Arda lalu Omer datang ke
penjara untuk menemui Taner, di Penjara Omer menanyakan tentang pernyataan
Taner yang berbeda dengan Pernyataan Pinar, ada jeda waktu 45 menit yang
hilang. Omer menanyakan apa yang dilakukan Taner saat itu, tetapi Taner tidak
mau menjawabnya..Kemudian Omer menanyakan bagaimana bisa Taner memiliki berlian
itu. Taner mengatakan kalau dia menemukan berlian itu di lemari Asli, terselip
di antara gaun malam Asli (Nanti akan diperlihatkan kalau yang menaruh berlian
tersebut adalah HUSEIN kakaknya Omer..grrrrrrrr…). Taner mengatakan setelah dia
menemukan berlian itu dia banyak mendapatkan terror dan intimidasi, karena
orang2 tersebut berpikir kalau Taner lah yang menyimpan semua berlian tersebut.
Lalu Omer menawarkan Taner untuk membuat kesepakatan dengan dirinya, tetapi
Taner menolaknya.
Ketika Omer selesai mengunjungi Taner dia pun pergi, di luar
penjara Omer bertemu dengan ELif yang ingin menjenguk Taner. Pengacara Elif
menyapa terlebih dahulu Omer. Lalu Elif juga menyapa Omer.
Elif : Omer..Omer tunggu dulu. Bagaimana kabarmu?
Omer : Kau tidak usah mengkhawatirkanku. Bagaimana dengan
kabarmu?
Elif : Syukurlah aku masih bernafas, itu sudah cukup, aku
belum sempat mengucapkan terima kasih kepadamu, kau banyak membantu selama
pemakaman. Terima kasih
Omer : Itu hanya kewajiban sesame manusia. Siapapun pasti akan
melakukan hal yang sama. Aku mengucapkan bela sungkawaku lagi. Jaga dirimu
baik2 Elif.
Elif : Omer, kumohon jangan lakukan ini kepadaku. Marahlah,
berteriaklah, maki2lah aku atau kau bisa menangkapku saat ini juga. Tapi jangan
hokum aku dengan diam mu ini.
Omer : Elif ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat untuk
membahas hal seperti ini.
Elif : Kenapa? Apa karena aku baru saja kehilangan ibuku?
Percayalah, ini akan sama menyakitkannya kalaupun kita membicarakannya di lain
waktu.
Omer : Aku tidak mau berbicara tentang hal ini.
Elif : Kau tidak ingin atau kau takut? Apa karena kau tidak
ingin merasa bersalah untuk pertama kalinya kepada seseorang? Sekarang aku
berdiri disini, di depanmu. Mengapa kau takut menjawabku Omer?
Omer : Elif diamlah atau aku akan melukai hatimu.
Elif : Bukankah kau yang mengatakan kalau kau ingin segala
sesuatunya jelas? Baiklah aku sudah berada disini, aku berdiri di depanmu
dengan segala kejujuranku, kesalahanku dan juga kebohonganku. Aku tidak
akanmeneleponmu, yang kuinginkan hanyalah jawaban darimu, jika aku tidak
mengatakan apapun kepadamu, maka kau tidak akan mengetahui tentang hal itu. Aku
akan menangisi kepergian ibuku dipundakmu saat ini juga. Dan hal ini berarti
kebohongan telah berhasil menang atasmu sedangkan kejujuran telah kalah.
Omer : Baiklah, apa kau bisa mendengarkan apa yang akan
kukatakan kepadamu sekarang?
Elif : Ya
Omer : Elif, aku bertanya padamu, aku telah bertanya padamu,
aku sudah mengatakan kepadamu kalau aku akan membantumu. Kenapa kau baru
mengatakan hal ini kepadaku sekarang? Kenapa tidak dari dulu?
Lalu ada adegan Flashback antara ELif dan Omer ketika di
Roma, saat Omer menanyakan kepada Elif apakah dia sedang melakukan pencucian
uang dan ELif mengatakan dia tidak melakukannya.
Omer : Aku telah mengatakan satu hal kepadamu Elif, aku
sudahmengatakan, jujurlah, dan jangan berbohong. Jangan membodohi dirimu dan
juga jangan kau membodohiku. Kau sudah terlambat mengatakan ini semua Elif.
Elif : Aku sangat takut Omer.
Omer : Oke, saat itu kau sedang ketakutan, tetapi kau
memiliki banyak waktu untuk mengatakannya kepadaku kemudian hari. AKu
pernahmengatakan kepadamu kalau aku mempercayaimu lebih dari siapapun. Lalu apa
yang kau lakukan? Kau tetap saja diam. Apa saat itu juga kau masih merasa
takut? Atau kau merasa tidaknyaman?
Elif : Jangan, tolong jangan katakan hal seperti itu lagi,
aku hanya mengatakan satu kebohongan kepadamu. Dan sisanya adalah nyata dan
jujur. Omer aku mohon tataplah aku, lihatlah mataku, aku adalah Elif
mu..tolong, kau mengenal aku dengan baik, lebih dari siapapun juga.
Omer : Tidak, Aku tidak tahu siapa kau, aku tidak pernah
mengenalmu. Kau seperti orang asing bagiku, sama seperti ketika di hari pertama
kita bertemu.
Omer lalu meninggalkan Elif, dan Elif hanya bisa duduk
terkulai lemas.
Kemudian Metin bertemu dengan Tayyar, Tayyar mengatakan
kalau dia akan mengirim orang ke penjara yang sama dengan Taner (nanti orang
ini akan membunuh Taner di penjara). Metin diperingatkan agar dia menjauhi
Nilufer, Tayyar juga mengatakan kalau Metin juga berani berbohong kepadanya dia
akan segera mengirim Metin, setelah Tanner.
Tanner sedang menulis surat untuk Pinar, lalu kemudian
datang orang suruhan Tayyar.
Sementara itu Omer, Arda dan Pelin sedang membaca laporan
hasil pemeriksaan mobil Taner yang menyatakan kalau darah yang ditemukan di
mobil Taner cocok dengan DNA darah dari Ahmet Denizer dan juga Sibel. Omer
tidak mempercayai hal itu, dan kakaknya berusaha meyakinkan Omer sampai2 Omer
bertengkar dengan kakaknya. Lalu Arda pun melerai mereka.
Ibunda Omer, Melike dan Demet pergi kerumah Elif untuk
menghadiri acara pembacaan doa di rumah Elif, Bahar melihat kedatangan mereka
dengan sinis, dia mengatakan kalau keluarga Omer hanyalah orang biasa, dan Elif
sudah berlebihan mengundang mereka datang. Nilufer yang sedang kesal dengan
Elif karena merasa kalau Elif sudah mengganggunya ketika telepin mengatakan
kepada Bahar kalau dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan oleh
Elif, dan Nilufer menyarankan Bahar melakukan hal yang sama seperti dia.
Ibu Omer membantu Elif untuk membuat manisan yang akan
disajikan untuk tamu di acara itu, tetapi Elif terlihat sangat sedih. Ibunda
Omer sudah mencoba menghibur Elif, dia juga menawarkan Elif untuk dibuatkan
beberapa makanan, tapi Elif menolaknya karena Elif tidak mau ibunda Omer
kecapekan. Akhirnya Ibu Omer dan Melike yang membantu Elif untuk memasak
manisan tersebut.
Acara Pembacaan doa untuk Ibunda Elifpun digelar, Elif tidak
kuasa menahan kesedihan yang dia alami, akhirnya Elif pun meninggalkan acara
tersebut. Ibunda Omer yang melihat hal tersebut juga merasa sedih dan prihatin.
Tambahan ringkasan
1. Pada episode ini Husein yang sedang mengambil berlian di
kandang ayam depan rumahnya dengan cara mengendap2, kemudian dia pun menjadi
terburu2 untuk pergi, ketika dia akan meninggalkan rumah dia bertabrakan dengan
Melike yang membawa makanan untuk ayam di kandang tersebut. Husein sangat marah
sekali dengan Melike, dan melike menjadi heran melihat gelagat suaminya. Melike
menawarkan diri untuk membersihkan pakaian suaminya tetapi Husein tidak
menggubrisnya dan dia malah pergi dari rumah. Ternyata Husein pergi ke rumah
istri keduanya. Istri keduanya tinggal di sebuah apartemen dan di kompleks
apartemen itu Husein mengaku kalau dia bernama Cahit. Dia pergi kesana untuk
memindahkan lokasi penyimpanan berlian curian itu, kemudian Husein pun
memindahkan berlian2 itu ke dalam kereta bayi milik putranya dari istri yang
kedua.
2. Asli histeris mengetahui ibunya meninggal, dia
menyalahkan dirinya sendiri karena Asli merasa kalau ibunya meninggal karena
dia telah mendorongnya. Asli kemudian mengunci dirinya di dalam kamar dan dia
bersiap2 untuk loncat dari jendela kamarnya. Tayyar memerintahkan anak buahnya
untuk mendobrak pintu kamar Asli, dan benar ternyata Asli sudah bersiap untuk
loncat, tetapi Tayyar menggagalkan niat Asli dan Tayyar berusaha menenangkan
Asli yang sedang histeris dengan mengatakan kalau yang terjadi bukanlah
kesalahan Asli, itu adalah murni kecelakaan.
3. Metin dan Nilufer yang sedang ada di dalam mobil
dihentikan oleh Polis, Metin dibawa ke kantor polisi, kemudian Nilufer memaksa
untuk ikut bersama dengannya, Nilufer ikut menemani Metin, Metin berusaha
menenagnkan Nilufer dan meyakinkan Nilufer kalau tidak akan terjadi apa2 pada
dirinya.
4. Hatice pulang kerumah dia menangis histeris dan
menceritakan semua kejadian kepada ibunya, dia mengatakan kalau dia dihentikan
oleh polisi dan dia merasa ketakutan, akhirnya diapun meninggalkan tas yang
seharusnya dia antarkan.
5. Omer mendengar berita tentang kematian nyonya Zerrin, dia
bergegas untuk pergi ke rumah sakit menyelidiki hal itu bersama Pelin dan Arda,
mereka menginterogasi petugas di rumah sakit dan juga Tayyar.
6. Di kantor polisi Nilufer, mengatakan kalau dia tidak
tahan harus menunggu dengan keadaan seperti itu, dia inggin memberikan
keterangannya kalau bia adalah Nilufer Denizer, adik dari Elif Denizer yang
sudah melaporkan Metin, Nilufer akan mengatakan kalau dia bukan korban
penculikan.

EmoticonEmoticon