MASALAHNYA BUKAN ANTARA BENAR DAN SALAH, MELAINKAN BAGAIMANA ANDA BISA MEMPERBAIKI KESALAHAN
(BY G. WILWATIKA)
Jangan berdalih dan bersilat lidah hanya untuk menutupi kesalahan anda. Bukan antara benar dan salah, melainkan bagaimana anda bisa memperbaiki kesalahan anda.
Jangan menutup diri dan bersedia dengan lapang dada untuk dikritik.
Siapapun pernah melakukan kesalahan, bahkan para Nabi-pun sebagai
manusia yang diagungkan dan dimuliakan pernah melakukan kesalahan,
karena perbuatan salah telah menjadi kodrat manusia.
Memperbaiki dan menyadariyana adalah mutlak dilakukan oleh kita. Sikap
mau meyadari atas kesalahan merupakan sikap keberanian. Sikap yang
demikian tumbuh seiring denagn berkembangnya potensi terbaik dalam diri
yakni pikiran positif dan kehendak untuk berubah menjadi baik. Pada
dasarnya orang lain akan menilai anda bijak, jika anda menampakkan sikap
yang terbuka dan mau berbagi dan mengoreksi setiap kesalahan anda dan
membenahinya.
Namun ironis jika anda berusaha menutupi kesalahan dengan dalih
dan alasan agar anda tampak sebagai orang yang tidak bersalah, malah hal
yang demikian membuat anda terkesan seperti orang yang kalah yakni
kalah atas diri sendiri karena tidak mau mengakui dan memperbaiki
kekurangan diri sendiri. Bersikaplah berani terbuka atas sesuatu yang
bisa membuat anda lebih baik dan maju sehingga orang lain tidak
menganggap anda sebagai pengecut atau pecundang atas diri sendiri.
EmoticonEmoticon