BANYAK versi mengenai Dusun Tinggi
atau yang lebih dikenal dengan nama Sebakas yang secara administrasi
masuk dalam wilayah Kecamatan Air Nipis. Sebakas menjadi tujuan wisata
ritual para peziarah tidak hanya dari dalam Provinsi Bengkulu, namun
juga dari Jawa.
Bahkan sudah ada
orang yang mengaku peneliti dari Jawa yang datang ke Sebakas untuk
mencari keterkaitan lokasi tersebut dengan lokasi pelarian patih
terkenal dari kerajaan Majapahit, Gajah Mada.
Tomy Aprizal salah satu pengunjung yang
pernah ke lokasi Dusun Sebakas dan mengetahui cerita daerah tersebut,
mengungkapkan Sebakas sendiri artinya sebuah istana bekas di dusun tua
yang hilang. Posisi Sebakas sendiri diyakini berada di atas puncak
bukit dengan ketinggian sekitar 800 meter. Di kaki bukit terdapat
musala yang dibangun oleh peziarah karena niatnya yang terkabul. Tak
jauh dari musala tinggal juri kunci.
![]() |
| Tampak bukit di belakang musala yang dipercaya sebagai lokasi Dusun Tua yang hilang. YUNIKE/RB |
“Nuansa di sekitar bukit ini, mistisnya
cukup terasa. Terlebih di dekat masjid ada batu yang sebesar ukuran
kepala saat pembangunan masjid akan dipindahkan, tidak ada satupun yang
bisa memindahkannya. Sehingga saat ini batu tersebut diberi pagar dan
diyakini sebagai penunggu daerah Sebakas,” papar Tomy.
Lanjut Tomy, dikatakan Sebakas karena
puncak bukit tersebut diyakini pernah ada sebuah perkampungan dan sebuah
kerajaan. Hilangnya Sebakas, menurut kepercayaan warga sekitar
dikarenakan sumpah Puyang Serunting atau dikenal dengan Si Pahit Lidah
yang merasa direndahkan oleh penduduk. “Konon ceritanya, Serunting ingin
masuk ke desa ini namun tidak ada yang mempersilakannya, karena itu
terucaplah oleh Serunting kata hilanglah desa ini karena warganya yang
sombong,” kata Tomi.
Menurut Tomi, dari buku tamu yang
dilihatnya, kebanyakan warga dari Sumsel yang datang. Banyak yang
bermalam di atas bukit untuk mendapatkan petunjuk istilahnya “betarak”
atau bertapa agar niatnya terkabul. “Bahkan pernah ada yang mendapatkan batu, keris bahkan pena yang fungsinya macam-macam mulai untuk tolak balak, bisa kebal dan kharisma kepemimpinan,” jelas Tomi.
Bahkan jika peziarah beruntung, saat
bertapa atau menginap di atas bukit yang dipercaya lokasi Dusun Sebakas
akan terlihat istana atau perkampungan yang istilahnya istana sesilaman,
ada juga pengunjung yang mendengar suara-suara ramai seperti sebuah
perkampungan. Warga setempat sendiri percaya, ada 9 puyang yang memiliki
kesaktian berbeda yang ada di lokasi Sebakas. Masing-masing puyang
memiliki kesaktian masing-masing, diantaranya sakti karena kekuatan yang
dimilikinya dan ada juga puyang dengan ilmu pengasih.
Hal senada diungkapkan Kepala Desa Bandar Agung Kecamatan Pino Jon
Sitabra, meskipun secara administrasi Sebakas bukan masuk ke
wilayahnya, namun akses untuk menuju Sebakas lebih mudah melalui Desa
Bandar Agung. Menurut Jon, banyak peziarah yang ingin menuju dusun tua
yang hilang baik yang ingin membayar niat atau berdoa, bahkan yang hanya
tertarik karena banyaknya cerita yang beredar mengenai Sebakas. Versi
lainnya yang beredar, Dusun Sebakas merupakan pelarian Gajah Mada dari
Kerajaan Majapahit.
“Saya sendiri tidak tahu secara persis,
dusun Sebakas itu dari kerajaan mana. Namun keyakinan warga, Sebakas
masih memiliki hubungan dengan kerajaan Sriwijaya. Dusun itu hilang juga
diyakini karena sumpah dari Si Pahit Lidah. Bahkan ada peneliti dari
Jawa yang mangaku datang ke Sebakas karena ada hubungannya dengan
Kerajaan Majapahit,” kata Jon.
Jon menjelaskan, menurut orang yang
mengaku peneliti dari Jawa tersebut Sebakas memiliki hubungan dengan
kerajaan Majapahit berdasarkan catatan sejarah. Namun, tambah Jon, hal
itu tidak berdasarkan bukti yang kuat, karena warga menyakini dusun
Sebakas merupakan bagian dari kerajaan Sumatera yaitu Swriwijaya.
“Asal datang denagn niat baik, untuk
membantu keluarga atau negara serta ingin tercapai cita-cita, doa kita
pasti dikabulkan jika datang ke sini (Sebakas). Bahkan zaman perjuangan
dulu, sering terdengan suara meriam dari bukit yang memberi peringatan
bagi warga,” pungkas Jon.
Sayangnya, meskipun sudah banyak yang
berziarah ke daerah ini, akses jalan menuju lokasi kaki bukit Dusun
Sebakas masih berupa jalan tanahsumber : http://harianrakyatbengkulu.com/dusun-tua-yang-hilang/

3 komentar
Mantap.... buat kisahnya..tulis,,agar jangan sampai punah
Dusun tinggi
Dusun sebakas
Dusun silam
Dusun kami
9 pemarakan
Terkenal sebakas Uluh Manna, asal muasal niniak lanang kami (cerito mak yak sete) πππkarena kita muslim dan hidup di jaman yg berbeda maka saya ucapkan Wallahu Alam Bi syawab
EmoticonEmoticon