Showing posts with label Artikel Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Peternakan. Show all posts

Diagnosis Keracunan Tanaman pada Ternak

Cara Memulai Usaha Dan Cara Beternak Sapi

Diagnosis keracunan tanaman harus dilakukan denga bukti yang jelas bahwa penyebab kematian adalah keracunan tanaman. Pengujian pascamati karena keracunan tanaman harus dilakukan dengan teliti. Seluruh isi alat pencernakan harus diteliti termasuk sisa-sisa potongan tanaman untuk memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar keracunan tanaman.


Terjadinya gastroenteritis akut bersamaan dengan dijumpainya tanaman beracun adakalanya dapat dipakai sebagai pegangan kesimpulan bila kemungkinan yang lain dapat diabaikan.

Kematian hewan yang baru datang dari lokasu dimana terdapat tanaman beracun dapat dipakai sebagai landasan kecurigaan. Kematian secara sporadis di setiap tahun pada musim tertentu yang kemudian terjadi pertumbuhan tanaman dengan baik atau tanaman sedang berbuah dapat dipakai sebagai penguat kecurigaan.

Apabila gejala dan temuan perubahan pascamati mengindikasikan adanya racun sianogenetik glikosida, maka hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi musim. Pemeriksaan situasi tumbuhan di padang penggembalaan adakalanya perlu dilakukan penelitian yang cermat untuk melacak adanya tanaman beracun.

Apabila pengetahuan tentang racun tanaman yang sangat terbatas, maka dapat dilakukan percobaan dengan memberikan makanan tanaman yang dicurigai beracun kepada ternak dengan spesies yang sama dengan hewan yang diduga keracunan.

Penggunaan hewan kecil sebagai percobaan misalnya dengan menggunakan marmut sering menimbulkan salah arah interpretasi. Spesies tertentu mungkin lebih tahan dibandingkan dengan spesies yang lain.

Pengetahuan tentang ilmu tumbuhan dan pengenalan terhadap macam tanaman di lingkungan peternakan sangat berguna untuk menentukan diagnosis keracunan tanaman secara lebih cepat.

Sebagai bahan uji labortorium dapat dikirimkan tanaman yang dicurigai beracun termasuk buahnya, umbinya, dan bunganya dalam keadaan segar. Ternak yang mati dan dicurigai karena keracunan tanaman dapat dilakukan dengan bedah bangkai.

Bahan muntahan, isi rumen, hati, ginjal, dan paru harus segera dikirimkan dalam keadaan segar dingin untuk uji laboratorium. Wadah yang dipakai hendaknya tertutup rapat dan bebas dari bekas bahan kimia atau obat.

Beternak Sapi Potong

Beternak Sapi Potong

Bangsa adalah tingkatan pengelompokan hewan dalam sistematika atau taxonomi, dimana hewan tersebut telah mempunyai ciri khas tertentu yang diwariskan seutuhnya ke keturunannya (Hardjosubroto dan Astuti, 1994).

Sapi PO adalah bangsa sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih (Anonimus, 2003b). Saat ini sapi PO yang murni mu lai sulit ditemukan, karena telah banyak di silangkan dengan sapi Brahman, sehingga sapi PO diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir. Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tena ga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah ber-anak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik (Affandhy dkk., 2002).

Sapi Madura adalah bangsa sapi potong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos indicusatau sapi Zebu (Hardjosubroto dan Astuti, 1994), yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak (Anonimus, 1987). Karak-teristik sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas ; bertanduk khas dan jantannya bergumba (Hardjosubroto, 1994).

Sapi Bali, menurut Hardjosubroto dan Astuti (1994) adalah bangsa sapi po-tong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari banteng (Bibos banteng) yang telah dijinakkan berabad-abad yang lalu. Sapi Bali mempunyai angka reproduksi yang ting gi, tingkat adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi pakan yang jelek dan lingkungan yang panas serta mempunyai % karkas dan kualitas daging bagus (Anonimus, 1985). Kelemahan sapi Bali adalah rentan terhadap penyakit jembrana dan MCF serta tingkat kematian pedet pra sapih yang mencapai 15 sampai 20 % (Anonimus, 1987). Warna bulu merah bata, pada jantan akan menjadi hitam saat dewasa ; ada warna pu-tih dengan batas yang jelas pada bagian belakang paha, pinggiran bibir atas, kaki ba wah mulai tarsus dan carpus ; mempunyai gumba yang bentuknya khas serta terdapat garis hitam yang jelas pada bagian atas punggung (Hardjosubroto, 1994).

Sapi silangan yang paling diminati peternak di Jatim adalah sapi SIMPO dan LIMPO. Hal ini tampak pada realisasi distribusi strawsapi Simmental dan Limousin tahun 2002 mencapai 556.945 dosis atau sebesar 89,42 % dari total distribusi straw tujuh bangsa sapi yang ada (Anonimus, 2003c). Sapi SIMPO dan LIMPO di Jawa Timur mempunyai performan pertumbuhan prasapih dan pasca yearling yang lebih bagus dibanding sapi PO ; sebagai induk mampu mencapai umur pubertas lebih awal, tetapi efisiensi reproduksinya lebih rendah dibanding PO; sebagai pejantan, mempunyai kualitas semen lebih rendah dibanding sapi PO (Affandhy dkk., 2002).

Sapi SIMPO tidak bergumba dan tidak bergelambir ; warna bulu merah bata, merah tua atau coklat muda, putih kekuningan dan doreng (loreng hitam, putih, me-rah bata dan coklat). Ciri khas sapi SIMPO adalah ada warna bulu putih berbentuk segitiga diantara kedua tanduknya.

Sapi LIMPO tidak berpunuk dan tidak bergelambir ; warna bulunya hanya coklat tua atau kehitaman dan coklat muda. Rata-rata karak teristik morfologi kuantitatif sapi SIMPO dan LIMPO yang dipelihara peternak rak-yat di Jateng, DIY dan Jatim, tercantum dalam Tabel 1.Sapi Ongole berasal dari India, termasuk bangsa Bos indicus, tipe sapi kerja dan pedaging (Siregar dkk., 2003), disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO) melalui grading up dengan induk sapi jawa dihasilkan sapi Peranakan Ongole (Hardjosubroto dan Astuti, 1994). Warna bulu sapi Ongole putih abu-abu de ngan warna hitam disekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung, saat mencapai umur dewasa yang jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina 450 kg (Atmadilaga, 1983).

Sapi Simmental adalah bangsa Bos taurus (Talib dan Siregar, 1999), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland tetapi sekarang berkembang lebih cepat di benua Eropa dan Amerika, merupakan tipe sapi perah dan pedaging, warna bulu coklat kemerahan (merah bata), dibagianmuka dan lutut kebawah serta ujung ekor ber warna putih, sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800 kg (Anonimus, 2002b).

Sapi Limousin adalah bangsa Bos turus (Talib dan Siregar, 1999), dikembang-kan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari Simmental, warna bulu coklat tua kecuali disekitar ambing berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda (Anonimus, 2002b).

Secara genetik, sapi Simmental atau Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi danmetabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur (Anonimus, 2002b) ; sedangkan sapi Ongole adalah tipe sedang yang berasal dari daerah beriklim panas, merupakan sapi tipe kecil sampai sedang sehingga dapat dikembangkan pada kondisi tatalaksana pemeliharaan yang ekstensif (Atmadilaga, 1983).

Tips Jika Sapi Terjangkit Penyakit Menular


Penyakit menular harus selalu diwaspadai agar tidak menjadi wabah yang dapat mengancam peternakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai tindakan pengamanan untuk memperoleh status kesehatan ternak yang prima.


Beberapa kunci pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam pengendalian penyakit pada sapi adalah:
1. Setiap terjadi kematian sapi yang sakit harus diupayakan memperoleh diagnosis dari dokter hewan yang didukung oleh pemeriksaan laboratorium.

Hasil diagnosis harus selalu dicatat dan dibukukan untuk mementau status kesehatan kelompok sapi yang dimiliki.

2. Sisa-sisa jaringan pasca-nekropsi harus segera dimusnahkan dengan dibakar dan dikubur. Seluruh alat yang digunakan harus dicuci dengan bahan pencuci hama. Sekitar daerah yang terkena penyakit dilakukan penyemprotan.

3. Kandang yang tercemar disemprot dengan pembebas hama dan sapi yangn sakit harus dilayani oleh orang yang berbeda dengan orang yang menangani sapi sehat.

4. Status kesehatan sapi sakit harus dipantau perkembangannya dan mendapatkan pengawasan dari dokter hewan.

5. Pengangkutan sapi yang sakit ke tempat pengasingan harus dilakukan secara cermat dan diangkut langsung agar tidak mencemari lingkungan sapi yang lain.

6. Sapi yang mati karena terserang anthraks langsung dimusnahkan dengan cara yang benar dan tidak boleh dilakukan bedah bangkai.

7. Penggunaan obat bagi sapi yang sakit harus sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau label yang diberikan dalam kemasan obat agar lebih efektif dan efisien serta terhindar dari penggunaan obat yang salah.

Kesalahan penggunaan obat dapat mengakibatkan terjadinya residu dalam bahan makanan yang berasal dari ternak tersebut sehingga membahayakan masyarakat.

8. Berikan pakan dan minum secara cukup dan tambahan nutrisi yang sedikit lebih tinggi kepada sapi yang sakit.

9. Tempat pakan dan minum harus selalu dalam keadaan bersih dan isinya diganti setiap hari.

10. Apabila terpaksa seorang petugas harus melayani sapi yang sehat dan sakit, maka harus upayakan melayani sapi yang sehat terlebih dahulu, kemudian baru melayani sapi yang sakit. Hewan yang sakit juga harus diasingkan sesuai dengan petunjuk dokter hewan.

11. Sapi dalam kelompok yang sembuh dari sakit harus selalu dipantau terhadap kemungkinan timbulnya kasus baru.

KOTORAN SAPI BISA DIJADIKAN SEBAGAI PAKAN IKAN (PELET)

Para sahabat yang saya cintai, pada postingan sebelumnya saya sudah pernah mengajak anda untuk memelihara ikan dengan berbagai cara, baik pada budidaya perikanan dengan lahan luas, sedang, sampai yang sekecil mugkin dan praktis.

Nah dalam usaha Budidaya Ikan Air tawar seringkali kita dihadapkan pada suatu persoalan yang lumayan rumit, persoalan yang sering terjadi dalam usaha Budidaya Perikanan Bukanlah masalah teknis, Tapi Justeru terdapat pada bagian dari Proses Produksi itu sendiri, salah satu yang menjadi hambatan yang sering kita temui dan menjadi keluhan mereka seringkali pada masalah pakan buatan atau yang sering disebut pelet.


Memang benar Bahwa Usaha Perikanan dalam mempercepat Proses pembesaran pada Usaha Budidaya melalui Pembesaran ialah dengan Memberikan Makanan secara Intensif, dan sampai saat ini Makanan jenis Ikan yang sangat digemari Oleh para Pelaku usaha yaitu Pelet, selain makanan alami seperti dari kolam itu sendiri yang terdiri dari jenis Plankthon, apakah itu zoo plankton, atau phitoplankton sebagai makanan alami dari jenis tumbuhan maupun binatang yang merupakan jasad renik, tapi itu sangat lambat bila di bandingkan dengan makanan buatan seperti pelet.

pada postingan kali saya akan memberikan Informasi, bahwa berdasarkan Hasil penemuhan oleh mereka, para pokdakan dan pelaku usaha itu sendiri telah mencoba, ternyata kotoran sapi atau ternak itu juga bisa digunakan sebagai bahan makanan seperti pelet. Pernyataan demikian ini pernah saya dengar dari teman saya sendiri, Nugroho Ardi Cahyono,S.pi, M.eng, dan ada juga teman lainnya juga sebagian Pokdakan ada yang mencoba menggunakannya.
mendengar Informasi yang saya dengar akhirnya saya mencoba membuka referensi yang bisa digunakan, kalau memang kotoran sapi itu juga bisa dijadikan sebagai bahan makanan yang berupa Pellet. 

pada saat itu memang saya belum melihat secara langsung, namun Akhirnya ku coba untuk mencari sumber referensi yang bisa dijadikan sebagai bukti kebenaran itu.
Dan coba lagi kucari buka bolak balik terutama di Internet, kalau kotoran sapi itu bisa dijadikan Pelet. Alhasil ternyata ada Blog yang bisa saya gunakan sebagai sumber referensi bahwa Kotoran sapi bisa dijadikan Pellet, sebagian Pokdakan memang sudah ada yang mencobanya dan mengembangkan bahkan masih terus dikaji sebagai bahan penelitian.......

sahabat tipspetani yang saya cintai...
Dengan adanya Informasi yang saya berikan ini, saya berharap ada perubahan dan merupakan salah satu teknologie yang mungkin bisa di coba, walaupun secara resmi memang belum ada dari pihak terkait yang merekomendasikan, Namun demikian tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk mengetahui walupun mungkin belum mengetrapkannya, tapi informasi ini perlu dikembangkan siapa tahu bermanfaat.

Dan saya sendiri tidak melarang dan memperbolehkan, bagi mereka yang akan mencoba kotoran sapi sebagai pakan ikan, Namun demikian ada beberapa hal yang harus diketahui terutama dalam menggunakannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

cara pertama, Kotoran sapi yang digunakan itu tidak sembarangan artinya tidak asal-asalan, dengan kata lain untuk perikanan harus yang padat dan tidak berbau, kenapa demikian karena kalau tidak padat tidak bisa mengapung dan kalau masih bau kotoran sapi tersebut ikan itu sendiri juga tidak akan mau.

Kemudian ada yang paling penting kalau kita hendak mendapatkan kotoran sapi yang bagus Untuk menghasilkan kotoran seperti itu, memang harus dilakukan perubahan sumber makanan. caranya Sapi diberi pakan dengan jenis makanan seperti jerami yang telah dikeringkan selama satu minggu. Selain itu, diberi minum hanya dua kali sehari, masing-masing satu ember dengan campuran bakteri pengurai yang diambil dari rumen (perut besar sapi).

Bakteri pengurai itu bisa diambil dari rumen sapi yang telah mati dari rumah pemotongan atau dari sapi yang masih hidup.

Untuk cara yang kedua ini, perut sapi dilubangi atau dibuatkan fistula.
Kotoran sapi itu kemudian dikeringkan dan dicampur dengan sumber nutrisi tambahan, seperti bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu atau air kelapa, ikan asin, serta tepung tapioka.
Pakan ikan dari Kotoran sapi ini telah di lakukan pada usaha perikanan seperti ikan lele dan hasil nya ikan lele tersebut lebih cepat besar ketimbang ikan yang di beri pakan buatan pabrik. Jika menggunakan pakan produksi pabrik, membutuhkan waktu paling tidak tiga hingga empat bulan. Kini hanya butuh dua bulan untuk mencapai panen.

Memang, bahwa Ternyata kotoran sapi juga sangat berguna karena Selain dapat di jadikan sebagai pakan ikan, kotoran sapi juga dapat di gabungkan dengan biogas.
penyelamatan lingkungan akan lebih besar jika digabungkan dengan produksi biogas. Sebelum dijadikan pakan, kotoran sapi dimanfaatkan dulu sebagai sumber biogas.
Memang, kotoran sapi telah diketahui banyak mengandung gas metana yang ikut menghasilkan efek rumah kaca. Menurut lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) NASA, gas metana ini bahkan lebih aktif ketimbang karbon dioksida.

Jumlah gas metana di udara semakin meningkat dengan pertumbuhan industri peternakan. Badan perlindungan lingkungan AS, EPA, menyebutkan usaha peternakan menghasilkan 5,5 juta metrik ton metana per tahun atau mencapai 20% dari produksi metana Negara tersebut.
Kandungan nutrisi tidak akan berubah jika kotoran sapi dimanfaatkan dulu untuk biogas. Bahkan sebenarnya peternak bisa mendapat untung ganda karena sekaligus mendapatkan energi yang bisa dimanfaatkan untuk kompor ataupun penerangan serta dapat mencegah dampak buruk terhadap lingkungan.

Jadi dari semua yang kita ketahui seperti yang disebutkan di atas ternyata bahwa kotoran sapi yang sepertinya menjijikan juga sangat bermanfaat baik untuk biogas, pertanian sebagai pupuk organik juga bisa dimanfaatkan untuk perikanan. 

Untuk memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan makanan bagi pertumbuhan ikan bahkan sebagai pengganti pelet perlu kita ketahui langkah-langkah dalam proses pembuatannya.
Adapun langkah- langkah dalam Proses pembuatan pakan untuk usaha perikanan yang berasal dari kotoran sapi antara lain sebagai berikut:

  1. Kotoran sapi diambil dan dibersihkan dari kotoran yang menempel. Kotoran yang akan digunakan disyaratkan yang padat dan kering dengan kadar air rendah dan tidak berbau. Agar bisa menghasilkan kotoran air rendah dan sapi hanya diberi pakan jerami yang telah kering dan diberi minum air yang dicampur dengan bakteri pengurai, yang diambil dari rumen (perut besar sapi). Pemberian minum ini hanya dilakukan paling banyak dua kali sehari masing-masing satu ember.
  2. Kotoran tadi kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih satu minggu. Selain menghilangkan biogas-nya, juga agar bakteri yang terkandung dalam kotoran itu mati.
  3. Setelah proses pengeringan sempurna, tahap selanjutnya adalah mencampur kotoran dengan bahan-bahan tambahan. Yakni, ikan asin yang ditumbuk halus, bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu atau air kelapa, dan tepung tapioka.
  4. Untuk komposisinya, menurut Soelaiman, disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pakan ikan dan unggas yang kebutuhan konsentratnya tidak terlalu tinggi, komposisiya 70% kotoran sapi, 20 % bekatul, dan 10% tetes tebu atau air kelapa. Sementara untuk udang yag memerlukan konsentrat tinggi, komposisinya 60% kotoran sapi, 30% bekatul, dan 10% tetes tebu atau air kelapa. Untuk bahan lainnya hanya tinggal menyesuaikan.
  5. Setelah semua bahan tercampur secara merata, langkah selanjutnya ialah membentuknya menjadi butiran-butirakecil. Bisa menggunakan alat pembuat pellet, bisa juga dengan cara manual memakai tangan.
  6. Langkah terakhir, semprot butiran-butiran pakan itu dengan air yang telah dicampur penyedap masakan yang mengandung kaldu. Kemudian jemur di bawah panas matahari.
  7. Setelah agak kering, angkat dan semprot kembali dengan air penyedap masakan, lalu jemur lagi sampai kering. Pakan ikan dari kotoran sapi siap digunakan

Keterangan:
Pemberian Pakan Ikan dengan menggunakan kotoran sapi yang sudah diolah sebagai Pengganti Pelet memang belum ada rekomendasi secara khusus untuk dilaksakanan secara mendetail namun sebagai informasi, bahwa sudah ada para petani ikan / ternak yang melakukan, dan bagi anda yg mungkin ingin mencoba sekedar ingin tahu disilahkan dan tidak ada larangan, selagi itu menguntungkan dan tidak merugikan bagi siapa saja.
Demikian sebagai informasi semoga ada manfaatnya.

Penanganan Induk Sapi yang Akan Beranak

Proses beranak atau melahirkan bagi sapi betina merupakan bagian penting dari proses reproduksi yang dimulai dari perkawinan/inseminasi, kebuntingan dan akhirnya beranak. Tahapan-tahapan penting ini memberikan tanda-tanda khusus yang dapat diamati oleh pengelola peternakan atau para peternak sapi. Keberhasilan pemeliharaan sapi betina sangat ditentukan oleh baiknya proses reproduksi yang dilalui oleh sapi induk. Kerena sapi beranak satu kali dalam setahun/semusim maka kelahiran anak yang lancar tanpa mengalami kesulitan akan sangat menguntungkan peternak.

Untuk itu kelahiran anak dari induk yang sehat tanpa mengalami kesulitan melahirkan akan juga berpengaruh terhadap perkembangan anak yang dilahirkan, juga akan berpengaruh terhadap induk sapi tersebut dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tahapan-tahapan reproduksi atau kebuntingan berikutnya.

Selain dari faktor sapi, faktor peternak juga harus berperan aktif dalam membantu kelancaran reproduksi sapinya. Khusus menjelang sapi beranak, peternak harus rajin mengamati tanda-tanda sapi yang akan segera beranak terutama pada kebuntingan tua. Bagaimana tanda-tanda sapi yang akan melahirkan?, berikut panduan buat para peternak: 

  1.  Ambing membesar dan terdapat tonjolan-tonjolan vena di sekitarnya. Dari puting keluar kolostrum apabila dipencet. Urat-urat daging sekitar vulva tampak mengendor sehingga sebelah kanan dan kiri pangkal ekor kelihatan cekung, dan diperkirakan kelahiran akan terjadi kurang dari 24 jam. Hal ini diikuti dengan pengendoran ligementum sacropenosum tuberosum.
  2. Jika saat beranak tiba, maka induk sapi menjadi gelisah dan berjalan berputar-putar, sebentar tidur, sebentar berdiri, dan kadang-kadang mengeluarkan feses sedikit-sedikit.
  3. Vulva kelihatan memerah, bengkak dan keluar lendir.

Menurut Partodihardjo (1980), tanda-tanda akan datangnya suatu kelahiran pada ternak, pada umumnya hampir sama dari spesies ke spesies. Pada sapi tanda yang dapat diamati antara lain:
  1. Induk sapi gelisah, edema pada vulva, lendir yang menyumbat serviks mencair, kolostrum telah menjadi cair dan mudah dipencet keluar dari puting susu.
  2. Terjadi relaksasi pada bagian pelvis, terutama ligamentum sacrospinosum dan tuberosum. Relaksasi ini menyebabkan urat daging di atas pelvis mengendor. Jika diraba, urat daging di sebelah kiri dan kanan pangkal ekor terasa kendor dan lunak jika dibandingkan dengan perabaannya pada waktu kebuntingan masih berumur 6 atau 7 bulan. Bila urat daging yang menghubungkan pangkal ekor dengan tuber ischii ini telah sedemikian kendornya, maka dapat diramalkan bahwa kelahiran sudah tinggal 24-48 jam lagi.
  3. Relaksasi urat daging pangkal ekor ini sekali-sekali disertai dengan kenaikan pangkal ekor (agak menjadi tegak seperti pada waktu sapi sedang birahi/estrus).
  4. Vulva yang bengkak besarnya menjadi 2 sampai 4 kali daripada sebelumnya, dan jika dipegang terasa sangat lembek.
  5. Perubahan lain yang sangat menonjol menjelang kelahiran adalah lendir serviks dan pembukaan serviks. Lendir serviks pada kebuntingan tua, 8 sampai 9 bulan berubah dari kental sekali menjadi agak cair. 
  6. Menjelang kelahiran, lendir yang kental berwarna kuning jernih mencair seperti madu meleleh dan volumenya menjadi banyak serta sifatnya lebih cair. Jika dimasukkan jari ke dalam serviks maka teraba serviks sudah mulai terbuka. 
  7. Pembukaan serviks dapat diikuti dengan cara memasukkan jari ke dalam lumennya. Jika satu jari dapat masuk maka diramalkan bahwa kelahiran masih kurang 3 hari; jika terbuka selebar 2 jari maka kelahiran diramalkan akan terjadi 1-2 hari kemudian, dan jika terbuka selebar 3 jari, kelahiran dapat berlangsung beberapa jam sampai 1 hari kemudian.

Apabila sapi sudah memperlihatkan gejala-gejala akan melahirkan maka harus dipersiapkan segala peralatan yang diperlukan terutama untuk pedet yang baru lahir. Di samping itu beberapa persiapan yang perlu dilakukan adalah:
  • Untuk induk sapi yang akan melahirkan perlu ditempatkan pada kandang beranak atau padangan yang kering dan bersih. Kegunaan kandang beranak tersebut yaitu memudahkan pergerakan induk sapi sebelum melahirkan atau ketika proses kelahiran berlangsung, karena perbaikan fetus dalam kandungan akan lebih mudah jika induk sapi dalam keadaan bergerak/berjalan. 
  • Amati perubahan tiap jam/sekali. Amati terhadap gejala partus dan siap memberikan bantuan bila diperlukan.
  • Jika induk sapi tampak sehat dan proses melahirkan (partus) akan berjalan normal maka pertolongan dari luar tidak diperlukan. Pertimbangan bahwa partus akan berjalan normal ialah mengenal tanda-tanda partus dengan baik, memperhitungkan waktu dan tahap kelahiran serta stadium-stadium perejanan. Jika waktu dan stadium maupun tahap kelahiran tidak menyimpang terlalu banyak dari kebiasaannya, maka proses partus pada umumnya akan berlangsung normal.

Cara Menjaga Kesehatan Anak Sapi (Pedet)

Profit extra dari kesehatan pedet yang terjaga merupakan sesuatu yang benar karena semakin sehat pedet anda maka nantinya akan menghasilkan sapi dewasa siap jual dengan bobot dan kesehatan yang terjamin, sehingga profit dari penjualan bisa melambung.

Pacu kesehatan pedet sedini mungkin untuk mendapatkan kualitas dan berat sapi yang dikehendaki.


Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan. Selama 3-4 hari setelah lahir pedet harus mendapatkankolostrum dari induknya, karena pedet belum mempunyai anti bodi untuk resistensi terhadap penyakit. Setelah dipisahkan dari induk sapi, barulah pedet dilatih mengkonsumsi suplemen makanan sedikit demi sedikit sehingga pertumbuhanya optimal.

Pada umumnya penyakit-penyakit pada anak sapi disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau karena tata laksana pemberian pakan (manajemen pakan) yang kurang baik. Biasanya penyakit yang sering menyerang anak sapi adalah septikemia akut, salesma dan radang paru-paru.


Beberapa cara penting yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pada anak sapi adalah sebagai berikut:
  • Memberi pakan yang cukup kepada induk sapi yang bunting agar menghasilkan anak sapi yang sehat.
  • Anak sapi yang baru lahir harus mendapat susu kolostrum yang cukup, apling sedikit selama 3 hari.
  • Tali pusar anak sapi setelah lahir harus segera diolesi yodium tincture.
  • Anak sapi harus ditempatkan dalam lingkungan kandang yang bersih, kering, dan bebas dari lingkungan yang lembab.
  • Susu yang diberikan harus sesuai dengan jumlah yang diperlukan dan tidak boleh lebih dari 10% bobot badan anak sapi.
  • Suhu susu yang diberikan harus tetap dari hari ke hari, yaitu 38 ºC.
  • Kebersihan ember tempat minum dan pakan sapi harus dijaga.
  • Penambahan antibiotik ke dalam susu anak sapi atau pakan konsentratnya dapat mencegah penyakit.
  • Anak sapi yang sakit harus disingkirkan atau dipisahkan dari anak sapi yang lainnya untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit.

Penyakit dapat dicegah jika kesehatan dan pertumbuhan pedet dapat dioptimalisasi, salah satu caranya adalah memberikan suplemen tambahan seperti susu berikut ini :


Susu tambahan atau susu pengganti

Susu ini adalah racikan dari Drh.Jatmiko dari Sleman, Jogjakarta. Pembuatannya diilhami dari seringnya Drh.Jatmiko berhadapan dengan pasien pasien nya, salah satunya adalah pedet . Campuran yang terkandung dalam susu ini disesuaikan berdasarkan pengalaman Drh.Jatmiko di lapangan dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang timbul pada pedet . Tentunya anda tidak perlu kuatir lagi mengenai kualitasnya, karena sudah banyak pedet yang yang menjadi pasien nya menjadi semakin sehat wal afiat lebih dari keadaan sebelumnya.

Susu tersebut dapat diberikan kepada pedet atau dijadikan susu tambahan, bahan dasar pembuatan susu ini terdiri atas susu full cream, growth promotor dan Asam amino

Asam Amino pembangun protein tubuh yang harus berasal dari asupan gizi yang bersumber dari makanan dan minuman, atau tidak dapat dibentuk di dalam tubuh. Kelengkapan komposisi asam amino esensial merupakan parameter penting penciri kualitas protein.

Growth promotor berfungsi sebagai Bahan tambahan yang digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan efisiensi pakan pada pemeliharan ternak intensif. Biasa ditambahkan lewat pakan.

Cara penggunaan susu ini adalah dengan komposisi satu bungkus atau 500gr dicampur dengan 5 liter air. Kemudian diberikan kepada pedet.

Kesehatan pedet yang baik akan memacu tingkat pertumbuhan yang dikehendaki, akansedini mungkin menolak penyakit yang mungkin timbul. Akhirnya akan didapat profit yang lebih dari cukup ketika sapi yang kita punyai sudah masuk dalam masa jual.

Cara Bebek Menolak Hubungan Intim


Manusia bisa menolak berhubungan intim dengan kata-kata atau sikap. Namun, bagaimana hewan melakukannya? Ini salah satu contohnya: Demi menolak berhubungan seks, sebagian bebek betina telah berevolusi dan mengembangkan "pertahanan" pada organ intimnya untuk menolak penis bebek jantan. Organ bebek tersebut memiliki rongga spiral yang melingkar searah jarum jam, sementara penis bebek melingkar dengan arah berlawanan.

Menurut para peneliti, bila memang sang bebek betina bersedia berhubungan intim, maka ia akan melakukan beberapa trik untuk memudahkan bebek jantan memasukkan penisnya yang berbentuk spiral itu sehingga pembuahan bisa terjadi.

"Pada spesies di mana kopulasi sering terjadi secara paksa, kaum jantannya mengevolusikan penis yang lebih panjang, tapi kaum betinanya juga telah merespons dengan mengevolusi bentuk vagina yang rumit, berspiral atau dengan saluran buntu untuk melawan arah penis kaum jantan tersebut," tutur peneliti Patricia Brennan dari Universitas Yale. "Ko-evolusi ini merupakan hasil konflik antar-jenis kelamin untuk memperebutkan kendali atas pembuahan."

Dalam pertandingan antar-jenis kelamin ini, kaum betina dari jenis bebek Muscovy (Cairina moschata) unggul dari kaum jantannya. Temuan ini dipaparkan dalam edisi 23 Desember majalah Proceedings of the Royal Society B.

Organ kelamin yang janggal
Pada tahun 2007, tim Brennan menggambarkan morfologi yang janggal pada organ kelamin bebek. Umumnya unggas jantan tidak berpenis, tapi memiliki kloaka (celah) untuk memindahkan sperma ke dalam kloaka kaum betinanya. Tapi bebek jantan jenis Muschovy ini bukan saja memiliki penis, tapi penisnya cukup besar dan fleksibel (bahkan ketika ereksi), kira-kira 20 cm panjangnya. Sebagai perbandingan, umumnya penis pria ketika ereksi hanya 15 cm.

Para peneliti telah mengamati bahwa bentuk vagina bebek Muschovy yang melingkar searah jarum jam itu efektif menghambat penetrasi penis bebek jantan sehingga walaupun kopulasi tak terhindarkan, tetapi pembuahan sulit terjadi.

Kaum betina jaya
Jadi bagaimana caranya bebek seperti jenis Muschovy ini berkembang biak?

Bebek jantan harus melakukan ritual pemanasan sebelum kopulasi, dan bila bebek betinanya setuju maka ia akan mengambil posisi sehingga bukaan kloakanya membesar dan saluran di dalamnya berdenyut sehingga penis si jantan bisa masuk sepenuhnya.

Sumber: Kompas.com

Penyesuaian Kandang Sapi Menurut Umur


Kandang Pedet yang berusia 0 – 4 bulan:
Pedet harus dibuatkan kandang sendiri agar tidak bercampur dengan pedet atau sapi lainnya. Dapat pula dibuatkan penyekat atau penghalang antar kandang. Hal ini disebabkan pedet sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca dan pedet memiliki naluri menyusu sehingga jika disatukan dapat saling mngisap dan menjilat. Kandang pedet lazimnya dibuat dari bahan bambu atau kayu berukuran 95 x 150 x 130 cm.

Kandang Pedet Lepas Sapih (4 – 8 bulan):
Kandang yang diperlukan untuk pedet lepas sapih yang berusia 4 – 8 bulan berupa kandang sistem kelompok di dalam kandang koloni. Hal ini dimaksudkan agar sapi-sapi remaja lebih bebas bergerak sehingga tulang dan badannya kuat dan tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan. Karenanya tempat pakan, tempat minum dan tempat berteduh dibuat terpisah.

Kandang Sapi Dara (8 bulan – 2 tahun):
Kandang sapi dara dapat dibuat dengan sistem koloni agar memudahkan pengontrolan saat birahi. Namun jika kandang khusus sapi dara ini tidak ada, sapi dara dapat ditempatkan pada kandang sapi dewasa.

Kandang Sapi Dewasa atau Masa Produksi (lebih dari 2 tahun dan laktasi):
Sapi yang telah berproduksi dikelompokkan dalam satu kandang. Pangelompokkan ini sebaiknya berdasarkan tingkat produksi susu sehingga sapi yang berproduksi tinggi tidak bercampur dengan sapi yang produksinya rendah. Dengan pengelompokkan seperti ini manajemen atau tatalaksana pemberian pakan dapat dilakukan secara optimal.
Kandang sapi dewasa biasanya dibuat satu jajar dengan jumlah genap, karena satu bak air disediakan untuk 2 ekor sapi. Kandang per ekor sapi adalah panjangnya 180 – 200 cm, lebar 135 – 140 cm, lebar saluran kotoran 30 – 40 cm dan lebar tempat pakan 80 – 100 cm.

Kandang Sapi Kering Kandang:
Keberadaan kandang untuk sapi yang akan beranak atau kandang kering kandang sangat penting. Hal ini disebabkan karena sapi yang akan beranak memerlukan exercise atau latihan persipan melahirkan untuk merangsang kelahiran normal. Di kandang ini sapi tidak di perah susunya selama sekitar 2 bulan. Dengan demikian pakan yang dimakan hanya untuk kebutuhan anak yang berada dalam kandungan dan kebutuhan hidup dalam mempersiapkan kelahiran.

TANDA-TANDA SAPI AKAN MELAHIRKAN

Tanda-tanda sapi yang mau partus/beranak :

  1. ambingnya sudah turun dan putingnya mengeras ..kalo bapak" pasti apal neh ..he..he
  2. tulang pelvis dan dua tulangyang menonjol di punggung bagian belakang, legoknya (tingkat kecekungannya) mulai dalam
  3. mulai keluar lendir
  4. dua minggu menjelang kelahiran, biasanya ternak makan sangat rakus dan maunya enak" aja... menjelang kelahiran, nafsu makan terjun bebas, sapi kadang tidak doyan makan, harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Milk Fever ... 
  5. sapi maunya jauh" dari teman"nya ...naluri sebagai seorang ibu ingin melindungi anaknya
  6. menjelang kelahiran, biasanya tidur - bangun - tidur - bangun sambil mengendus" tempat yang cocok buat bersalin
  7. menjelang kelahiran, siapkan jerami kering secukupnya, yodium tinctur/obat merah/betadine dan kain kering
  8. menjelang beranak, kita pantau vaginanya ... bila air ketubannya sudah pecah, segera cermati kalau" pedetnya perlu dibantu keluarnya dengan cara ditarik
  9. Saat kelahiran, angkat kaki depan pedet sehingga kepala pedet ada dibawah beberapa saat. tali pusat dicuci dengan yodium tinctur/betadine lalu diika dengan cara disimpilkan ... beri yodium tincur/betadine lagi
  10. 10. dekatkan pedet pada induk agar dipijat dan dikeringkan badannya. berperan dalam memperlancar pembuluh darah
  11. bila induknya tidak mau menjilati, segera kita lap pedet tadi sampai kering
  12. 15 menit kemudian, pedet akan berdiri dan berjalan mencari puting induknya ...
  13. bila induk tidak mau menyusui, peras air susunya minimal 1liter untuk pedet.
  14. minimal 0,5 liter di dua jam pertama harus disusukan, sisanya disimpan dalam pendingin, dilanjurkan dengan 0,5 liter seleihnya 4 jam kemudian 
  15. bila sudah lepas kolostrum, dapat dilakukan pembelian pedet > 7 hari ... dipelihara bersama dengan 1 - 2 pedet lain yang dibeli dari tempat lain.

Sumber: Ekabees

JENIS SAPI POTONG

Santa Gertrudis

Merupakan persilangan antara induk Shorthorn dan pejanta Brahman. Berkembang baik di seputar wilayah Texas (Amerika)
Beefmaster

Persilangan antara Brahman, Hereford dan Shorthorn dengan perbandingan genetis = 50 % : 25 % : 25 %. Sama seperti Santa Gertrudis, sapi ini berkembang baik di daratan Texas (Amerika).

Droughtmaster

Memiliki perbandingan genetis = 3/7 Brahman dan 4/7 Shorthorn. Performancenya sama dengan Santa Gertrudis, hanya saja genetic Brahman lebih dominan.

American Brahman

Termasuk golongan sapi zebu keturunan Kankrey, Ongole, Gir, Krishna, Hariana dan Bhagari. Masuk Amerika tahun 1854 dan dkembangkan di wilayah Lousiana. Tipe potong yang baik dengan pertumbuhan cepat dengan pakan sederhana.
Peranakan Ongole

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Sapi Bengggala. Berasal dari daratan India. Termasuk sapi potong dan kerja.

Aberdeen Angus

Berasal dari Scotlandia Utara, masuk Indonesia sekitar tahun 1973. Biasanya berbulu hitam, agak panjang, keriting dan halus. Tidak bertanduk dengan tubuh panjang dan kompak. Tubuh rata, lebar, dalam dan pendek. Disilangkan dengan sapi Brahman akan menghasilkan Brahman Angus (Brangus)

Hereford

Berasal dari Inggris. Warna bulu merah, kecuali pada muka, dada, badan, perut bawah, keempat kaki sebatas lutut, bahu dan ekor berwarna putih. Sehingga dikenal pula sebagai white faced cattle. Postur tubuh rendah tetapi memiliki urat daging yang padat dan tegap.

Bobot badan jantan dewasa sekitar 850 kg dan betina dewasa 650 kg. Lebih sesuai bila digemukkan dengan system pastur atau padanggembalaan karena cara merumput yang baik. Tidak cocok dikembangkan di Indonesia .

Simmental

Berasal dari Switzerland. Ukuran tubuh besar, perototan bagus dengan penimbunan lemak bawah kulit yang rendah. Warna bulu umumnya krem agak coklat ata sedikit merah, kecuali pada muka, keempat kaki sebatas lutut dan ujung ekor berwarna putih.

Limousine

Berasal dari Prancis, merupakan tipe potong dengan warna bulu cokelat dengan warna agak terang pada sekeliling mata dan kali mulai lutut kebawah. Tubuh besar dan panjang, pertumbuhan bagus.

Brahman Cross

Merupakan hasil persilangan antara sapi Brahman dengan sapi jenis lain. Dikembangkan di Amerika dan Australia. Diimpor dari Australia. Memiliki pertumbuhan baik, konformasi karkas yang ideal, tahan iklim tropis dan lalat/kutu. Umumnya sapi ini memiliki warna gelap keabu-abuan atau kemerahan atau hitam. Pada jantan warnanya lebih gelap daripada betina.

PENILAIAN BIBIT

Pemilihan bibit merupakan langkah awal usaha pengembangan ternak sapi potong. Sapi bakalan yang baik, akan memberi hasil usaha yang menguntungkan, melalui pertumbuhan bobot badan perhari yang cepat.

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bibit didasarkan pada pengalaman dan kecakapan yang baik dengan ditunjang tiga kriteria berikut.

Bangsa dan Sifat Genetis

Setiap peternak tentunya memiliki suatu acuan untuk melakukan pemilihan bibit. Apakan dia lebih memilih menggemukkan sapi Lokal atau Impor. Hal ini didasarkan pada kemampuan genetis sapi yang berbeda satu sama lain, baik mengenai produktivitas maupun daya adaptasi pada kondisi lingkungan (antara lain iklim dan pakan). Pangkal kemampuan adaptasi terhadap lingkungan didasari pada sifat genetis yang diturunkan oleh tetua. Sehingga sapi harus benatr-benar cermat dipilih sesuai dengan tujuan pemeliharaan dan kondisi lingkungan setempat.

Bentuk Luar

Selain faktor genetis, bentuk luar (performance) sapi juga harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain :
  • Ukuran panjang badan dan dalam
  • Bentuk tubuh segiempat
  • Paha sampai pergelangan kaki berisi penuh
  • Dada lebar dan dalam serta menonjol
  • Kaki besar, pendek dan kokoh

Kesehatan

Setelah faktor genetis dan performance yang mantap, ternak sapi yang akan digemukkan harus menunjukkan kondisi sehat.Sehingga memiliki kemampuan produksi yang tinggi.

CIRI-CIRI SAPI BAKALAN

  • Bentuk tubuh persegi panjang atau bulat silinder. Tubuh bagian depan, tengah dan belakang tumbuh sama kuat (simetris). Garis tubuh bawah dan atas sejajar.
  • Kulit tebal.
  • Daging berotot kuat dan padat sehingga terlihat bulat berisi.
  • Cepat dewasa
  • Makanan sebagian besar diubah menjadi daging dan lemak
  • Syarat pakan dan perawatan harus intensif.

CARA PEMELIHARAAN KALKUN


Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Sehingga cara memelihara kalkun sangat mudah.

jenis-jenis kalkun

Menurut the ameria standart of perfeaction, terdapat 7 varietas ayam kalkun, yaitu:
  • Bronzze
  • White Holland
  • beltsville small white
  • naragansett
  • bourbon red
  • black
  • slate

ciri-ciri kalkun bronze:
Jantan berwarna bulu hitam dan permukaan lurik-lurik merah hijaubetina berwarna seperti jantan tetapi pada bagian leher dan ekor berwarna putih
banyak dipelihara secara besar-besaran karena badan besar, dewasa kelamin cepat, dan keuntungan per ekor lebih tinggi dibanding dengan varietas lain
jenis bronze ini biasanya diternakan dengan tujuan untuk menghasilkan daging berat dibawah 6 kg, dipasarkan pada umur 12-15 minggu.

Kelebihan kalkun jenis bronze:
  • pedaging yang cukup baik
  • daging empuk dan lunak
  • serat halus
  • tulang-tulang tidak keras

  • warna bulu putih
  • berat jantan 11-18 kg, sedangkan betina 6,5-8 kg
  • ciri-ciri kalkun cokelat
  • warna bulu cokelat
  • berat jantan 11-18 kg, sedangkan betina 6,5-8 kg

Berikut cara memelihara kalkun
Siapkan kandang buatan dengan konsep yang mirip dengan habitat aslinya, kandang tidak harus luas, mendapat sinar matahari yang cukup dan tentunya sirukasi udara yang cukup baik agar kalkun merasa senang dan tidak stres ketika di pelihara.

Sebelum sahabat membeli kalkun, pastikan bibit kalkun berasal dari indukan yang berkualitas, karena semakin baik kualitas indukan semakin baik pula bibit yang diperoleh.

Ketika kalkun masih bayi starter berikan makanan yang baik yang kualitas makanannya cukup untuk kebutuhan tumbuh kembang si kalkun( biasanya untuk makan saya memberikan BR 1, AD 1 ).dan untuk minumannya gunakan multivitamin( biasa saya menggunakan vitacik) pemberian jangan terlalu banyak karena akan memacu tumbuhnya jamur dan bau pada minumannya sehingga cara memelihara kalkun kecil sangat mudah sakit. Minuman harus sering diganti.

Ketika kalkun sudah tumbuh remaja sekitar umur 3-4 minggu pakan bisa di ganti, asal dosis dan kandungan vitamin dan gizi cukup( biasa saya meramu makanan sendiri dengan memberikan jagung,tepung ikan, dedak,bekatul, mineral,dan kalsium untuk unggas, dengan dosis pencampuran tertentu, sehingga kita bisa hemat pakan sekitar 55%).

Bersihkan kandang maksimal 1 minggu sekali, agar kandang bebas dari polusi dan bakteri jahat.

Lakukan cara memelihara kalkun rutin pada kandang dan kalkun.

CARA BETERNAK KATAK LEMBU




Ketinggian lokasi yang ideal untuk budidaya kodok yaitu 1600 dpl.

tanah tidak sangat miring tetapi dan tidak sangat datar, kemiringan ideal 1-5%, artinya didalam jarak 100 m jarak kemiringan pada ujung-ujungnya 1-5
m. air yang jernih atau sedikit tercampur lumpur ada selama hidup. air yang jernih akan memperlancar proses penetasan telur.
kodok dapat hidup di air yang bersuhu 2–35 drajat c. suhu waktu penetasan telur adalah anata 24–27 derajat c, dengan kelembapan 60–65%.
air mengandung oksigen lebih kurang 5-6 ppm, atau minimum 3 ppm. karbondioksida terlarut tidak kian lebih 25 ppm.
dekat dengan sumber air dan diusahakan air dapat masuk dan keluar dengan lancar dan bebas dari kekeringan dan kebanjiran.

Persiapan fasilitas dan peralatankolam.

Didalam proses pembuatan kolam menurut cara beternak katak lembu, tidak bisa cuma menggali atau menimbun saja tetapi kudu memadukan keduanya hingga akan memperoleh wujud dan konstruksi kolam yang ideal. buat memasukkan air ke didalam kolam dibutuhkan saluran yang konstruksinya dibikin dari pasangan bata merah atau batako yang diperkuat dengan semen dan pasir. wujud dari saluran ini umumnya trapesium terbalik dan pada lebih dari satu area pemasukan air ke kolam dibikin kobakan kecil untuk menjebak air supaya gampang masuk kedalam kolam-kolam. kolam yang dibutuhkan diantaranya : kolam perawatan kodok, kolam penampungan induk sebelum saat dikawinkan, kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam perawatan kecebong, kolam pembesaran percil dan kolam pembesaran kodok remaja. keperluan kolam ini masih ditambah dengan kolam pemeliharaan calon induk.

Kolam perawatan kodok.

Luasnya 15 meter persegi dengan ukuran 3 x 5 m, yang terdiri dari dinding tembok 0, 40 m dan dinding kawat plastik setinggi 1 m, lantainya terbuat dari semen dan bata yang terdiri dari 2/3 bagian kolam terisi air setinggi 10-15 cm dan 1/3 bagian kering.

Kolam pemijahan.

kolam dibikin dari semen dan diatasnya dinding kawat plastik. kedalaman air di kolam ini lebih kurang 0, 30–0, 40 m dan ditengahnya dibuatkan daratan. padat pemeliharaan 15 ekor tiap-tiap meter perseginya, dengan perbandingan tiga betina dan satu jantan. agar lebih nyaman, baiknya lantai daratan sedang tidak berlumpur, dan kolam ditanami enceng gondok. siapkan makanan berbentuk ikan kecil, ketam dan bekicot waktu kawin ditandai dengan nada merdu. tidak lama lantas, telur mereka mengambang di air kolam dan selekasnya dipindahkan ke kolam penetasan.

kolam penetasan

kolam penetasan dibikin lebih dari satu buah, dari tembok dengan air sedalam 30 cm dan air mengalir atau diberi aerasi yang luas. luas kolam semuanya 10 m².

Kolam kecebong.

Terdiri dari lebih dari satu kolam yang masing-masing luasnya berkisar anta 5 m² – 6 m², dengan basic lantai terbuat dari semen.
kolam kodok muda
di kolam ini kodok yang dipelihara berusia kurang dari 2 bln.. dibikin lebih dari satu buah dengan masing-masing luasnya 15 m², dengan dinding tembok dan kawat. lantai miring dengan tempat air 1/3 bagian dengan kedalaman 15–35 cm.

Kolam kodok dewasa.

Pada kolam ini kodok telah berumur pada 2–6 bln.. kolam yang dibutuhkan terdiri dari 2, dengan masing masing luas kira–kira 20 m²,
dengan konstruksi basic dan dinidng tembok dan kawat. kedalaman air yang dibutuhkan pada 30–40 cm.
menyiapkan kolam produksi

Sistem pemijahandengan alami.

Induk jantan dan betina yang sudah dipisah sepanjang 1-2 hari dikumpulkan di kolam pemijahan. ikan liar bisa mengganggu hasil pemijahan. lihat supaya telur kodok tidak turut terbuang air pembuangan. di sore atau pagi hari pada waktu suhu mulai menurun, barulah kita butuh menolong kelancaran proses pemijahan, yakni membuat hujan buatan.

Sistem hipofisasi.

Langkah mutakhir buat memijahkan kodok yaitu dengan langkah sistem kawin suntik memakai ekstrak kelenjar hipofisa untuk merangsang kodok supaya kawin cocok waktu yang kita kehendaki. dengan sistem ini kita dapat mengintensifkan pembenihan, kurangi kematian, merawat telur-telur kodok yang sudah dibuahi didalam area tersendiri, berikan jaminan bahwa telur-telur akan terbuahi oleh sperma semuanya dan tidak

membutuhkan hujan buatan. penyuntikan pada tubuh betina lazimnya pada punggung, rongga perut dan bagian kepala. langkah penyuntikan pada rongga perut banyak dipilih.

Reproduksi dan perkawinan.

Kodok yang akan disuntik ditampung pada akuarium yang diberi sedikit air dan ditutup dengan kawat kasa buat memudahkan penangkapan. kodok-kodok tersebut sudah cukup umur dan didalam kondisi masak telur. waktu penyuntikan kodok dibalut dengan kain hapa supaya tidak meronta.

kodok yang sudah disuntik lantas terlepas didalam akuarium lain dan dipantau tiap-tiap jam. sesudah 12 jam, kodok tadi disuntik kembali supaya mereka dapat bertelur semuanya. sesudah yang betina 2 kali disuntik dan tunjukkan akan bertelur, jadi kita menyiapkan testis dari induk jantan. sperma dikeluarkan dari testis dengan langkah memotongnya dengan jarum kecil yang tajam dan dimasukkan ke cawan petri yang telah berisi air kolam yang bersih. sesudah air didalam cawan jadi keruh dan testis telah kosong, jadi cairan testis dibiarkan sepanjang 10 menit didalam suhu ruangan. bila sperma aktif ( dapat kita tengok di bawah mikroskop ), jadi kodok betina bertelur diurut perutnya supaya telurnya keluar. telur diusahakan jatuh diatas cairan sperma, lantas digoyang-goyangkan dan biarlah sepanjang lebih dari satu menit. telur yang alami pembuahan akan alami rotasi.

telur lantas ditetaskan dan airnya diganti tiap-tiap hari dengan melindungi suhu pada kisaran 24-27 derajat c dan ph air juga diamati. pada sistem dengan alamiah, dipakai hujan buatan untuk merangsang proses perkawinan kodok, sebagaimana diterangkan di atas.

Pemeliharaan.

Pemeliharaan dikerjakan pada tiap-tiap step perkembangan kodok, perkembangan dan kesehatan kodok terrgantung pada makanan dan kecocokan area tinggalnya. kodok diberi makan 1 kali 1 hari, air di kolam diganti dan dibersihkan seminggu sekali.
sanitasi dan tindakan preventif
telur yang telah dibuahi, dipindahkan pada kolam penetasan. kolam dibersihkan dari hama dan kotoran sebelum saat dipakai. telur kudu dipisahkan dari induknya hingga telur tidak terganggu proses penetasannya dan tidak dimakan oleh induknya. memindahkan telur jangan sempat pecah sarangnya atau lendirnya. telur-telur akan menetas sesudah 48–72 jam pada suhu air 24–27 derajat c. apabila telah menetas dipelihara pada kolam yang sama sepanjang 10 hari.

Perawatan ternak.

Kodok muda yang sudah alami metamorphose diletakkan pada kolam permanen. pemasukan dan pengeluaran air kudu diberi penyaring buat menghindari hama dan menghindar kodok lepas ke peraiaran umum. padat penebaran 50-100 ekor/m². apabila kita memelihara type kodok banteng yang tidak senang makanan yang tidak bergerak, makanan kudu ditempatkan di bawah aliran air/pancuran. sesudah berusia 3 bln., kodok diseleksi menurut kaki belakang, kulit dan ukuran badannya. jumlah yang di seleksi 20% dari total dan dipindahkan ke kolam calon induk, namun sisanya terus dipelihara sampai waktu panen pada umur 4-5 bln.. kodok dewasa ( masak gonada ) untuk bibit unggul, baik jantan ataupun betina di suntik dengan kelenjar hiphopisa kodok sejumlah 1 dosis. penyuntikan dikerjakan 1 bln. sekali ( apabila menggunakan sistem hiphopisa ) dan padat tanam sejumlah 20-25 ekor/m².

Pemberian pakan.

Ada beragam macam makanan yang bisa diberikan untuk kodok di kolam pembesaran persil ataupun di kolam pembesaran kodok remaja. makanan percil sampai kodok dewasa berbentuk cincangan daging bekicot, cincangan daging ikan, ulat, belatung, serangga, mie, bakso dan beragam benih ikan dan ketam-ketaman kecil dan yang lain. dapat juga diberikan makanan buatan, dengan meramu makanan buatan kita dapat menyusun cocok dengan tingkat umur kodok, yang kadang-kadang sukar dikerjakan seandainya kita memberinya makanan yang segera didapat dari alam. karena jadi masalah yang kerap dialami layaknya ukuran makanan semakin besar dari lebar bukaan mulut kodok tak perlu terjadi lagi.

Hama dan penyakit.

Penyakit, hama dan penyebabnya

penyakit kodok biasanya dikarenakan oleh serangan jamur dan bakteri. paha kaki berwarna merah, luka dan kulit melepuh yaitu penyakit yang menyerang kodok yang berusia 1-2 bln., menular dan menyerang sistem saraf, hingga akan mati didalam lebih dari satu jam.

Pencegahan serangan penyakit dan hama

bakteri dapat menyerang kecebong, gejalanya ekor luka dan berwarna putih. penanggulangannya memisahkan kecebong yang diserang, kolam dibersihkan dengan pk, dosis 0, 05 gram/ liter 15 hari sekali, janganlah berikan makanan yang kandungan proteinnya melebihi dosis 10–15% lantaran perut kodok akan jadi kembung. penyembuhan dengan antibiotika streptomisin/tetrasiklin, obat luar dengan pemakaian betadine, atau direndam didalam nacl 0, 15 gram/liter air sepanjang 30 menit, diulang sampai 4 kali.

Pemberian vaksinasi dan obat

Penyembuhan kaki merah dan bisul pada kodok, memandikan kodok didalam larutan nifurene 50–100 gram/m² air, atau dengan suntikan teramisin 25 mg/kg, atau streptomycin 20 mg/kg berat kodok. penyakit dubur keluar diobati dengan langkah pisahkan dan istirahatkan 2–3 hari dan tidak diberi makan. penyakit yang lain yaitu dubur keluar ( ambaien ) pada percil ( kodok muda ). buat mengatasinya, populasi tidak bisa sangat padat dan kolam kudu bersih dan pemberian kandungan kalori didalam makanan tidak bisa melebihi dosis 3400 cl/kg makanan.

  • Panen.
  • Hasil utama
  • Hasil utama yang dihasilkan yaitu dagingnya
  • Hasil tambahan

Namun hasil tambahan yang bisa diperoleh yaitu mengolah limbah hasil pemotongan untuk jadikan silase ; dengan penambahan propionat dan asam formiat dengan jalur digiling berbarengan sama jadi makanan untuk ternak ini tahan sampai 2 bln. pada suhu masih. hasil sampingan yang lain yaitu dengan jadikan tepung, di mana kandungan mineral dan proteinnya masih cukup tinggi untuk jadikan bahan tambahan pakan ternak. kodok yang tidak dijual/afkir bisa diambil hiphofisanya untuk proses pemijahan selanjutnya.
penangkapan
sebelum saat disiangi, umumnya kodok-kodok tersebut diletakkan pada penampungan. area penampungan kodok dapat berbentuk kotak kayu atau bak semen yang drainasenya lancar.

Pascapanen

Proses penanganan pasca panen juga amatlah gampang. untuk melindungi supaya kodok terus hidup dan segar, jadi kita dapat memakai karung goni atau tas kain yang dibasahi. pengangkutan sangat aman dikerjakan pada pagi hari atau sore hari. seandainya pengangkutan dikerjakan untuk jarak jauh jadi butuh dibuatkan kotak kayu yang didesain dengan spesial, dan kapasitasnya sesuai dengan besarnya kotak kayu tersebut.

Tips Memelihara Kelinci

Sekedar berbagi pengalaman aja tentang memelihara kelinci buat pemula. Supaya jangan kejadian lagi setelah beli satu dua hari langsung mati. Kesian, nggak tega ngeliatnya. Kemaren beli kelinci mati melulu sampe 5 ekor. Setelah itu baru berhasil hidup. Sekarang udah gede. Nah, ini tipsnya:

1. Anak kelinci jangan dikasih minum. Karena dia perutnya belum kuat. Kalo dikasi minum pasti mati deh besoknya. Setelah umur 3-4 bulan baru dia bisa minum air.

2. Jangan kasih wortel atau sayuran yang terlalu banyak mengandung air. Alasannya sama seperti nomer satu.

3. Yah jangan sampe kedinginan lah. Apalagi kehujanan. Soale itu kelinci yang dijual di pinggir-pinggir jalan, biasanya umurnya masih kecil banget. Harusnya masih diasuh sama induknya. Jadi butuh kandang yang hangat.

4. Kasih aja kangkung segar, jangan ditumis loh :)) Atau kulit jagung muda. Tapi yang paling gampang kangkung aja. Secukupnya, jangan kebanyakan.

5. Pengalaman kemaren, beli makanan kelinci di karfur berupa pelet, harganya mahal banget, bisa 50rb sekilo. Akhirnya kita kasih pelet ikan koi, yang warnanya merah jambu. Harganya cuman 10.000 perak aja. Udah gitu, dia lebih seneng pelet ikan koi ini daripada pelet kelinci yg di karfur. Belinya sih di tukang ikan hias. Nanti deh fotonya saya attached.

6. Kalo masih ada halaman. Kasih kesempatan dia ngelayap. Jadi pagi2 banget kasih makan kangkung dulu. Setelah dia kenyang, baru diumbar keluar. Biarin dia makan rumput2 liar di halaman. Dengan begini dia jadi gesit dan cepet sehat. Sebab kelinci yang dijual di pinggir jalan kadang udah sakit karena kelamaan dipajang. Setelah sore baru dikandangin.

7. Jangan kebanyakan dipegang2 atau digendong2. Itu kan kelinci hidup, bukan boneka. Kalo mau digendong2 mending beli boneka aja. Atau gendong anak tetangga aja.

8. Kandangnya sebaiknya yg bawahnya kawat. Biar kotoran dan pipisnya langsung jatuh. Nggak membasahi kandang. sehingga kandangnya tetep kering, nggak lembab.

9. Kalo beli anak kelinci sebaiknya yg kira2 ukurannya seumuran. kalo ada yg terlalu bongsor, nanti temennya keinjek-injek bisa mati.

10. Kalo beli yah jangan banyak2. Satu atau dua aja dulu. Nanti kalo udah bisa miaranya, baru mau nambah juga boleh.

11. Ati2 sama tikus wirok, alias tikus bandung yang kalo di kota gedenya bisa segede kucing kampung. Plus ati2 sama kucing. Dua2nya bisa melahap anak kelinci kita dengan gembira.

12. Yang hobi tanaman hias, siap2 tanamannya pada bondol semua.

13. Apalagi yah... kayaknya cukup deh. Oh ada satu lagi, kalo kira2 nggak sanggup memelihara, yah jangan beli. Kalo mati, kesian. Mereka kan makhluk hidup juga.

BETERNAK BURUNG KENARI


Ini penting diperhatikan bagi peternak yang mendalami teknik berternak untuk mendapatkan kenari penyanyi yang baik. Disebutkan dalam on line Komunitas Kicau Mania Indonesia, kalau ternyata banyak peternak yang tak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tak berkicau, sehingga tak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak.

Pakar Kenari di Jogjakarta, Kian Sing, mengatakan secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyanyian anakannya. Beberapa peternak membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya.

Seringkali peternak akan mengatakan bahwa betinanya tidak cocok dengan si jantan, karena anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan tak berkualitas bagus seperti bapaknya. Peternak itu jadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina itu, tanpa menyadari kalau anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual sebenarnya membawa potensi bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.

“Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakannya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z,” terang Kian.

Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan, lanjut Kian, artinya betina itu mewariskan nyanyian indah yang berasal dari ayah si betina ke anak jantannya. Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus.

Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus, tak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Namun anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus, mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudaranya mungkin jelek.

Jangan Remehkan
Banyak peternak kenari yang tak memberi kesempatan pada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian jelek, ini tidak berarti bahwa betina tersebut tak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik.

“Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan atau betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Contohnya, di dalam sebuah sarang dengan empat anakan akan memiliki kualitas yang berbeda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan itu yang bagus kualitas suaranya dan lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek,” Ujar Kian.

Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunan. Contohnya, individual yang hebat mungkin bisa menghasilkan anakan yang berkualitas jelek, tapi harus diingat kalau individu betina mewarisi kromosom Z yang berasal dari bapaknya yang membawa kualitas nyanyian bagus atau buruk. Sangatlah bijaksana bila peternak memilih kenari betina bukan dari kualitas nyanyian saudaranya, tapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Ada pepatah mengatakan, kalau kota Roma tak dibangun dalam satu hari, itu memberikan pengertian bahwa untuk mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicauan yang hebat tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali penjodohan atau beternak dalam semusim. Peternak yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu penjodohan.

Memperbaiki kualitas burung di peternakannya, haruslah jadi tujuan utama seorang peternak, sehingga dia harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian dia harus bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai dia menemukan garis keturunan yang benar atau dirasa cocok dan terus berkonsentrasi sampai diperlukannya lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan

Panduan Memilih Obat Untuk Penyakit Ayam

Bagai mana memaksimalkan pemilihan Obat atau antibiotik untuk ayam yang sakit, dan bagai mana memaksimal keberkesanan terhadap Salah Satu sebuah obat terhadap penyakit,

Berhubungan dengan penyakit, Pasti ada kaitan nya dengan obat , begitu juga dengan jenis penyakit,

Contoh: misalkan ada ayam yang sedang menghidap penyakit jenis ESCherichisa Coli, jadi disini tidak sembarangan harus memilih antibiotik, karena jika salah memberikan antibiotik, maka keberhasilan penyembuhan akan sangat minim, maka dengan itu, disini INFO ternak akan menyampaikan beberapa jenis penyakit beserta obat-nya

Dan dalam pemberian antibiotik atau obat yang makdsunya untuk mengobati ayam yang sakit, tidak lah sembarangan, jadi harus lebih di perhitungkan untuk masa jangka panjang,

seperti:

■Pemilihan obat - Antibiotik harus lah tepat dan benar, untuk menghindari Pengobatan untuk ke dua kalinya, jika anda memberikan obat terhadap ayam yang sakit, dan obat itu salah (menurut prosedur) maka selain keberhasilan sangat tipis, ada efek yang lain juga seperti, anda harus melakukan pengobatan yang ke dua kalinya, jika ini terjadi, maka anda akan mengalami kerugian (rugi untuk membeli antibiotik yang ke2).
■Sensitiviti obat terhadap penyakit, nah disini inti dari pengobatan yang berkesan, pilih lah obat atau antibiotik yang memang sangat sensitiv terhadap penyakit tersebut.
■Dosis juga harus di perhatikan, jika anda membeli obat ke toko yang menyediakan obat tersebut, dan jika anda (maaf) kurang memahami pemakaian, atau dosis yang harus di anjurkan, maka sebaiknya anda menanyakan nya terlebih dahulu kepada si penjual yang ada di toko tersebut, ini maksudnya untuk menghindari kesalahan Dosis yang di anjurkan, jika dosis yang di berikan kepada ayam tgersebut (ambil contoh , KURANG DOSIS), maka ayam akan mengalami Rentan terhadap penyakit, dan penyakit akan semakin kebal di dalam tubuh ayam tersebut, dan lain-lain
■Jangka waktu lamanya Perawatan: disini artinya, jangka atau tempo lamanya pengobatan, misalkan untuk ayam yang sakitnya tidak terlalu akut atau parah, bisa menggunakan obat selama3 hari, dan jika ayam sakit parah berikan lah obat selama 7 hari, dan lain-lain.
■Biaya Obat: nah ini saya pikir menjadi Inti yang harus di fokuskan, maka jangan sekali-sekali memberikan obat yang sekiranya akan mengakibatkan kerugian yang besar, soalnya obat jenisnya berbeda2, akan tetapi kandungan nya sama, nah disini harus-lah sedikit jeli, agar ayam kita selamat, dan kantong kita juga tetap sehat.

Penyakit penyakit yang akan di uraikan di postingan ini adalah di antaranya sebagai berikut:
Dan mengikut urutan penyakit yang sering menyerang sebuah peternakan, mau peternakan kecil atau besar:


•Escherichia Coli 63%
•Staphylococcus aureus 10%
•Sreptococcus spp. 9.1%
•Staphylococcus epidermidis 8%
•Pasteurela spp 6%
•Pseudomonas aeroginosa 4%

ESCHERICHIA COLI:
ESCHERUCHIA coli adalah sebuah penyakit jenis BAKTERIA, penyakit ini sangat penting untuk di ketahui. karena serangan-nya sangat serius jika terjadi di sebuah peternakan apabila di kategorikan, EsCherichia Coli atau yang sering di singkat E.coli, adalah 63% sering terjadi di peternakan.

salah satunya adalah dari penyebab jangkitan kantung yolka, enteritis, perikardis (pundi jantung) paru-paru dan pundi udara, oviduktus (salpingitis) toksimea dan lain-lain.

E.coli adalah bakteri yang utamanya: dalam penyakit pernafasan chronik yang menyerang dengan cara komplikasi (CCRD).

Penyakit ini bisa di rawat dengan berbagai antibiotik yang sangat sering digunakan dan memang di akui oleh semua orang di dunia poultry farm.

Obat atau antibiotik Untuk Penyakit Jenis Escherichia Coli , E.coli:
Obat atau antibiotik di bawah ini, saya kategorikan mengikuti keberkesanan-nya terhadap penyakit E.coli ini.

OBATNYA ADALAH seperti di bawah ini.
Nama obat (antibiotik) Keberkesanan Obat terhadap jenis Penyakit %
Polimyxin B keberkesanannya 90%
Gentamicin keberkesanannya 80%
Colistin Keberkesanannya 66%
Minocycline Keberkesanannya 65%
Norfloxacin keberkesanannya 60%
Chloramphenicol Keberkesanannya 36%
Kanamycin Keberkesanannya 29%
Streptomicyn Keberkesanannya 18%
Trimethoprim + sulfa Keberkesanannya 13%
Ampicillin Keberkesanannya 12%
Tetracycline Keberkesanannya 11%
Enthromycin Keberkesanannya 6%

Nah kita bisa melihat urutan keberkesanan di atas, maka Sesuaikan lah dengan kemampuan anda, jangan sekiranya membeli obat tidak sesuai dengan jenis penyakit yang sedang menyerang ayam anda.

oleh karena itu, semoga tulisan ringkas dan sederhana ini bisa membantu untuk anda yang sedang membutuhkan informasi pengobatan dan peternakan ayam.

di artikel yang akan datang, saya akan menyampaikan beberapa jenis penyakit dan obatnya, seperti


•Escherichia Coli 63% (yang ini sudah atau yang sedang di bahas di atas, jadi sisanya tinggal yang di bawah ini)

•Staphylococcus aureus 10%
•Sreptococcus spp. 9.1%
•Staphylococcus epidermidis 8%
•Pasteurela spp 6%
•Pseudomonas aeroginosa 4%
Salam semoga bisa bermanfaat

Pengenalan Penyakit Unggas Infection Bronchitis, Avian Influenza dan Penyakit Bahteri

■* Tingkatan kematian yang di sebabkan oleh penyakit bronchitis yang menular ini, sangat-sangat tinggi penyakit yang menular dari awal sampai 3 minggu… akan menyebabkan kematian sekitar 30-40% , selang beberapa minggu sampai umurlima minggu, (terhitung dari mulai di serang) kadar kematian akan melemah.
■* Akibatnya: ayam akan mengalami depresi, dan hilang selera makan, sehingga akan menimbulkan penurunan berat badan yang sangat drastic.
■* Diagnosis: hanya di laboratorium
■* Perawatan : tidak bisa dirawat, hanyakita bisa memberikan beberapa dorongan seperti vitamin dan antibiotic, mencegah dari di serang jangkitan sekunder.
■* Pencegahan: hanya biosekurity yang harus ditingkatkan, dan periksa selalu kawasan/persekitaran kandang yang se-optimal mungkin. Perhatikan tingkah laku ayam di malam hari.

PENYAKIT SELESMA BURUNG ATAU YANG SELALU DISEBUT (AI,BIRD FLU)


■* Penyakit flu burung adalah penyakit yang mempunyai resiko sangat tinggi, penyakit ini bisa menjangkiti banyak spesies burung, bukan hanya ayam saja, burung liar, burung peliharaan dan lain-lain, yang lebih fatal, penyakit ini bisa menjangkiti manusia, oleh karena itu perlu lebih waspada terhadap pencegahan nya, agar ayam peliharaan anda tidak terkena penyakit H5NI.

■* Apabila ayam anda terserang penyakit H5NI ini, maka, akan mengakibatkan teruk terhadap ayam peliharaan anda, kematian yang banyak dan sangat mendadak, penyakit ini menular melalui burung liar yang senantiasa masuk ke kawasan kandang anda, karena burung berhijrah dari tempat yang sangat kita tidak bisa mengetahuinya, tidak hanya itu, penyakit H5NI ini bisa menyeber melalui benda-benda tercemar lainnya, yang ada di persekitaran kandang anda.

■* Apa tanda-tanda penyakit ini? Yang jelas oleh mata kasar kita adalah, kematian yang drastic dan sangat mendadak/serentak, ayam mengeluarkan suara yang aneh atau jarang seperti biasanya, karena dia mengalami kesakitan, cirri lain bisa diperhatikan di bagian muka, yagn terlihat jelas adalah, muka ayam terlihat bengkak, jengger atas dan jengger bawah kelihatan biru kegelapan.

■* Hasil dari PM : sinus terlihat bengkak, pendarahan pada trakea, pundi udara dan kelopak mata,edema sabkutan/subcutaneous edema dibawah kulit kepala dan leher.

■* PM: pendarahan di bawah perut dan hempedal pendarahan yang di tandai banyak bintik pada tisu lemak abdomen dan pericardia.

■* DIAGNOSIS: tanda tanda kelinikal bisa di lihat di sini, adalah: penemuan hasil dari pm, dan keputusan dari laboratorium pusat.

■* Pencegahan: pencegahan dapat di lakukan untuk menghindari penyakit susulan adalah: cara2 bio security yang tegas tentunya… dan mengikuti peraturan "GOOD ANIMAL HUSBANDRY PRACTICE"

PENYAKIT BERJANGKIT JENIS BAKTERIA, DAPAT DI KATEGORIKAN SEBAGAI BERIKUT:


■* COLIBACILLOCIS (E.COLI)
■* OMPHALITIS
■* INFECTIOS CORIZA
■* FOWL COLERA
■* MYCOPLASMA
■* NECROTIC ENTERITIS

UNTUK PENGENALAN LEBIH LANJUT DAN CARA RINCIAN PENCEGAHAN NYA… IKUTI POSTINGAN SELANJUT NYA TENTANG E.COLI. OMPHALITIS CORIZA,CORIZAABCIC3, DAN LAIN LAIN [ini link udate-nya]

KETERANGAN DI ATAS SEMOGA BISA MEMBANTU ANDA UNTUK MENGHINDARI GEJALA2 PENYAKIT, SEKALIGUS PENGENALAN TERHADAP REAKSI REAKSI DARI PENYAKIT TERSEBUT…….

Info ternak-Akibat Kekurangan Vitamin D, posfor dan kalsium

Kekurangan Vitamin bukan hanya terjadi di kalangan manusia saja, kalau tidak di control dengan baik tahap pemakanan-nya, Kekurangan vitamin juga bisa terjadi di lingkungan Hewan/peternakan, Di antaranya yaitu kekurangan vitamin D3, Calsium (K) dan fosfor atau phosphorus (P)


Kekurangan vitamin bisa berpengaruh di semua species, terutama di ayam layer (petelur), dan ketika ayam (karena disini akan membahas pengaruh terhadap ayam, maka ayam sebagai garis bawah topic disini) jika kekurangan vitamin D, kalsium dan fosfor terjadi di ayam yang berusia muda (dibawah 12 minggu) atau masih di tahap Grower stage, akan mengalami efek seperti rapuhnya tulang, dan rapuhnya paruh ayam terseburr, kaki bengkok, dan sebagainya, terlebih lagi jika ayam mengalami kekurangan vitain D, fosfor dan kalsium ketika menginjak usia layer (umur 23 sampai 65 minggu, untuk ayam breeder dan layer) sering terlihat di antaranya penurunan kualitas telur, seperti telur berkulit tipis, misshapen atau telur yang tidak layak tetas karena kelainan bentuk kulit dan sebagainya. Untuk penjelasan lebih jauh.. yuk sama-sama ikuti…


Penyebab: kekurangan kalsium dalam makanan yang disebabkan oleh variasi diet kalsium dan fosfor akan mengalami efek : Rapuh tulang atau rakitis, dan di kalangan ayam muda akan mengalami pertumbuhan yang terbelakang atau pertumbuhan yang tidak normal, dalam ayam layer apabila kasus kekurangan vitamin D, fosfor, dan kalsium ini terjadi, Efeknya : telur akan mengalami tipis begitu juga kalau di peternakan yang memproduksi telur putih dan telur warna coklat, reaksi dari kekurangan vitamin D3 kalsium dan fosfor akan sangat terlihat jelas pengaruhnya dari penurunan produksi telur, dan penurunan hatchability atau kualitas penetasan.


Vitamin D3 sangat di perlukan untuk metabolism, fosfor dan kalsium untuk pembentukan krangka yang normal, paruh yang kokoh, tulang yang kuat dan untuk meningkatkan kualitas kulit telur, rakhitis terjadi di ayam yang berusia muda, dan bisa terjadi juga di usia ayam tua…!!


Tanda-tanda klinis:


Rapuh tulang (di ayam yang usia muda) dan pertumbuhan ayam yang terbelakang, atau ketinggalan. Pada ayam dewasa, ayam telur atau ayam yang di batrei, tanda-tanda bisa terlihat dengan menurunnya produksi telur, kualitas telur dalam bentuk dan kualitas penetasan (hatchability) atau tulang rusuk dan tulang dada menyimpang atau bengkok, Pelunakan paruh di bagian cakar atau kaki.


Pencegahan:


Harus sering mengontrol kualitas makanan sebelum di konsumsi ayam ke laboratorium, jika di dalam makanan mengalami permasalahan (kurang D3) maka bisa segera di tambahkan melalui air minum secara teratur dan mengikuti dosis yang sudah di tetapkan oleh veteranirian farm anda.


sumber

Memilih antibiotik untuk penyakit staphylococcus

Pada artikel terdahulu saya telah menulis untuk memilih sensitive nya keberkesanan obat terhadap penyakit, untuk itu katakan lah bagian yang terdahulu kita sebut bagian yang pertama

Ok; tanpa basa basi lagi , ini adalah bagian yang kedua. untuk yang ini saya tidak akan mebahas lebih jauh, soalnya ujung-ujung nya juga sama kayak yang pertama, untuk itu.....? bagian yang kedua ini tentang keberkesanan antibiotik terhadap penyakit staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus adalah:

■Sebuah penyakit bakteri Menular Gram positive yang utama.
■Penyebab utama dalam penularan adalah : Dermatitis, artritis, toksemia, septisema, dan pembengkakan yang teruk di bagian dada.
■Untuk perawatan, tidak hanya satu antibiotik yang harus di gunakan, tergantung ke-efisienan obat tersebut, dan bisa memilih berbagai atau bermacam-macam jenis antibiotik.
Dibawah ini adalah lampiran atau data berbagai obat atau antibiotik untuk mengobati penyakit bakteri yang menular dan yang biasa di sebut dengan staphylococcus aureus.

Sensitiviti staphylococcus aureus terhadap bermacam-macam jenis antibiotik. saya urutkan MENURUT keberkesanan-nya.

Nama antibiotik

■Kanamycin Sensitiviti = 87%
■Gentamicin Sensitiviti = 78%
■Polymyxin B Sensitiviti = 75%
■Neomycin Sensitiviti = 75%
■Chloramphenicol Sensitiviti = 66%
■Norfloxacin Sensitiviti = 66%
■Bacitracin Sensitiviti = 66%
■Ampicillin Sensitiviti = 55%
■Erythromicin Sensitiviti = 44%
■Clindammycin Sensitiviti = 33%
■Streptomycin Sensitiviti = 33%
■Tritmethoprim + sulfa Sensitiviti = 12%
■Tetracycline Sensitiviti = 8%

Terimakasih dan salam