Tak banyak yang tahu bahwa pucuk emas di Monumen Nasional, Jakarta
berasal dari Lebong Tandai, Kabupaten Napal Putih, Bengkulu. Pada era
Presiden Soekarno, seorang pengusaha pribumi asal Aceh bernama Teuku
Markam menyumbangkan emas tersebut sebagai bagian dari proyek
pembangunan Monumen Nasional di tahun 1959.
Desa Lebong Tandai pernah menjadi kawasan primadona di wilayah
nusantara. Jauh sebelum perusahaan tambang emas Freeport berkuasa,
harumnya komoditas emas sudah tercium lebih dahulu dari wilayah Barat
Indonesia itu. Pemerintah kolonial Belanda menyadari betul potensi alam
ini meskipun Lebong Tandai berada di pedalaman dan sulit mendapatkan
akses menuju tempat ini
Tak salah bila Lebong Tandai dijuluki sebagai Batavia Kecil karena
posisinya yang amat penting dalam menunjang perekonomian pemerintah
kolonial. Padahal awalnya wilayah ini termasuk di bawah kekuasaan
Kerajaan Inggris sebelum kedua negara melakukan pertukaran daerah
koloni. Sesudah tahun 1890an, Inggris mendapatkan Singapura yang berada
di wilayah semenanjung Malaya, sementara Belanda mendapatkan Sumatera
bagian selatan termasuk Bengkulu. Bahkan, sebelum Belanda datang,
masyarakat sekitar mengenal Lebong Tandai sebagai sudah Svarnadwipa atau
Pulau Emas.
Alex L ter Braake, penulis buku Mining in the Netherlands East Indies
(1944), menuliskan, tahun 1910, sebuah perusahaan tambang emas asal
Belanda, Mijnbouw Maatschappij Simau memutuskan untuk mengelola tempat
itu menjadi area operasional. Di tahun itu pula perusahaan yang saat itu
baru berumur sembilan tahun tersebut membuat terowongan dan rel kereta
sebagai bagian dari konstruksi pertambangan. Mereka menjadi perusahaan
pertama yang melakukan eksploitasi emas secara besar-besaran di
nusantara.
Rata-rata setiap tahun tambang emas Lebong Tandai menghasilkan1 ton emas. Pada 1937, misalnya, produksi emas Lebong Tandai mencapai 1.095.538 gram. Periode 1900-1940 mungkin menjadi masa keemasan tambang ini karena mampu memproduksi 72% dari semua emas Netherlands East Indies yang totalnya mencapai 123 ton. Secara keseluruhan, ada tiga lokasi emas yang mereka kelola yaitu di Air Nuar, Lebong Tandai, dan Karang Suluh.
Rata-rata setiap tahun tambang emas Lebong Tandai menghasilkan1 ton emas. Pada 1937, misalnya, produksi emas Lebong Tandai mencapai 1.095.538 gram. Periode 1900-1940 mungkin menjadi masa keemasan tambang ini karena mampu memproduksi 72% dari semua emas Netherlands East Indies yang totalnya mencapai 123 ton. Secara keseluruhan, ada tiga lokasi emas yang mereka kelola yaitu di Air Nuar, Lebong Tandai, dan Karang Suluh.
Emas dari Lebong Tandai terkenal dengan sebutan emas si molek karena
alat pengangkut emas atau lori di Lebong Tandai dinamai si molek. Kereta
angkut yang dibangun Belanda ini berjalan di atas rel dengan jarak
tempuh sekitar 33,5 km menuju tambang.
Penggunaan lori diperlukan karena jalur ini sangat rawan longsor.
Jalur ini diapit oleh dinding tebing setinggi 25 meter dan bibir sungai
yang curam sehingga memerlukan alat angkut yang dinilai tepat dan
aman. Tempat pengolahannya pun masih sederhana. Para penambang
menggunakan Gelundung yang berbentuk selinder, panjang diameternya
mencapai 30 cm dan terbuat dari plat baja.
Ketika masa operasional tambang dimulai, Lebong Tandai dalam sekejap disulap menjadi kota kecil yang pada zaman itu terbilang cukup mewah. Mijnbouw Maatschaappij Simau membangun beberapa fasilitas seperti lapangan tenis, lapangan basket, rumah sakit, rumah bola (biliard), hingga rumah bordil yang populer dengan sebutan rumah kuning. Pembangunan fasilitas rumah bordil bahkan ditiru oleh PT Lusang Mining, perusahaan asal Australia yang menguasai wilayah ini pada tahun 1980an agar para pekerja tak mengajak keluarga tinggal di mess karyawan
Ketika masa operasional tambang dimulai, Lebong Tandai dalam sekejap disulap menjadi kota kecil yang pada zaman itu terbilang cukup mewah. Mijnbouw Maatschaappij Simau membangun beberapa fasilitas seperti lapangan tenis, lapangan basket, rumah sakit, rumah bola (biliard), hingga rumah bordil yang populer dengan sebutan rumah kuning. Pembangunan fasilitas rumah bordil bahkan ditiru oleh PT Lusang Mining, perusahaan asal Australia yang menguasai wilayah ini pada tahun 1980an agar para pekerja tak mengajak keluarga tinggal di mess karyawan
Pada zaman Belanda, segala fasilitas ini sengaja dibangun untuk memenuhi
kebutuhan para pekerja tambang yang kebanyakan didatangkan dari Jawa,
sekaligus para petinggi dan pasukan keamanan Belanda. Tak hanya itu,
pemerintah Belanda kerap kali mendatangkan penari-penari ronggeng dari
Jawa sebagai hiburan. Hal ini dibuktikan dengan nama sebuah jembatan
menuju Lebong Tandai yaitu jembatan Dam Ronggeng I dan Ronggeng II.
Bagi pekerja tambang yang sakit, di sebelah barat Lebong Tandai dibangun sebuah rumah sakit yang terletak di bukit barisan. Di sanalah para pekerja tambang itu ditampung. Kondisi alam dan alat kerja yang tidak menjamin kesehatan membuat banyak penambang mengalami sakit paru-paru. Paling lama enam bulan setelah datang ke Lebong Tandai, pekerja yang baru didatangkan dari Jawa pasti langsung sakit.
Bagi pekerja tambang yang sakit, di sebelah barat Lebong Tandai dibangun sebuah rumah sakit yang terletak di bukit barisan. Di sanalah para pekerja tambang itu ditampung. Kondisi alam dan alat kerja yang tidak menjamin kesehatan membuat banyak penambang mengalami sakit paru-paru. Paling lama enam bulan setelah datang ke Lebong Tandai, pekerja yang baru didatangkan dari Jawa pasti langsung sakit.
Sayangnya keberadaan rumah sakit ini tak banyak membantu. Bagi pekerja
yang sedang sakit akan diberi dua pilihan oleh perusahaan. Pertama
dipulangkan ke kampung halamannya atau kedua, dibiarkan berada di rumah
sakit hingga menuju ajal tiba. Maka dari itu di bagian belakang rumah
sakit terdapat areal pemakaman yang kebanyakan adalah korban Mijnbouw
Maatschaappij Simau. Tambang emas ini juga sempat dikuasai Jepang pada
1943 hingga 1945 ketika negeri matahari terbit itu mendarat di tanah air
sebelum akhirnya diambil alih pemerintah baru Indonesia.





1 komentar so far
"Selamat Datang Di DewaAduQ, Dilayani Oleh Customer Service yang siap melayani anda selama 24jam Non-Stop loh bos
dan dengan tingkat kemenangan hingga 94% bos
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆*1 User ID untuk 7 game*☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Minimal Deposit kami Hanya sebesar Rp 10.000,- & Minimal Withdraw kami Rp 20.000,-
HOT PROMO wwwDewaAduQcom yaitu :
⇨ BONUS TURNOVER 0.3% SETIAP Harinya ( jam 14.30 wib )
⇨ BONUS REFERRAL 20% SEUMUR HIDUP
⇨ BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon
Ayoo Segera Bergabung dengan kami Hanya di:
Link resmi : wwwDewaAduQcomLink alternatif : wwwDewaAduQnet"
EmoticonEmoticon