Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

WARNA BUNGA DAN ARTINYA

WARNA BUNGA DAN ARTINYA
Say it with flowers, itulah ungkapan yang sering kita dengar untuk mengungkapkan sesuatu pada seseorang.


Bungalah yang selalu mewakili perasaan kita terhadap seseorang yang kita kasihi dan membuatnya sangat berarti dalam hidup Anda.

Selama beberapa waktu orang mengelompokan bunga sesuai dengan artinya.
Bunga juga bisa kita manfaatkan dan menolong kita sebagai wakil untuk mengungkapkan perasaan yang tak mampu disampaikan lewat kata-kata.

Ada berbagai macam jenis bunga dan setiap bunga memiliki arti tersendiri, contohnya :

Cinta, cantik, keindahan, kebijaksanaan, perhatian, perbaikan, Chinese symbol untuk banyak anak
  • Pink : kasih sayang murni
  • Kuning : keanggunan
  • Hitam : kekuasaan dan otoritas mutlak
  • Putih : keindahan, kelembutan, kemurnian, kepolosan, kebaikan
  • Merah : semangat, daya energi, kekuatan cinta
  • Lavender : memprovokasi percintaan dan keanggunan
  • Ungu : membangkitkan misteri dan ketidakpastian
  • Biru : bermakna dalam, kekuatan dan stabilitas

Cinta yang terpendam, cinta suci dan keindahan
  • Kuning : cinta rahasia
  • Merah muda dan Putih : persahabatan
  • Pink : keanggunan

Ikatan kasih sayang, kesehatan, enegi dan daya tarik.
  • Pink : Aku tidak akan melupakanmu
  • Merah : Aku menginginkanmu, rasa kagum
  • Ungu = ketidak teraturan, bertingkah, berubah-ubah
  • Warna Solid : Ya
  • Bergaris : Tidak, penolakan
  • Kuning : Penolakan , penghinaan, kamu mengecewakanku
  • Putih : cinta murni, “good luck” (bila diberikan pada wanita), manis dan cantik.

Symbol cinta, keindahan, kecantikan dan kesabaran
  • Aster Cina : kesetiaan, kecemburuan

Pesona Dewasa
  • Lavender : ketenangan

Kegembiraan, kasih sayang, persahabatan dan rahasia
  • Merah : Cinta
  • Putih : kejujuran/kebenaran, setia
  • Kuning : cinta yang bertepuk sebelah tangan
  • Ungu : keinginan kuat untuk sehat

Kepolosan, kemurnian, kesucian, kesetiaan, kelembutan, kesederhanaan
  • Putih : kepolosan, cinta setia
  • Merah : kecantikan yang tidak diketahui pemiliknya, cinta, tulus, sederhana, cinta yang jauh dari gairah yang berlebihan, cinta diam-diam
  • Oranye : kehangatan, sukacita, semangat

Kemurnian, kesopanan, suci
  • Putih : pengabdian, persahabatan, simpati, mulia, murni, suci
  • Merah Muda : kekayaan dan kemakmuran
  • Orange: kebencian, penghinaan, kesombongan
  • Kuning : kebohongan, kepalsuan, keriangan

simbol cinta dan gairah
  • Pink : Sayangku, rasa kagum , kebahagiaan, “percayalah padaku”, terimakasih
  • Merah : Cinta , cantik , aku cinta padamu , rasa hormat , keberanian
  • Merah Hati : Kecantikan
  • Merah dan Putih : Simbol penyatuan
  • Merah dan Kuning : Ucapan selamat, persahabatan atau jatuh cinta
  • Kuning : Awal baru, kegembiraan, persahabatan ( dulu mawar kuning berarti ketidaksetiaan, cemburu)
  • Kuning dan Jingga : Semangat
  • Putih : Cinta Sejati, lugu, amat menyenangkan, rahasia dan diam
  • Jingga :Keinginan, antusiame
  • Peach : Manis, rasa terimakasih, apresiasi, kekaguman, simpati
  • Ungu : Keunikan, cinta pada pandangan pertama, perlindungan cinta ibu/ayah
  • Biru : Misteri
  • Hijau : Tenang
  • Hitam : Kematian


Cinta yang Sempurna
  • Putih : permohonan maaf
  • Merah : percayalah padaku , deklarasi cinta
  • Kuning : cinta yang tidak ada harapan, cinta bertepuk sebelah tangan
  • Orange : energi (semangat), hasrat dan gairah
  • Pink : peduli
  • Ungu : kebangsawanan
  • Dua warna : mata yang indah
Tiap-tiap bunga dengan warna berbeda bisa diinterpetasikan secara keilmuan bahkan tradisional.

Keilmuan:
Jika dibedakan dari segi keilmuan, warna diketahui bisa membawa efek ke dalam pikiran. Jadi, sebuah warna bisa mempengaruhi kesenangan, tekanan dalam tubuh, membawa energi, atau bersifat menenangkan.

  • Merah: melambangkan romantis
  • Kuning: melambangkan persahabatan
  • Putih: melambangkan penghormatan
  • Peach: melambangkan tanda terima kasih
  • Merah muda: melambangkan penghargaan
  • Oranye: melambangkan api semangat
  • Ungu: melambangkan cinta pada pandangan pertama

Bunga juga bisa digunakan sebagai pengobatan. Misalnya:
  • Hitam: bisa menimbulkan tenaga, percaya diri, dan meningkatkan kemampuan
  • Biru: memberikan ketenangan dalam pikiran dan jiwa. Warna ini juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi
  • Merah: digunakan untuk memacu semangat dan pembangkit gairah
  • Hijau: memberikan relaksasi pada pikiran dan tubuh
  • Ungu: menimbulkan rasa tenang dan damai
  • Merah muda: memberikan ketenangan
  • Kuning: mencerminkan energi dan menyebarkan cahaya

Bunga Bougenville dan Perawatannya

PERAWATAN Bunga Bougenville
gayahias bunga Bougenville 

Tentang Bunga Bougenville
  • Nama popular : Bougenvil, bougenville, bunga kertas
  • Nama Latin : Bougainvillea spectabilis
  • Family : Nyctaginaceae
  • Daerah asal : Amerika Selatan
  • Penempatan : pagar, balkon
  • Perbanyakan : biji, stek batang
  • Media tanam : campuran tanah kebun, pasir, dan pupuk kandang

Bougenville atau Kembang Kertas, di sebut bunga kertas karena bunga tersebut tipis tampak seperti kertas.

Keindahan tanaman ini berasal dari bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian, karena tumbuh dengan rimbunnya.

Tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya.

Bougenville memerlukan pemangkasan teratur untuk mempertahankan bentuk yang cantik. Bougenville dapat muncul dalam warna merah, pink, orange, putih, biru, ungu dan kuning.

Perbanyakan tumbuhan bougenville dapat dilakukan dengan setek batang, cangkok, okulasi, atau biji. Bougenville dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

Untuk tempat tumbuhnya, dibutuhkan tanah gembur berpasir, terbuka, dan selalu terkena sinar matahari.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman ini, agar dapat hidup tahan lama dan lekas berbunga. Berikut beberapa tips :

1. Pembungaan pada bougenville dapat dirangsang dengan mengatur pemberian air. Biarkan tanaman bougenville hidup tanpa diberi air selama beberapa hari sampai daun-daunnya mulai gugur. Lalu berikan air dalam jumlah berlebihan hingga tanah menjadi jenuh. Perubahan mendadak tersebut akan menghasilkan kuncup bunga di seluruh cabangnya.

2. Duri bougenville sedikit mengandung racun. Jika bagian tubuh kita tergores olehnya, maka akan terasa pegal di sekitar kulit yang terluka selama beberapa lama tetapi rasa pegal tersebut akan hilang dengan sendirinya.

3. Penampilan bougenville mudah dikreasikan dengan teknik okulasi dengan menempelkan beberapa tunas pada satu tanaman induk. Sehingga dapat dijumpai beberapa jenis bunga dalam satu tanaman.

Dengan keindahan bunganya, tanaman Bougenville akan menambah keasrian rumah Anda.

CARA Pembiakan Bonsai dari Biji



Sebelum membeli biji, pastikan apakah spesiesnya sudah cocok. Informasi dapat kita peroleh dari iklan di majalah pertanian.

Gunakan tanah yang banyak pasirnya tetapi tanpa pupuk tambahan.
Biji yang berkulit keras akan lebih cepat berkecambah apabila kulitnya sedikit diretakkan atau disayat.
Biji-biji sebagian besar spesies tanaman keras perlu dipersiapkan kondisinya terlebih dahulu agar bisa berkecambah. Cara terbaik adalah dengan menyemainya di luar ruangan. Bila ingin menyemainya di dalam ruangan, campurlah biji dengan pasir yang agak kering dalam satu baki besar dan masukkan dalam lemari es selama beberapa minggu. Biji pohon maple bisa berkecambah selama dua minggu meskipun disimpan dalam lemari es.
Bila kita menyemai biji di dalam ruangan, kuatkan dulu benihnya sebelum ditanam di luar secara permanen.
Biji dari beberapa spesies membutuhkan cukup lama untuk berkecambah.

Penyemaian:
  1. Setelah dibersihkan tanamlah biji dalam sebuah baki yang telah diisi lapisan kompos yang baik. Aturlah dengan jarak yang sama. Biji yang keras akan berkecambah lebih baik jika kulitnya dipecahkan atau disayat dengan pisau tajam.
  2. Tutuplah biji dengan kompos setebal biji. Jangan tekan kompos biarkan tetap longgar agar biji bisa bernafas.
  3. Baki biji harus disemprot dengan air. Bisa juga diberikan fungisida berbasis tembaga seperti senyawa cheshunt yang akan membantu mencegar pembusukan biji maupun mencegah penurunan kekuatan bibit yang dihasilkan.
  4. Tutuplah baki tetapi biarkan lubang ventilasi tetap terbuka. Letakkan baki di luar ruangan agar biji beradaptasi dengan perubahan suhu udara.

Tips & Perawatan Anthurium Spesial

Cara Tangani Daun Bermasalah

Daun jadi elemen penting dalam anthurium. Uuntuk itulah keberadaan bagian ini tak pernah luput dari perawatan dan perhatian khusus. Segala cara dilakukan demi menjaga kesehatan dan kelangsungan hidupnya.
fokus4.jpg
Beberapa bulan yang lalu, Rudi membeli jenmanii cobra remaja dengan harga Rp 3 juta. Sebagai penghobi pemula, Rudi mengaku masih bingung apa yang harus dilakukan dan apa yang tak harus ia lakukan. Dalam hal itu, metode perawatan yang diketahuinya sangat minim. Baginya, mungkin penyiraman dan pemupukan sudah cukup memanjakan anthuriumnya.
Namun beberapa minggu berselang, bukan keindahan yang ia dapatkan, justru kesuraman daun mulai terlihat. Daun yang semula hijau, lambat laun kian menguning dan keriting. Melihat kejadian itu, Rudi pun panik. Seakan tak tahu apa yang ia lakukan, intensitas penyiraman dan pemupukan pun malah ditambah, demi memenuhi kebutuhan nutrisi tanamannya itu.
Sialnya, bukan kesembuhan dan kesegaran yang ia dapat, beberapa bulan berselang, daun anthuriumnya mulai berubah kuning solid dan akhirnya berguguran. Rasa kecewa jelas terpancar di wajahnya. Pasalnya, bukan harga yang ia sesalkan, harapan agar tanamanya tumbuh besar dan sempurna tak bisa diraih. Jangankan tumbuh bagus, mencapai daun tujuh pun tanamannya tak mampu bertahan.
Masalah yang dihadapi Rudi itu mungkin pernah juga Anda alami. Terutama bagi Anda yang baru beberapa bulan menggandrungi si raja daun asal Brasil ini. Kurangnya pengetahuan tentang pola perawatan hingga intensitas penyiraman dan pemupukan, membuat harapan yang besar pada anthurium jadi sesuatu yang mengecewakan. Bahkan mahalnya harga, tak jarang membuat seseorang jadi paranoid terhadap perawatan.
Beberapa orang menaruh tanaman mahalnya ini dalam ruangan khusus untuk mengkarantina dan menjauhkan kontak dengan orang lain atau tanaman jenis lainnya, agar tanaman tak rusak.

Namun sayangnya, tindakan yang dilakukan secara berlebih tanpa ada ilmu yang mendasarinya ini sangat tidak disarankan. Sebab, menurut Heru Trisaksono dari Ijo Royo Nursery Surabaya, laiknya tanaman yang lain, kehidupan anthurium tak bisa lepas dari faktor lingkungan dan sirkulasi angin yang baik.
Faktor lingkungan biasanya berpengaruh pada suhu, temperatur, dan kelembaban lingkungan hingga sistem pencahayaan. Sedangkan sistem sirkulasi udara, termasuk arah angin masuk dan keluar serta besaran kecepatan angin yang disarankan. Sistem pencahayaan yang baik adalah sekitar 60%, dengan kelembaban cenderung tinggi dan temperatur antara 200 sampai 270 C. Untuk itulah jika ingin mengkarantina anthurium, sebaiknya perhatikan beberapa persyaratan tersebut jika Anda tak ingin kecewa di kemudian hari.
Selain paranoid yang membuat anthurium dikarantina, perawatan over ternyata juga tidak baik buat anthurium. Niat hati mungkin ingin memanjakan anthurium, namun siapa sangka tindakan ini malah jadi boomerang yang dapat menyerang tanaman sewaktu-waktu.
Umumnya, tanda-tanda yang sering muncul pada daun yang diakibatkan karena perawatan over adalah daun berubah jadi warna kuning. Selanjutnya, daun yang menguning itu lambat laun berubah jadi kering dan berwarna kecoklatan. Jika sudah terjadi tahap itu, maka dalam hitungan beberapa hari, daun pun akan berlubang dan rusak.
“Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menangani daun yang sudah menguning, selain menunggu datangnya daun baru dan menghindari kejadian ini terulang pada daun yang lain,” kata Heru.
bersih.jpg
“Untuk itulah, sebelum menentukan anthurium sebagai tanaman yang akan dipelihara, alangkah baiknya jika Anda mencari sedikit informasi mengenai perawatannya. Sebab, secara umum merawat anthurium itu gampang-gampang susah. Jika sudah tahu caranya, merawat anthurium sangat menyenangkan. Dan sebaliknya, tanpa mengetahui proses perawatan, kegiatan pemeliharaan sering berujung frustasi,” lanjutnya.
Intensitas Panas dan Pupuk
Kuning pada daun anthurium tak selalu bagus. Jika jenis variegata semakin kuning malah semakin mahal, tapi kalau warna kuning akibat sakit pada anthurium dapat menurunkan gengsi dan harga jual. Terlalu sering menatap sinar matahari dan terlalu banyak pupuk diduga jadi salah satu penyebab daun berubah kuning. “Seperti halnya makan, segala yang berlebih itu kurang baik,” tandas Heru.
Itu berbeda dengan jenis variegata, kuning yang muncul karena sakit tampak berbeda. Jika pada jenis variegata daun yang berwarna kuning masih tampak segar, warna kuning pada daun sakit akan terlihat lebih suram. Selain itu, pada permukaan tak jarang daun sakit yang berwarna kuning akan terasa sangat kasar, karena adanya beberapa bagian yang rusak.
Pemupukan pada dasarnya tak perlu dilakukan seriap hari. Cukup 1-2 kali dalam seminggu. Proses pemupukan biasanya dilakukan dengan komposisi 10 CC pupuk dicampur dengan 8 liter air dan dilakukan apling tidak sekali dalam 4 hari.

Harap diperhatikan, proses ini sebaiknya dilakukan dengan tepat dan berlebih. Sebab, jika tanpa aturan tanaman akan cepat berubah kuning. Selain itu, penggunaan pupuk slow release sebaiknya diberikan selama sekali dalam 6 bulan saja.
usap.jpg
Selain pemupukan, sinar matahari dan suhu yang terlalu tinggi akan mengubah daun jadi kuning. Seperti halnya kulit yang terbakar, sinar matahari juga dapat merusak fragmentasi dan pigmentasi kesehatan daun anthurium. Waktu yang tepat untuk menjemur tanaman adalah sekitar pukul 08.00 sampai 10.00, dimana matahari belum terik. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka tanaman akan cepat rusak.
Namun selain beberapa faktor tersebut, warna kuning pada anthurium juga sering terjadi karena faktor usia. Umumnya, anthurium yang sudah keluar tongkol secara otomatis diimbangi dnegan berubahnya warna kuning pada daun

Seni Tempel Batang Bonsai

sambungan baru membentuk kontur lebih baik
Perbaiki Batang, Cabang Hingga Akar

Soelistio Sidhi berulangkali mengernyitkan dahi saat menggarap bonsai beringin miliknya. Sebab bentuk batang masih belum bisa sesuai dengan keinginan yaitu besar dan berkarakter. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini mendapatkan ide untuk melakukan tempel batang untuk mendapatkan batang yang lebih berkarakter.
Keluhan tentang kondisi batang yang kurang berkarakter sering menjadi dilema bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah terlihat janggal bila melihat bonsai namun batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab bagaimana pun bonsai selalu mencerminkan pohon tua kokoh dan mampu membuat teduh siapapun menikmatinya.
Teknik tempel ini memang bisa menjadi satu alternatif pengembangan karya seni bonsai untuk memberikan sentuhan baru saat mendapatkan bakalan yang kurang sempurna. Atau bisa juga untuk mengembalikan struktur tanaman yang rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya seni teknik ini tidak haram dilakukan dan berlaku untuk gaya apapun.
Sebenarnya teknik tempel sendiri sudah banyak diaplikasikan dalam dunia bonsai, bagian yang paling populer adalah pembentukan cabang baru dengan teknik tersebut. Disitu pebonsai bisa menentukan atau menciptakan batang baru di bagian tanaman yang diinginkan. Ini merupakan salah satu alternatif untuk menciptaka hasil yang maksimal.
Dalam pengembangannya teknik tempel ini juga bisa di jadikan satu cara untuk memperbesar atau mempergemuk salah satu bagian tanaman terutama untuk batang dan cabang. Disitu ukuran batang maupun cabang yang ingin diperbesar kita tempel dengan batang baru yang mengikuti alur batang lama.
Cara ini dinilai paling evektif karena tidak menghilangkan bakalan namun memberikan ornamen baru untuk gerak dasar yang lebih baik. Karena untuk menunggu tumbuh secara alami jelas tidak mungkin sebab waktunya bisa bertahun-tahun.
Posisi dan Sudut PandangMenentukan Hasil Jadi
Soelistio mengakui dari koleksinya banyak yang dikerjakan dengan tempel batang. Alasannya dengan tempel batang maka kreasi bonsai akan jauh lebih menarik. Karena aliran yang dianutnya universal. “Saya tidak fanatik dengan satu jenis tanaman dan satu aliran saja sebab seni punya penilaian yang universal,” imbuhnya menegaskan.
Memang dalam bonsai kreasi menentukan gaya tetap dari bakalan, nah dalam perjalanannya yang tentunya butuh waktu bertahun-tahun kadang dan cukup sering pebonsai menilai ada kekurangan dari karya yang dibuatnya. Bila dirasa terlalu besar akan lebih mudah yaitu dengan menguranginya namun bila kurang besar lain masalahnya. Karena sebagai mahluk hidup tentu perlu proses pertumbuhan untuk memperbesar.
“Memang dituntut kesabaran tapi bila bisa di lakukan dengan cepat dan bagus kenapa tidak,” tandas Soelistio. Pria murah senyum ini lantas menunjukkan beberapa koleksinya yang dilakukan tempel batang. Contohya pada jenis cemara udang, saat mendapatkan bakalan Soelistio mengaku masih kurang sreg pada bagian batang yang dinilai kurang bagus yang dinamainya seram.
Dari situ akhirnya dicarikan batang dengan jenis yang sama dan di tempatkan berdempetan pada bagian yang diinginkan. Memang prosesnya tidak semudah yang dibayangkan sebab saat penempelan batang besar dan baru harus berdempetan. Caranya beragam ada yang mengikat dengan tali/kawat atau ditekan pada penahan yang di paku langsung ke batang.
Tujuannya sama yaitu untuk menyatukan kambium agar bisa bergabung yang nantinya akan menjadi bagian dari batang besar. Batang sambungan ini diproyeksikan Soelistio untuk mengisi bagian yang kosong, sehingga tinggal menunggu sampai ukuran tepat sebelum digarap. Menunggu besarnya sambungan ini yang membutuhkan waktu cukup lama setidaknya 1 tahun.
Selain batang utama, teknik tempel juga bisa digunakan pada percabangan. “Dimanapun bisa dilakukan sebab teknik ini bisa mengisi bagian manapun,” imbuhnya. Disitu prosesnya memang cukup rumit karena bagian ini berada di atas sementara media tanam jauh dibawah. Jadi tempelan yang diinginkan harus panjang untuk bisa menjangkau media tanam.
Baik Untuk Akar
Selain memperkuat batang teknik ini juga bisa di lakukan untuk memberikan kekuatan baru diakar. Caranya hampir sama yaitu dengan menempelkan batang baru di batang lama. Hanya saja media tanam tidak satu pot dengan bonsainya. Lalu bagiamana batang baru ini bsia tumbuh?, “Buatkan lokasi media tanam baru,” terang Soelistio.
Disitu proses penyambungan batang bertujuan untuk menciptakan akar baru. Tujuannya jelas untuk memperkuat tampilan akar sehingga lebih kokoh. Bedanya dengan tempel batang untuk akar media tanam dipisah terutama pada batang besar.
Pola media tanam terpisah sengaja dilakukan pria yang menggarap bisnis advertaising ini. Sebab bila dimasukkan satu maka karakter tempelan tidak akan menonjol. Sehingga dipilih untuk mengeluarkan sambungan dan memberikan nutrisi ditempat lain.
Bila dilihat memang sedikit aneh dimana ada akar yang menjuntai keluar dari pot. “Bila ukuran sudah matang akar yang keluar kita potong dan dimasukkan ke media utama,” imbuhnya. Namun jangan dikira proses ini bisa cepat dilakukan sebab untuk mendapatkan hasil yang sesuai tetap butuh waktu yang tidak sebentar.
Munculkan Kontur Baru
Selain memperbesar batang proses penempelan ini juga akan memperbaiki kontur tanaman untuk menimbulkan kesan tua. Kesan ini akan muncul bila bakalan yang diambil mempunyai bentuk bulat dan halus. Penempalan batang selain mengisi bagian yang diinginkan juga membentuk motif bergelombang.
Kontur ini yang juga membuat batang yang ditempel akan lebih berkesan tua sebab terlihat seperti urat yang menonjol. “Banyak hal positif yang bisa diambil dari teknik ini,” ujar Soelistio. Apalagi caranya tidak terlalu sulit asalkan sudah mepunyai stok tempelan yang beragam. Karena setiap pohon punya kecocokan yang berbeda.
Tidak Semua Jenis Bisa
Meski menjadi satu teknik yang sangat membantu namun tidak semua jenis tanaman bisa dilakukan teknik tempel salah satunya untuk jenis santigi. “Santigi hampir dipastikan tidak bisa dilakukan penempelan,” imbuh Soelistio. Jadi bakalan yang kita dapat tidak bisa diperbesar kecuali menunggu secara alami dan sudah dipastikan waktunya akan jauh lebih lama.
Dari alasan ini yang membuatnya akhirnya mengkoleksi beragam jenis tanaman bonsai. Sebab setiap jenis akan memunculkan karakter yang berbeda. Memang diakui bahwa ada beberapa jenis bonsai yang mempunyak karakter lebih mudah untuk di lakukan kreasi. Contohnya untuk keluarga ficus, seperti beringin, hokian tea dan iprih sementara untuk jenis cemara ada cemara udang dan cemara angin. Untuk jenis ini hampir semuanya bisa dilakukan sambung batang.

PENYEBAB TANAMAN ENGGAN BERBUNGA



Ada beberapa penyebab tanaman bunga enggan berbunga. Jika hal itu terjadi pada tanaman kesayangan Anda, coba trik berikut. Kesal rasanya jika tanaman bunga kesayangan tak kunjung berbunga lagi. Padahal rasanya, ia baik-baik saja saat membeli. Mereka yang tidak sabar mungkin bisa segera mencabutnya dan mengganti dengan tanaman baru.

Jika hal ini terjadi pada tanaman bunga Anda, jangan buru-buru mencabut, apalagi membuangnya. Perhatikan dulu keadaan tanaman dan lingkungan sekelilingnya. Mungkin kebutuhan tanaman ini untuk berbunga tidak terpenuhi, sehingga ia enggan berbunga. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab.

1. Perhatikan penempatan tanaman. Apakah ia mendapat cukup sinar matahari, atau tidak. Banyak tanaman yang pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak mau berbunga, karena kekurangan sinar matahari. Jika memang demikian, artinya Anda perlu memindahkan tanaman ini. Atau rajin-rajinlah memindahkannya ke area kaya sinar matahari, terutama di pagi hari.

2. Daun yang terlalu rimbun. Beberapa jenis tanaman, tidak mau berbunga jika daunnya terlalu rimbun. Oleh karena itu, lakukan pemangkasan secara teratur, terutama setelah masa berbunga.

3. Terlalu banyak terkena sinar matahari. Coba lihat keadaan daunnya. Jika banyak yang berwarna kekuningan dan kering, artinya tanaman terlalu banyak diterpa sinar matahari. Hal ini juga bisa menyebabkan tanaman tidak subur dan tidak bisa berbunga. Sebaiknya hindarkan tanaman dari sinar matahari siang yang terik. Kecuali jika tanaman tersebut memang tahan terhadap panas matahari.

4. Media tanam keras dan kurang unsur hara. Jika ini masalahnya, Anda perlu menggemburkan kembali media tanam. Jika perlu ganti media tanam dengan yang baru. Jika perlu tambahkan pupuk sebagai nutrisi tambahan. Tanah yang subur sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Penulis: Anissa

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/04/10/17015170/jika.tanaman.enggan.berbunga

TANAMAN HIAS ROSELA MERAH


Tanaman ini memiliki warna menarik. Konon, buahnya berkhasiat sembuhkan penyakit. Sebut saja, penyakit langganan ketika usia senja, seperti diabetes dan hipertensi.

Sehat itu mahal. Sadar atau tidak, aneka polutan dan radikal bebas yang hidup dengan kita setiap hari, gaya hidup asal-asalan, dan kemudahan hidup yang dijamin teknologi, membuat sehat itu jadi hal langka. Namun jangan khawatir – karena sebagai penyeimbang – kini masyarakat mulai menerapkan hidup sehat, seperti minum jamu. Herbal yang dikemas jadi minuman terbukti secara pengalaman mampu mengurangi resiko ancaman penyakit.
Tak hanya di Indonesia, di Jepang masyarakatnya juga mengemas herbal jadi minuman segar, yaitu kebiasaan minum teh. Rasanya pahit dan warna teh hijaunya segar, seakan memberi nunsa sendiri bagi perlindungan diri terhadap penyakit. Tak selamanya teh yang menyehatkan itu berwarna hijau, karena minuman yang biasa disajikan dengan hangat atau dingin ini ada juga yang berwarna merah. Konon, ia memiliki peran herbal.
Teh merah. Begitu orang biasa menyebut teh yang sebenarnya bukan berasal dari daun teh ini. Pertama kali diperkenalkan di Indonesia tanaman ini sempat heboh. Dan percaya atau tidak, tanaman ini sudah lama dikenal dunia, maka jangan heran jika rosela merah memiliki banyak nama di beberapa negara.
Jamaican sorrel adalah sebutan yang diberikan oleh masyarakan India, oseille rouge disebut orang Perancis, quimbombo chino di Spanyol, karkade di Afrika Utara, dan bisap di Senegal. Di Indonesia, rosela merah tak hanya dikenal sebagai bahan herbal, tapi juga bahan pembuat makanan dan minuman. Beberapa orang sudah mengolah tanaman ini sebagai manisan dan beberapa lagi mengolahnya jadi sirup siap minum.
Ia berdaun dan bisa memiliki tinggi hingga 2 meter (batang). Buahnya mirip dengan bentuk kuncup bunga dan berwarna merah, sehingga ia dijuluki rosela merah. Uniknya, buah yang digunakan sebagai ekstrak dan olahan datang dari kulitnya. Sedangkan isinya, selain ditanam kembali, tak bisa jadi bahan makanan atau minuman. Budidayanya mudah dan perawatannya tak begitu sulit, membuat tanaman ini cepat berkembang, tak terkecuali di Indonesia.

“Pada dasarnya, menanam rosela merah mudah, seperti kita menanam pohon.

Hanya perlu diperhatikan, hasil yang maksimal dan mencegah kerontokan sampai kematian, sebaiknya tanah yang digunakan tak terlalu asam,” kata Petani Rosela Merah di Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel), Badrun. “Banyak dan mudahnya penanaman, membuatnya tak sulit mencari kebun dan hasil olahan tanaman ini,” lanjutnya.
Budidaya Rosela Merah Sendiri
Tak hanya khasiatnya yang bermanfaat bagi tubuh, bentuknya yang unik dalam balutan warna merah segar, membuat siapa saja tak bosan melihat tanaman berbuah ini, sehingga tak jarang rosella merah sengaja ditaruh di beberapa bagian depan rumah yang fungsinya sebagai tanaman hias.
Menurut Badrun, pada dasarnya memulai menanam tanaman ini tidaklah membutuhkan persiapan khusus. Hanya persiapan biasa yang dilakukan sesuai dengan dimana tujuan kita akan menanam tanaman ini.
I. Menanam di Pot
Warna buah merah merona di tengah tumbuh daun yang hijau dan terlihat segar jika terawat dengan baik, membuat tanaman ini kian cantik untuk dijadikan tanaman hias. Tak hanya di luar ruangan, dalam ruangan pun tanaman ini siap memperindah suasana lingkungan sekitar.
Menurut Badrun, beberapa tahapan yang harus dipersiapkan, yaitu pemilihan pot, penyiraman, penggunaan media tanam, dan pemupukan, terutama jika Anda ingin tanaman rajin berbuah. Lebar pot biasanya menyesuaikan dan sesuai dengan selera. Hanya seperti tanaman hias lain, bagian kedalaman guna tumbuh-kembang akar perlu diperhatikan. Pot yang digunakan umumnya menyesuaikan panjang akar.
Penyiraman dilakukan seperlunya. Dalam hal ini penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban dan menghindari dehidrasi media tanam, sehingga pendistribusian nutrisi seluruh bagian tanaman dilakukan dengan baik dan lancar. Laiknya sebuah tanaman hias, pemupukan sesering mungkin harus dilakukan. Selain menjamin nutrisi makanan tanaman, kebutuhan unsur tertentu membuat beberapa bagian akan terlihat tumbuh dengan maksimal.
Buah misalnya, bagian ini biasanya bisa dirangsang dengan penggunaan pupuk dengan kandungan Kaliun dan Pospor tinggi, disamping kandungan Nitrogen yang tetap ada, meski jumlahnya kecil. Jika Anda kesusahan menanam sejak kecil tanaman ini – sebagai alternative – Anda bisa mencarinya di beberapa nurseri setempat. Mudahnya penanaman, membuat tanaman ini mudah dijumpai dengan harga bervariasi. Umumnya, dalam satu pohon rosela merah dijual dengan harga sekitar Rp 30 ribu.
II. Menanam di Kebun
Selain bisa membeli bibit yang sudah remaja (sudah jadi pohon), Anda pun bisa mempersiapkan bibitan sendiri. Bagaimana cara mempersiapkannya, berikut uraian Badrun yang sudah malang-melintang menanam tanaman ini di tanah asam Kalsel.
“Setelah buah masak, di dalamnya sering ada biji. Jika sudah tua, bagian ini akan berwarna kecoklatan (jika masih muda berwarna hijau). Perbedaan warna ini yang pada akhirnya menentukan siap-tidaknya biji untuk ditanam. Sebab jika masih muda, bibit akan susah berkembang,” ungkap Badrun.
Setelah lahan dipersiapkan, dibuatlah lubang-lubang untuk tempat menanam. Untuk menjamin pembagian nutrisi yang baik dan seimbang, usahakan untuk memberi jarak sekitar 1 meter di bagian kanan, kiri, depan, dan belakang tanaman. Jarak ini adalah jarak ideal untuk menanam rosela merah.
Umumnya, dalam satu lubang cukup ditanami tanaman 2-3. Hal ini bisa berakibat pada masalah percabangan yang sedikit. Untuk menurunkan kadar keasaman tanah, biasanya digunakan kapur secukupnya dengan media tanah dan pupuk kandang sesuai dengan kebutuhan. Setelah berusia 2-3 bulan, tanaman mulai berbunga dan panen berlangsung saat berumur 5-6 bulan.
Panen rosela merah dilakukan secara bertahap, mulai dari bunga yang sudah tua selama dua minggu. Lebih jauh, Badrun menambahkan, rosela merah bisa ditanam di musim kemarau, asalkan pengairannya lancer. Misalnya, di sawah. Berdasar pengalamannya, rosela merah yang ditanam di pekarangan di musim kemarau, bunganya tak bagus dan batangnya kecil, meski dialiri air. Tanaman ini juga tak mau tumbuh, jika suhu lingkungan melebihi dari 230C.

Mengenal Tanaman Hias Kaktus Ekor Tupai

Ekor binatang lincah bernama tupai, rupanya jadi inspirasi nama untuk jenis tanaman kaktus. Tampilannya yang menjuntai bak ekor berpadu cantik dengan duri halus serupa bulu tupai. Tanaman gurun pasir ini cukup dapat dimiliki hanya dengan merogoh kocek sebanyak Rp 25 ribu. Cukup murah bukan?

Pesona kaktus tak hanya dikenal sebagai tanaman gurun. Predikat tanaman hias jadi alternatif interior hunian. Tampil dengan corak warna, pola, dan bentuk beragam inilah yang jadi sutu daya tarik. Bahkan tanaman yang seluruh bagiannya ditumbuhi duri ini, merupakan jenis tanaman yang familiar alias mudah dijumpai.

Hampir di setiap daerah, baik di Tanah Air ataupun mancanegara, tanaman ini selalu meramaikan dunia tanaman hias. Tak heran, jika tanaman kaktus ini memiliki jenis beragam, seperti kaktus ekor tupai ini.

Pesona si Tupai
Masing-masing tanaman kaktus memiliki keunikan berbeda, dimana setiap keunikan ini mampu menarik perhatian dan membangkitkan hasrat untuk memiliki. Ada yang unik di bagian corak warna, bentuk ataupun pola duri yang mendominasi. Bagaimana jika ketiga kategori unik ini saling berkolaborasi? Pastinya, pesonanya makin berkarakter. Seperti yang dimiliki kaktus ekor tupai ini.
Warna hijau sebagai latarnya berpadu cantik dengan tekstur duri yang menempel di bagian batang. Beralih ke bagian daun yang membentuk pola unik, serupa kulit kerang. Hanya daun kaktus tak sama dengan daun tanaman kebanyakan, yaitu teksturnya lebih tebal dengan warna hijau lebih muda dari batang, tapi tak ditumbuhi duri.

Hanya kelebihan daun tebalnya ini tak diimbangi dengan daya kuat. Sebab, struktur daun kaktus ekor tupai ini cenderung rentan patah atau lepas dari batang dan ini sering terjadi di daun tua. Berbeda halnya dengan struktur batang kaktus yang tergolong keras. Selain itu, batang kaktus merupakan bagian yang paling mudah mengalami pertumbuhan maksimal. Bukan tak mungkin, pertumbuhan batangnya bisa mencapai 1 meter.

“Batangnya tumbuh dengan pola menjuntai ke bawah. Itu sebabnya, kaktus ini dijuluki ekor tupai, karena memang bentuknya mirip,” kata Pebisnis Tanaman Hias di Kediri Jawa Timur (Jatim), Hari Sukoco.
Masih ada pesona bunga yang tumbuh di pucuk ujung batangnya. Tumbuhnya bunga kecil dengan kombinasi warna merah cerah dan muda, menjadikan tanaman ini terlihat lebih manis dan berpadu hijau batang yang segar. Namun butuh waktu lama untuk menunggu munculnya daun ini, yaitu antara 5-6 bulan.

Sedangkan untuk bunga yang sudah muncul, bisa bertahan hingga 1-2 bulan. Munculnya bunga pada kaktus ekor tupai ini tak mengenal musim, bergantung pada pertumbuhannya, dimana pertumbuhannya didasarkan pada perawatan sehari-hari.

Media Stabil
Sifatnya universal, karena proses adaptasi dan perawatan yang mudah untuk kaktus. Tumbuh di dataran rendah oke, di dataran tinggi pun tak masalah. Mengingat, kaktus merupakan jenis tanaman gurun, tentu media yang digunakan harus kering atau tidak terlalu lembab.
Perawatannya mudah diterapkan. Media tanamnya menggunakan pasir malang dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1. Sifat media yang porous (berongga) sebagai alternatif untuk memperlancar drainase ataupun aerasi. Tentunya, akan berdampak pada pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Penyiraman jangan dilakukan sesering mungkin dan jangan biarkan bagian akar tergenang air. Sebab, kelembaban tinggi akan menyebabkan tanaman tumbuh tidak optimal. Kerusakan bagian akar tanaman mudah berpeluang terjadi. Kemudian kebusukan akan merembet ke bagian batang tanaman.

Jika hal ini sampai terjadi, besar kemungkinan tanaman akan mati, sehingga untuk menghindari hal ini, penempatan kaktus harus diperhatikan, yaitu menempatkan di tempat yang kering dengan tingkat kelembaban rendah. Pasalnya, pada media dengan kelembaban tinggi, mikro-organisme akan mudah muncul. Tentunya, akan mengganggu pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

“Sebenarnya, kaktus bukan jenis tanaman yang rumit dalam hal perawatan. Memperhatikan media dan unsur yang dibutuhkan tanaman saja, sudah cukup,” imbuh Hari.

Tanaman Universal
Karena perawatan mudah dan termasuk salah satu jenis tanaman yang mudah dijumpai di berbagai daerah, membuat kaktus dapat tempat sendiri. Di balik pesonanya yang menawan, harganya relatif terjangkau, sehingga tanaman ini patut dipilih. Harganya bervariasi, antara 5-50 ribu.
Itu bergantung pada jenis dan tampilan yang ditampilkan. Semakin unik tampilannya, tentu akan makin mahal harga yang ditawarkan. Kecantikannya dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mempermanis huniannya. Bahkan tak sedikit juga yang menggunakan kaktus untuk alternatif bingkisan ataupun kado, baik untuk rekan, saudara ataupun keluarga, sehingga bukan tak mungkin pesona kaktus berpeluang dijadikan prospek usaha yang menjanjikan.

Sejarah Kaktus

Bila merujuk pada sejarah, kaktus telah tumbuh sekitar 100 juta tahun lalu. Dulu, kaktus punya bentuk tubuh tinggi. Lalu sekitar 60 juta tahun kemudian, kaktus dinyatakan punah. Itu terjadi akibat letusan gunung berapi yang ikut menenggelamkan Benua Amerika yang notabene tempatnya bertumbuh.

Usai kegiatan vulkanik gunung berapi itu berhenti, kaktus kembali tumbuh. Namun kaktus generasi ‘anyar’ ini tumbuh dengan bentuk yang lebih pendek dari moyangnya tadi. Kaktus bentuk pendek itulah yang sering kita jumpai di masa kini. Umumnya, kaktus datang dari dataran tandus, seperti Amerika Selatan dan Meksiko.

Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah, dengan frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat ekstrem. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kaktus itu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur dan Karibia.

Wilayah hidup kaktus amat beragam, dari daerah pantai yang mengarah ke laut, hutan belantara sampai ke gunung berbalut es macam Pegunungan Andes. Jadi, bukan hal aneh bila bertemu kaktus di ketinggian 3000 – 4000 m dpl. Dari kenyataan tadi, bisa dibilang kaktus termasuk tanaman yang mampu bertahan di segala medan. Kaktus mudah melakukan penyesuaian dan bentuk-bentuk adaptasi di tubuhnya. [santi]

Klasifikasi Kaktus Ekor Tupai
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Berpembuluh)
Super divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Carysphyllales
Familia : Cactaceae (Suku kaktus-kaktusan)
Genus : Opuntia
Spesies : Opuntia Linguiformis Griffiths (plantamor.com)

Puring Anting Raja dan Kelabang

Julukan daun sejuta warna, memang layak dipegang oleh puring. Sebab, tanaman yang berbatang keras ini punya kombinasi warna yang beragam, mulai dari hijau, merah, hitam, kuning jadi kombinasi semua warna yang ada. Selain warna, bentuk daun juga jadi daya tarik sendiri bagi tanaman yang sebelumnya dikenal sebagai bunga kuburan ini.
Puring termasuk dalam keluarga Euphorbiaceae yang mempunyai struktur berbatang keras, berdaun tebal, dan mempunyai warna beragam antara daun tua dan muda. Bentuknya mudah dijumpai, dengan ciri khas dari batang yang berwarna coklat dan warna yang tak merata di permukaan daun.

Puring sendiri memang di Indonesia banyak dimanfaatkan untuk tanaman pagar maupun penghias kuburan. Tapi itu dulu, sekarang puring sudah naik kelas jadi tanaman hias yang mempunyai kapasitas cukup besar masuk di jajaran tanaman mahal. Terlebih, warna yang jadi simbol tanaman hias sudah dimiliki dan muncul di permukaan daunnya.

Selain warna, karakter daun puring juga menyimpan keindahan yang pantas dilirik, terutama dari luas permukaan daun. Selain itu, gerakan daun juga memberikan satu gambaran yang cukup menakjubkan, seperti jenis puring apel yang mempunyai gerakan daun membulat. Kemudian puring kura-kura yang mempunyai struktur daun berlekuk mirip tempurung kura-kura.
Kali ini Tabloid Gallery akan memberikan alternatif jenis puring yang mempunyai gerakan daun menarik dan ekstrim, dimana bentuk daun mempunyai bagian lain yang menggantung dan di ujung gantungan muncul permukaan daun baru dengan bentuk membulat. Ada dua jenis spesies puring yang mempunyai karakter serupa – tapi tak sama – yaitu puring anting raja dan puring kelabang.

Puring Anting Raja

Nama anting raja diambil, karena struktur tanamannya mempunyai daun yang terputus dan mengeluarkan juntaian dengan ujung yang membentuk daun. Sepintas, memang mirip dengan anting yang menggantung di telinga. Sedang nama raja diambil berdasarkan munculnya karakter warna yang sangat beragam.
Pebisnis Tanaman Hias di Jember Jawa Timur (Jatim), Suhaimi, mengatakan kalau jenis ini termasuk puring yang punya kelainan pada daun. Sebab normalnya – daun akan lurus – sementara di puring ini daun terputus dan muncul lagi.
“Karakter ini yang akhirnya membuat penjualan cukup laris,” tandas Suhaimi.
Karakter daun dari anting raja mempunyai struktur lebar daun yang tipis – memanjang – tanpa lekukan di tepi daun. Lebar daun mempunyai ukuran sekitar 2 cm dan panjang sekitar 5-7 cm. Di ujung daun bagian bawah, akan muncul tulang daun baru yang mengarah ke bawah sebagai anting. Di ujungnya kemudian keluar daun baru yang berbentuk kerucut, dengan pusat juluran anting.
Dari warna puring, tetap menyimpan misteri yang menarik, dimana akan terjadi metamorfosis antara daun baru dan daun tua. Pada anting raja, daun baru yang muncul berwarna hijau muda. Tak ada gradasi warna lain, khusus untuk daun muda dan warna ini terus bertahan hingga daun mulai tua.
Di daun tua, warna yang muncul akan sedikit kehitaman dengan beberapa titik warna hitam yang muncul di tulang daun dan tepi daun. Beberapa karakter warna kuning, juga muncul berdampingan dengan tulang daun, sehingga di daun tua akan muncul tiga warna, yaitu hijau, hitam, dan kuning.
“Kombinasi ini bisa bertambah, saat daun tua warna jadi gelap cenderung hitam,” imbuh Suhaimi.
Selain itu, bagian bawah daun punya warna yang tak kalah menarik, yaitu mengeluarkan bintik coklat dari dominan warna hijau. Jadi jangan heran, bila warga Jember menyebutnya sebagi tanaman ngejreng alias raja warna yang beranting. Harga jual cukup terjangkau, yaitu berkisar di angka Rp 80 ribu untuk setiap potnya.

Puring Kelabang


Meski mempunyai nama yang berbeda – tapi karakter daun sama – yaitu mempunyai tulang daun yang menjulur dan muncul daun kembali di ujungnya. Pola tumbuh dari satu cabang memang tak jauh berbeda, tapi di bagian seperti daun, warna, dan karakter berbeda. Jenis ini diberi nama kelabang, karena struktur daun melingkar seperti kelabang yang sedang tidur.
Dilihat mulai dari bentuk daun, puring ini punya bentuk yang tak lazim, yaitu memutar seperti sebuah mata bor. Di situ, lekukan akan habis di ¾ bagian panjang tulang daun dan selanjutnya hanya menyisakan tulang daun. Kemudian di bagian ujung, muncul kembali daun yang mempunyai karekter sama, yaitu melingkar. Menurut Suhaimi, bila dilihat dari kejauhan bentuk puring sama sekali tak menarik, karena akan bergerombol dan tak membentuk satu pola apapun.
“Daunnya semua melingkar dan menggambarkan satu bentuk tak beraturan. Namun berbeda bila dilihat lebih detail, terutama pada kombinasi warna dan karakter dari gerakan melingkar ini,” ujar Suhaimi.
Lingkaran daun cukup lebar bila daun ditarik garis lurus, dimana bisa mencapai 3-4 cm lebih lebar dari anting raja yang hanya 2 cm. Karena bentuknya melingkar, maka panjang daun hanya berkisar 4-5 cm. Padahal permukaannya, bisa lebih dari 10 cm bila bergerak lurus.
Warna yang muncul beragam – baik di daun muda maupun tua – tidak satu warna seperti jenis anting raja. Daun barunya didominasi warna merah muda dengan bintik hijau di bagian tengah daun. Warna ini akan makin gelap saat daun jadi tua, dimana merah muda akan jadi merah tua dan warna hijau berubah jadi hitam.
Di tahapan ini yang membuat puring kelabang ditengok oleh sebagian pengunjung yang datang ke kebun milik Suhaimi. Sebab, hanya jenis ini yang mempunyai struktur melingkar dan membentuk anting di ujungnya.
“Makin aneh tanaman, makin dilirik. Dari penjualan sendiri, memang jenis ini punya harga yang lumayan mahal, dimana untuk satu pohonnya setidaknya dijual dengan Rp 130 ribu rupiah,” ungkap Suhaimi.
Perawatannya memang tidak ada yang berbeda dengan tanaman puring lainnya, yaitu senang dengan sinar matahari dan membutuhkan unsur Phospor (P) lebih besar untuk meningkatkan kualitas warna. Namun untuk kelabang – semakin mendapatkan sinar lekukan – daun jadi lebih tajam.
Tapi perlu diingat, kalau di daerah panas seperti perkotaan, sinar matahari akan terlalu keras bagi puring. Di situ akibat terlalu panas, sinar yang didapat warna yang muncul bukan semakin cerah, bahkan sebaliknya, dimana warna jadi pudar. Jadi bila di daerah perkotaan, sebaiknya lindungi dengan shading net untuk ukuran 25%.

TANAMAN PURING

Sejak dahulu kita semua sudah mengenal jenis tanaman puring sebagai tanaman pagar atau tanaman yang suka ada di pemakaman , sejauh ini pula persepsi orang awam akan jenis tanaman ini hanyalah sebagai tanaman kuburan sehingga petani yang mau berbudi daya jenis tanaman ini selalu terbentur kendala pemasaran dan selama itu pula tanaman ini selalu dihargai murah dan hanya dijadikan sebagai pelengkap di kios-kios pedagang tanaman hias .

Penyebaran jenis tanaman ini sebenarnya sangat luas mulai dari India, asia tenggara , Australia , dan Negara tropis di amerika latin . Sudah tentu jenis yang ada pun sangat banyak














KEINDAHAN TANAMAN TERATAI SI BUNGA AIR


Teratai yang dikenal juga sebagai bunga air memang menawarkan banyak keindahan. Selain dari aneka warna yang dimilikinya, air yang digunakan sebagai media hidupnya punya fungsi sebagai penenang jiwa. Jadi cocok diletakkan di teras rumah, baik dalam kolam atau pot besar.

Bunga teratai mempunyai beberapa nama, diantaranya padma, seroia, terate, tarate, dan taratai besar. Sedangkan nama latin tumbuhan air ini berasal dari familia Nymphaeaceae yang mempunyai spsies berbeda, tergantung dari warna bunga. Namun secara keseluruhan fisiologis, tanaman air ini tak jauh berbeda.

Bunganya mempunyai aroma harum. Tumbuh luruh di permukaan air dengan daun yang melebar sejajar dengan air. Panjang tangkai tergantung dari kedalaman air, mulai dari 10 – 200 cm berbentuk bulat panjang. Diametar bunga tergantung dari jenis, mulai 10 cm –20 cm. Benangsari yang berwarna kuning akan terlihat memenuhi bagian kelopak yang mempunyai warna beragam, mulai dari ungu, merah, dan putih.

Bila sebelumnya kita banyak berbicara tentang tanaman dalam pot dengan media pakis, maka kali ini tanaman air akan memberikan satu pilihan baru yang menarik. Sebab, selain dari segi estetika yang bagus antara warna bunga dan daun lebar, teratai juga mampu memberikan aura positif bagi pemiliknya.
Unsur air yang diletakkan di depan rumah secara kesehatan akan menyerap debu, sehingga tak masuk ke dalam rumah. Dari bentuk bunga akan memberikan satu nuansa baru untuk menambah dekorasi taman, terutama saat tanaman berbunga warna yang keluar cukup menarik, apalagi bila dipadu dari warna yang berbeda.

Pedagang Bunga Teratai di Cihideung Bandung, Dedi, mengatakan tanaman teratai mudah dirawat. Apalagi di daerah yang mempunyai suhu panas seperti kota besar, bunga akan lebih cepat mekar. Itu disebabkan oleh karakter bunga teratai yang suka dengan suhu hangat, meski menggunakan air sebagai media.

“Yang penting tanah subur dan air bersih, teratai pasti tumbuh subur,” tandas Dedi.
Terpenting adalah tempat menanam teratai – dimana ada dua pilihan, yaitu dalam kolam maupun pot. Untuk dalam pot, Dedi menyarankan untuk menggunakan pot mangkok minimal mempunyai diamater 50 cm. Ini dilakukan untuk memberikan ruang gerak bagi akar dan daun teratai yang punya diameter besar.

Menghasilkan Bunga
Untuk menghasilkan bunga, setidaknya ada 2-3 daun yang tumbuh. Nah, bila satu daun setidaknya 10 cm, maka luas pot berdiameter 50 cm sudah cukup ideal untuk pertumbuhan. Namun untuk jenis teratai yang mempunyai karakter daun lebar, tentu pot juga harus menyesuaikan. Meski secara alami tanaman akan menyesuaikan dengan ukuran pot, tetap sebaiknya memberikan tempat lebih besar.

Media yang digunakan didominasi oleh tanah atau lumpur yang biasanya kita lihat di sawah. Berikan sedikit pasir dan letakkan langsung di bawah pot dan masukkan air hingga penuh. Tunggu sampai air jernih, baru masukkan teratai yang baru dibeli ke dalamnya. Jangan lupa untuk memberikan pupuk NPK sesuai dengan takaran. Lebih mudah bila menggunakan bentuk butiran, seperti pupuk mutiara.

Untuk pergantian air untungnya tak perlu diganti, hanya ditambah bila permukaan sudah kering. Air yang digunakan jangan mengandung klorin, seperti air ledeng. Lebih baik menggunakan air sumur. Akan lebih baik bila lokasi pot teratai ada di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Khusus di lokasi ini pemilik harus melakukan penyiraman dengan menyemprotkan air di bagian tanaman saat siang hari.

“Di siang hari, air pasti akan hangat dan harus didinginkan pake semprotan air. Bila suhu terlalu tinggi akan menghambat pertumbuhan, bahkan bisa membuat teratai mati,” ujar Dedi.
Untuk penempatan dalam kolam akan lebih mudah, terutama untuk kolam yang mempunyai sirkulasi air cukup baik. Penempatan teratai bisa di semua bagian kolam, asalkan diberikan proporsi yang sesuai. Pemberian ikan cukup dianjurkan, karena akan menambah keindahan kolam maupun pot. Alternatif bisa menggunakan jenis guppy atau jenis ikan kecil lainnya.

Perbanyakan Mudah
Perbanyakan teratai sangat mudah, yaitu bisa dengan biji dari bunga, daun, dan anakan. Di bunga teratainya – akan berbunga setiap 3-4 hari, dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga mulai rontok dan menyisakan dasar bunga yang jadi bakal buah. Bentuknya unik, seperti piramida terbalik dengan biji yang muncul antara 5-30 biji. Begitu kering, biji bisa diambil dan disemai.
Pada perbanyakan anakan, caranya sama dengan tanaman lainnya, dimana bila indukan sudah mengeluarkan tunas baru, maka bagian ini akan dipotong. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam pot baru untuk tumbuh dengan sendiri. Perbanyakan dengan daun caranya mudah, yaitu ambil daun yang sudah dewasa, potong tangkai dengan menyisakan 3-4 cm.

Selanjutnya, potong melingkar di permukaan daun dengan pusat di ujung tangkai daun diametar sekitar 5 cm. Di tengah daun yang juga ujung tangkai akan terlihat satu benjolan yang nantinya akan tumbuh. Setelah itu masukkan dalam media tanam yang basah, dimana bagian tangkai masuk ke dalam tanah.

Tetap Butuh Pupuk
Untuk perawatan memang membutuhkan langkah sendiri, karena media yang digunakan adalah air dan tanah. Di situ, kebutuhan unsur NPK tetap diperlukan sesuai dengan fungsinya. Namun cara pemberian jelas berbeda. Untuk vitamin seperti hanya B1 bisa diaplikasikan, terutama untuk lokasi di dalam pot yang tak terjadi pertukaran air. Dosisnya menyesuaikan dengan takaran, hanya volume yang dimasukkan berbeda di setiap pot.
“Untuk ukuran pot 50 cm bisa diisi 200-300 ml. Di situ makin besar pot, volume harus diperbanyak,” tandas Dedi.

Khusus pemberian NPK dengan serbuk bisa dilakukan dan untuk menghindari overdosis sebaiknya dilarutkan dulu seperti pemberian vitamin, termasuk volume yang diberikan. Lebih mudah memang menggunakan slow release, dimana untuk satu pot satu sendok makan sudah cukup untuk kebutuhan 2-3 minggu.

Ragam Warna Teratai
Warna jadi kekuatan utama tanaman ini, selain bentuk kelopak yang sangat eksotis. Dari situ, pemilik bisa menggabungkan 3-4 warna dalam satu pot atau kolam yang akan memunculkan warna berbeda dalam satu lokasi. Berikut beberapa jenis warna teratai dan karakternya:

Teratai Biru
Diyakini berasal dari Kalimantan yang juga disebut sebagai seroja biru dengan nama latin Nymphaea stellata. Bunganya berwarna biru muda, struktur kecil, dengan kelopak berbentuk bintang. Bagian daun oval sampai bundar dan tepinya berombak, bergerigi dengan warna keunguan di belakang daun.

Teratai Putih Jawa
Jenis ini paling populer, dimana kelopak berwarna putih dengan paduan benangsari yang memberikan gradasi kuning. Dengan nama latin Nymphaea pubescens punya bentuk kelopak menyerupai bintang. Warna daun berwarna hijau, sementara bagian bawah keunguan. Dari namanya, jelas teratai jenis ini berkembang awalnya di pulau Jawa

Teratai Putih Hutan
Bentuk bunga menyerupai bintang dengan tepi daun bergerigi. Mahkota bunga berwarna putih, benangsari dan kelopak berwarna kuning. Berbunga di malam hari dengan nama latin Nymphaea nouchali atau tanjung putih.

Teratai Silangan
Jenis yang diambil dari persilangan warna bunga, yaitu warna bunga gradasi merah muda ke ungu, dengan benang sari orange kemerahan. Beberapa janis lainnya chromatella, bunga berwarna kuning, bentuk bunga mirip mangkuk. [wo2k]

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub-kelas : Magnoliidae
Ordo : Nymphaeales
Familia : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Spesies : Nymphaea nouchali Brum F, Nymphaea alba L. (teratai putih), Nymphaea lotus (teratai kecil), Nymphaea rubra (teratai merah).

plantamor.com