Showing posts with label Budi Daya. Show all posts
Showing posts with label Budi Daya. Show all posts

TIPS BAGAIMANA BUDIDAYA KROTO

Kroto adalah telur rangrang berwarna putih memanjang berujud seperti butir nasi yang dijadikan makanan burung berkicau paling dicari oleh penggemar burung kicauan. Namun nahasnya, semakin hari jumplah pasokan kroto dipasar mengalami kelangkaan yang membuat harga satu kilogramnya bisa mencapai Rp 100.000. Karena keadaan tersebut, situs tips wisata murah membaca adanya peluang usaha yang bisa dimanfaatkan, Dan ternyata memang benar, karena dibeberapa tempat sudah ada orang yang berternak kroto dengan cara mudah tapi penghasilan melimpah. Adapun cara yang mereka pakai seperti kami tuturkan dibawah ini.

Cari sarang ratu semut rangrang ( bahasa jawane semut krangkang) potong cabang tempat semut bersarang Taruh di toples atau ember atau pada batang pohon baru yang dikehendaki Biarkan dia merasa nyaman ditempat barunya Taruhlah yang berbau manis atau bangkai serangga ditempat yang baru tersebut. Bisa juga bekas tulang ayam yang habis kita makan. Atau binatang reptil seperti cacing dan seterusnya.

Sekedar Informasi tambahan tentang budidaya kroto
Ratu semut berukuran paling besar dan biasanya bersarang di sarang pusat, yang konon menurut catatan yang dijumpai situs tips wisata murah menyatakan, jumlahnya bisa mencapai 2-6 ekor per koloni.. Selain itu ada sarang telur, dan sarang satelit yang secara rinci bisa anda baca di www krotosemut.com. Supaya pasukan semut merah itu mau bekerja dengan hasil maksimal. Servis dari peternak seperti tips diatas wajib diperhatikan. Terutama jangan lupa setiap hari memberi cairan manis disekitar tempat sarang lava

Semut merah penghasil kroto yang produktif. setiap 10 hari bisa menghasilkan hingga 1 kg kroto baru. Sekarang kalau anda pngin mendapat hasil yang melimpah, tinggal menambah sarang dengan ratu semutnya ditempat tempat lain, yang menurut anda bisa dimanfaatkan untuk ternak kroto tanpa terganggu oleh binatang ternak seperti ayam kampung misalnya, dan semua aktifitas yang bisa membuat tidak nyaman ratu semut dan koloninya. Kalau hal tersebut mampu anda kerjakan. semoga berhasil dengan cara mudah budidaya kroto ini.

Demikan artikel singkat cara mudah budidaya kroto. Semoga bermanfaat.

CARA MENAMAM DAN MERAWAT LIDAH BUAYA


Lidah buaya atau Aloe vera adalah tanaman yang akrab di telinga. Selain sangat mudah perawatannya, tanaman ini pun dikenal punya banyak manfaat dan khasiat.

Lidah buaya biasanya ditanam di dalam pot sebagai tanaman hias. Daunnya berwarna hijau tua sampai hijau pucat ; di bagian belakang daun berwarna bintik-bintik putih. Bentuk daun ramping, tebal dan pada bagian tepi bergerigi kecil-kecil.

Bila Anda tertarik menanam dan mengembangkan tanaman ini, berikut ini adalah beberapa tip yang dapat dijadikan panduan.

  • Butuh waktu cukup lama buat lidah buaya untuk tumbuh di dalam ruangan. Namun Aloe Vera dapat ditanam di dalam rumah atau pun di luar rumah. Tanaman ini butuh cahaya alami dan akan tumbuh bagus bila memperolah cahaya langsung selama sekitar 4 jam sehari . Warnanya akan kecoklatan bila kontak sinar matahari secara berlebihan. Pada siang hari lidah buaya butuh suhu 68-72 derajat Fahrenheit, dan malam hari 50-55 derajat Fahrenheit.
  • Gunakan pot dengan media tanam dan pengairan yang baik. Media tanam yang cocok terdiri atas satu campuran bagian tanah kebun, satu bagian pupuk kandang atau kompos, satu bagian pasir, dan setengah bagian serbuk arang. Media tanam diusahakan dalam kondisi agak ekring, tidak boleh terlalu basah. Karena lidah buaya salah satu jenis succulent, jangan terlalu sering disiram.
  • Pastikan tanah atau pasir dalam pot tetap kering sebelum disiram. Pastikan pula ada lubang di bawah pot supaya air dapat mengalir dengan mudah.
  • Tanaman yang baru dibeli tidak perlu langsung dipupuk pada tahun-tahun pertama. Tunggu sampai tahun berikutnya
  • Pengepotan kembali dilakukan saat media telah menjadi padat dan tanaman sudah memenuhi pot. Pengepotan dapat dilakukan setiap waktu.


    Sumber: KCM

MENANAM KAKTUS UDANG UNTUK KEINDAHAN


Tanaman kaktus sangat identik duri dan padang pasir. Bagaimana jika tanaman jenis ini malah tidak bisa tumbuh dengan intensitas matahari yang tinggi? Bagaimana pula jika batang kaktus tak berduri?

ADA tanaman yang menyita perhatian ketika berkunjung ke salah satu stand pameran Flora dan Fauna yang diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta. Bentuknya khas, bunganya menawan, membuat siapapun akan tertegun dan terpesona keindahannya.

Tak disangka tanaman tersebut masuk ke dalam family tanaman kaktus. Dari bentuk dan karakteristik tanaman, tak terlihat sedikitpun ciri-ciri dan bayangan pohon kaktus sama sekali. Bahkan jika dilihat sekilas, tanaman ini lebih mirip dengan bunga wijayakusuma.

Kaktus udang, itulah nama tanaman tersebut. Bahasa inggrisnya shrimp cactus, sedang dalam bahasa latin bernama Schlumbergera russelliana. Kaktus udang ini juga dikenal dengan nama kaktus natal. Pasalnya, kaktus jenis ini selain memiliki bunga menawan, warna memukau, juga berbunga banyak dengan ukuran bunga cukup besar. Hal inilah yang membuat orang terpikat akan kaktus ini hingga sering dijadikannya hadiah pada saat hari raya Natal.

Pipih Tak Berduri
Dilihat sekilas, batang tanaman kaktus udang ini lebih mirip daun dibanding batang pohon. Batangnya berbentuk pipih seperti lembaran dan berwarna hijau. Sedangkan jenis batangnya sama seperti kaktus pada umumnya. Memiliki batang sukulen, yaitu batang yang mengandung dan dapat menyimpan banyak air.

Inilah cara kaktus bertahan hidup clan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Cadangan air ini digunakan pada saat musim kemarau tiba, sehingga mereka masih bisa beradaptasi di saat musim ini. Sedangkan saat musim penghujan, batang kaktus udang akan terlihat membesar atau menggemuk. Hal ini dikarenakan batang terisi air.

Tanaman kaktus udang batangnya agak keras dan tak memiliki daun. Dalam hidupnya, kaktus jenis ini hidup berkoloni hingga di habitat aslinya terlihat seperti semak. Selain itu, kaktus ini memiliki sosok yang berbeda dengan kaktus pada umumnya. Tak ada duri di batangnya sama sekali sehingga cocok dan aman ditaruh di dalam rumah.

Warna Cerah Memukau

Semua jenis bunga kaktus udang bermekaran di setiap ujung-ujung batangnya. Warna-warna cerah dan memukau, menjadi daya tarik dan juga pusat perhatian dari tanaman ini. Ada 5 jenis pilihan warns yang bisa dinikmati. Mulai dari merah muda, merah tua, ungu, putih, dan peach. Inilah yang membedakan jenis kaktus udang yang satu dengan lainnya. Karena jika dari bentuk batang tanamannya, semua bisa dikatakan serupa.

Menurut Rose dari nurseri Floribunda, bunga dengan warna merah tua adalah yang paling banyak dan digandrungi pecinta tanaman. "Selain warnanya terlihat segar, juga terlihat sangat mencolok bila pandang mata," lanjutnya. Ukuran bunga yang sedang mekar sempurna berkisar 46 an. Sedang ukuran pohon bisa mencapai ketinggian 50 cm.

Bunga kaktus udang tak mengenal musim berbunga. Selama hidupnya, tanaman ini selalu berbunga. Inilah yang menjadi daya tarik kaktus udang dibandingkan dengan tanaman lain. Keindahan bunganya bisa dinikmati setiap saat dan setiap waktu. Tak perlu menunggu waktu lama.

Butuh Cahaya Bukan Sinar Matahari
Kaktus udang atau Schlumbergera russelliana ini hidup di daerah hutan hujan tropis, bukan di padang pasir di mana kondisi lingkungan yang panas dan tandus. Kaktus udang ini menyukai cahaya, tapi bukan sinar matahari. Karenanya kaktus ini tidak bisa ditanam pada daerah yang terkena panas terik matahari langsung karena mengakibatkan kaktus udang layu bahkan mati.

Pada habitat aslinya, kaktus jenis ini hidup epifit, menumpang pada batang pohon atau tanaman lain. Tanah di daerah hutan hujan tropis yang terlalu basah tak cocok untuk hidupnya. Dalam kondisi terlalu basah, batang kaktus akan cepat membusuk. Akan tetapi, saat ini tanaman kaktus udang dapat dikembangbiakkan dan ditanam dalam media tanah, dengan syarat tanah jangan terlalu lembap.

Sebaiknya kaktus jenis ini diletakkan di teras rumah, di bawah atap fiber, dalam ruangan yang dekat jendela agar cahaya matahari masih bisa diterima dengan baik. Kaktus udang juga bisa menjadi tanaman pot gantung. Bentuk batangnya yang lembaran dan juga berkoloni serta bunga yang selalu bermekaran menjadi pesona tersendiri.

Praktis dan Tak Merepotkan
Kaktus udang merupakan jenis tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus. Tidak rewel dan juga tidak rentan terkena hama penyakit. Cukup lakukan pemupukan untuk merangsang pertumbuhan dan juga memperbanyak bunga.

Menurut Rose dari nurseri Floribunda, yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pemupukan rutin. Jika menggunakan pupuk cair cukup diberikan 2 minggu sekali, untuk pupuk butir 1 bulan sekali, seclang untuk kompos juga sebulan sekali. Tinggal pilih mana yang disuka.

Untuk penyiraman, tidak perlu dilakukan setiap hari, jadi menghemat air. Kaktus udang ini menyukai media tanam yang tidak terlalu basah clan tidak terlalu kering. Jika terlalu basah, batang kaktus akan mudah membusuk.

Cara menanamnya pun tidak repot, tinggal tanam, langsung bisa tumbuh. Secara alami, kaktus jenis ini berkembang biak dengan biji yang tanaman ini hasilkan. Proses penanamannya pun mudah, cukup tanam biji dalam tanah dan sang biji akan tumbuh. Tetapi perkembangbiakan dengan metode penanaman biji dinilai lambat dan terlalu lama. Orang lebih senang untuk memperbanyak dengan sistem cutting (stek). Cukup potong bagian batang, dan tanam di pot baru atau di tanah. Cara ini di nilai cepat dan praktis untuk mengembangbiakan tanaman kaktus ini.(Tabloid Rumah/Irfan Hidayat)

Murah Meriah
Tanaman kaktus udang ini mudah mendapatkannya, banyak dijual di nurseri-nurseri dan pusat-pusat tanaman hias. la dijual dalam bentuk pot-pot tanaman. Harganya pun relatif murah. Untuk pot diameter 10 cm harganya Rp.15.000, dan pot diameter 15 cm harganya Rp.30.000,-.

Sedang untuk kaktus udang yang diokulasi ke tanaman lain, harganya relatif iebih mahal. Untuk pot diameter 15 cm harganya bisa mencapai Rp. 250.000. Kaktus jenis ini bisa dijadikan solusi bagi orang-orang yang sibuk yang ingin menghadirkan tanaman indah di dalam rumah. Selain perawatannya mudah, harganya pun murah.

Klasifikasi kaktus udang
=============================
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Hamamelidae Ordo Caryophyllales
Famili : Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus : Schlumbergera
Spesies : Schlumbergera russelliana (W.J.Hooker) Britton
=================


Sumber: KCM

MENANAM DAN MERAWAT MELATI AIR


Melati Air, Si Eksotis Yang Rajin Berbunga Tanaman ini punya banyak kelebihan. Selain ­rajin berbunga tak kenal musim, melati air (Echinodorus palaefolius) juga punya bentuk daun yang eksotis, makin ke atas makin melebar.

Tanaman ini punya banyak kelebihan. Selain ­rajin berbunga tak kenal musim, melati air (Echinodorus palaefolius) juga punya bentuk daun yang eksotis, makin ke atas makin melebar.

Ada 3 jenis melati air yang dikenal secara awam. Menurut Muslim dari Duta Lotus Sawangan, Depok, ada yang biasa disebut dengan melati air nomor 1, nomor 2 dan nomor 3. Masing-masing memiliki ciri berbeda.

Yang paling laku adalah melati air nomor 3. Perbedaannya, melati air nomor 1 memiliki bentuk daun lebih tebal dan lebar seperti mangkuk, tanpa gelombang di sekeliling daunnya. “Bunganya dobel, satu kuncup bisa muncul beberapa bunga,” tambah Muslim.

Bentuk daun melati air nomor 2 mirip dengan nomor 1. “Bedanya, sekeliling daunnya bergelombang. Bunganya juga dobel,” lanjutnya. Sementara melati air nomor 3 daunnya lebih kecil dengan corak kehitaman semacam tompel, dan batang lebih panjang.

Tompel ini bukan penyakit atau kelainan pada tanaman, melainkan ciri melati air nomor 3. Ada lagi melati air variegata dan melati air daun merah. Daun dan batangnya berwarna merah, sementara bunganya putih besar.

Ada beberapa gangguan yang sering mampir ke melati air. Yang pertama adalah karat pada daun. Muncul bercak kekuningan di daun akibat terkena air hujan, khususnya pada jenis melati air nomor 1. Agar tak terkena penyakit karatan, hindari terkena air hujan secara langsung.

“Bisa menggunakan atap tembus matahari, misalnya fiber. Ini akan mencegah daun dari karat,” kata Muslim. Penyakit lain adalah serangan kutu hitam dan belalang. Untuk mengatasinya cukup menggunakan insektisida seperti Furadan atau Decis.

Gampang Stres

Bunga melati air berwarna putih dan muncul sepanjang waktu. Bunga inilah yang digunakan untuk perbanyakan. Setelah mekar dan keluar tunasnya, kemudian keluar daun.

Nah, daun ini lalu dipotong dan ditancapkan ke media tanam. “Satu pucuk bisa berisi 3 tunas. Bisa langsung ditanam sekaligus, bisa pula dipecah satu-satu,” lanjut Muslim yang sudah puluhan tahun membudidayakan tanaman air.

Yang harus diingat, kadar stres melati air cukup tinggi. “Jadi, kalau mau memecah bunga, sebaiknya hati-hati. Kalau dipecah, pasti stres, meskipun nggak sampai mati. Paling daunnya hangus atau kering dan kita berharap ke daun baru ­untuk keluar tunas baru.”

Daun yang stres ini sebaiknya dipotong, sementara tunasnya langsung ditanam, ­tidak perlu dipecah-pecah. “Ini supaya ketika satu rusak, daun lainnya masih bisa ber­kembang dan bagus tampilannya.”

Tapi, jangan khawatir, perawatan melati air ­relatif gampang, kok. Yang penting cukup air, tidak kering kerontang. “Sebetulnya kondisi lembap pun sudah cukup. Bahkan, dilempar pun bisa hidup, kok. Cuma, tergantung kebiasaan. Kalau sudah terbiasa tergenang air, sebaiknya harus selalu ter­genang,” imbuh Muslim.

Begitu tumbuh akar, melati air akan mencari sendiri tanah yang sesuai untuknya. Yang penting tanaman air bisa berdiri tegak, se­telah itu ia akan menyesuaikan sen­diri.

Perawatan sehari-hari yang lain adalah rajin-rajin mengecek apakah ada belalang atau kutu hitam. Kutu hitam akan menyebabkan daun tak bisa membesar. Kutu hitam juga cepat menular dan beranak.

Pas Di Mana Saja
Penempatan melati air di areal rumah relatif bisa di mana saja. Menurut Andie, landscapper dari x-oticgarden Bandung, melati air bisa ditanam di mana saja di seluruh bagian rumah. Bisa di halaman ­belakang, di samping, atau di halaman depan rumah.

“Yang penting mendapat ­cahaya cukup, karena bunga bisa layu kalau kurang cahaya. Tapi jangan ter­lalu teduh atau terlalu panas, karena ­tanaman bisa kerdil,” katanya.

Soal wadah atau pot, kata Andie, bentuknya kembali ke konsep keseluruhan rumah. “Kalau konsep rumahnya tropis, bisa pilih bentuk pot natural, kalau minimalis pilih bentuk geometris. Sementara untuk material bisa memilih gerabah atau batu alam.”

Tak Boleh Sembarang Bongkar
Banyak juga yang mengeluhkan tanaman air cepat rusak. “Sebetulnya itu tergantung perawatannya. Kuncinya hanya dua, yaitu cukup air dan pemberian pupuk NPK. Pada saat daun mulai mengecil atau menguning, saatnya memberi beri NPK. Biasanya daun akan normal kembali,” kata Muslim.

Setelah tanaman cukup besar, sebaiknya dipindah ke wadah yang lebih besar. Bisa ke bak atau pot. “Melati air sangat bagus tumbuh di media yang lebar. Makin lebar dan besar wadah, makin bagus tampilannya. Bisa menggunakan pot tanah, sementara media tanamnya lumpur, pupuk kandang, ditambah pupuk NPK.”

Yang harus diperhatikan, sebaiknya berhati-hati ketika memindahkan melati air dari ember ke wadah yang lebih besar, pot misalnya. Tak boleh sembarang bongkar agar akar tanaman tidak putus.

Cara yang tepat, dengan menuangkan melati air beserta media tanamnya dari wadah asal dan biarkan ia keluar dengan sendirinya. Setelah keluar, baru diangkat dan dipindah ke pot.