CARA MEMBUAT RACUN RUMPUT RACIKAN DARI PENGALAMAN PETANI

1. GUS BenSol 11

Bahan :
- G (Garam) 1 Kg
- U (Urea) 1 Kg 
- S (Sabun Colek) 1 Kg
- Ben (Bensin) 1 Liter
- Sol (Solar) 1 Liter

Racun rumput yang bersifat kontak ini dibuat petani jika sudah kepepetkarena tidak punya uang cukup untuk membeli herbisida atau pada saatstok herbisida kosong tetapi rumput sudah tiba saatnya harus dibasmi.

2. AlUr G 12

Bahan :
- Al (Air laut) 12 Liter
- Ur (Urea) 2 Kg
- G (Gramazon) 1 Liter
Resep ini sebenarnya untuk menghemat herbisida yang harganya sangatmahal, untuk diperbanyak dari 1 liter menjadi 12 liter agar biaya dalampembasmian rumput ini menjadi murah bagi petaninya. Sebenarnya resepini diperoleh dan dipraktekkan oleh Pak Mustafa, petani Jagung di SeiJepun Nunukan Selatan.


3. HerVit Top 13

Bahan :
- Her (herbisaida) 1 Liter
- Vit (Vitsin/bumbu masak) 250 Gram
- Top (Toak Pahit) 3 Liter

Resep ini dicatat dari temuan Pak Asri Aziz seorang PPL Sebatik Baratdari beberapa petani binaannya yang sudah terbiasa digunakan petani.Menurut petani sebenarnya dulu resepnya hanya menggunakan Vitsindan Toak Pahit saja, namun kemudian petani ingin lebih menguatkanefeknya dengan menambahkan herbisida.

4. HeRagUr Ah5

Bahan :
- He (Herbisida) 1 Liter 
- Rag (Ragi tape) 1 Kantong
- Ur (Urea) 1 Urea
- Ah (Air hujan) 5 5 Liter

Resep dari Bengalon, semua bahan dicampur dan diaduk sampai meratakemudian diperam dalam wadah yang kedap sinar dan disimpan selama1 minggu.

5. ArkoSUr H 515

Bahan :
- Arko (Air kakao) 15 Liter
- S (Sabun colek) 0,5 Kg
- Ur (Urea) 1 Kg
- H (Herbisida) 5 Liter
- 515 (5 liter hebrisida dibandingkan 15 liter air kakao)

Cara dan resepnya yaitu, memasak air biasa yang dicampur sabun colek,sambil terus diaduk sampai rata atau larut dan mendidih. Setelah itudicampurkan bahan-bahan lain seperi Urea, Herbisida dan Air Kakaodan diaduk hingga merata.Penggunaan racun rumput oplosan ini adalah sebanyak 200 ml untuk satutangki Sprayer 16 literan. Biasa digunakan sebagai racun rumput kontakuntuk sawah. Kelemahan racun rumput ini adalah jika digunakan denganSprayer berbahan logam akan mudah korosi atau berkarat.

6. Memperbanyak herbisida sendiri sehingga biaya produksi bisa di turunkan.Tetapi keampuahanya masih sama dengan herbisida asli.

Bahan-bahan:
1. 1 liter herbisida merk gramazon atau rundap
2. 2 liter air kelapa
3. 60 gram derterjen merk apa saja
4. 25 butir ragi tape
5. 1/2 kg pupuk za

Cara membuatnya:
1. Ambil ember atau apa saja untuk wadah mencampur
2. Masukan air kelapa dalam ember
3. Masukan ragi & pupuk za trus aduk sampai tercampur rata
4. Masukan juga detergen sambil trus diaduk
5. Terakhir masukan herbisida sambil trus di aduk

6. Bila sudah tercampur rata trus langsung dimasukan dalam botoldan siap digunakan

Tips Memilih Asagi Tosai

Keindahan Asagi akan makin terlihat bila sudah berumur 3 tahun (Sansai) dan tentu harganya relatif tinggi. Namuni demikian, bila anda ingin memelihara Asagi sejak masih kecil, maka beberapa tips berikut dapat anda gunakan sebagai pedoman agar nanti setelah dewasa, anda akan memperoleh Asagi dengan kualitas yang baik.
Asagi yang masih berumur kurang dari setahun (Tosai), pada sisiknya belum menampakkan pola jaring-jaring secara jelas atau dengan kata lain masih samar-samar. Namun seiring dengan pertumbuhannya, pola jaring dan warna birunya secara bertahap akan bertambah jelas dan tegas.

  1. Asagi Jantan (Male). Asagi yang berumur kurang dari setahun (tosai), warna biru dan pola jaringnya belum tampak jelas. Untuk mengetahui gender Asagi, bisa diamati dari kepekatan warna birunya. Secara umum, warna biru pada Asagi jantan (male) akan tampak lebih pekat bila dibandingkan dengan Asagi betina (female). Namun demikian bukan berarti bahwa Asagi betina yang warna birunya masih samar maka selamanya akan tetap samar, sebab Asagi Tosai female rata-rata memang belum tumbuh warna dan pola jaringnya. Dengan demikian secara umum, Asagi kecil jantan, warnanya lebih pekat daripada Asagi betina dan pada bagian kepalanya tampak sedikit kekuningan.
  2. Asagi Betina (Female). Bila anda ingin memiliki Asagi betina, maka pilihlah yang warna birunya masih tipis, tapi merata sepanjang punggung hingga menjelang ekornya. Asagi betina bila sudah besar, bentuk badannya lebih disukai karena tampak lebih berisi (bulky). Sedangkan Asagi jantan relatif tampak memanjang dan ramping.
  3. Bagian Sirip (pectoral fins). Pilihlah Asagi kecil yang kedua sirip dadanya berwarna merah merata. Semakin pekat warna merah pada sirip Asagi maka semakin bagus masa depannya. Namun demikian bila ada Asagi kecil yang warna merahnya sudah pekat, maka kemungkinan besar itu adalah Asagi jantan.

Kedua sirip asagi yang merah pekat, lebih baik untuk dipilih
  1. Bagian penutup insang. Pastikan bahwa pada pipi atau penutup insangnya terdapat warna merah meski tidak melebar, atau setidaknya sudah ada tanda-tanda akan tumbuh warna merah. Sebab nanti bila dewasa, kepekatan warna merahnya akan meningkat dan melebar.
  2. Bagian dada dan perut. Coba balikkan badannya sebentar dan amati, apakah sudah ada warna merah yang memanjang dari bagian dada, perut sampai menjelang anus, meski belum melebar. Nanti setelah 2 atau 3 tahun kemudian, warna merah itu akan naik sampai separuh badan (bila dilihat dari samping).
  3. Sisik Asagi. Pastikan bahwa susunan sisiknya rapi dan simetris antara bagian kiri dan kanan, terutama pada bagian leher (antara kepala dan punggung). Biasanya di bagian itulah susunan sisik Asagi kurang beraturan bila sudah dewasa nanti. Maka dari itu periksa dengan teliti dan pilihlah susunan sisik Asagi yang rapi sejak masih kecil.
  4. Bagian mulut. Warna putih yang bersih dan mulus pada bagian mulut, lebih baik untuk anda pilih, meski di bagian hidungnya masih tampak sedikit kekuningan. Pilihlah Asagi yang pada bagian mulutnya putih bersih dan lebih bersih dari bagian kepalanya

Destinasi wisata air terjun batu betiang

Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang sebagian wilayahnya masuk dalam Kabupaten Rejang Lebong (RL) ternyata menyimpan banyak kekayaan alam yang indah. Salah satunya Air Terjun Batu Betiang. Dari namanya, air terjun memang sudah tidak asing lagi. Akan tetapi, yang menjadi daya tariknya pada sebutan batu betiang.

Betiang adalah bahasa daerah setempat untuk sebutan sebuah tiang yang tegak kokoh. Inilah yang menjadi keunikan air terjun ini. Memiliki dinding yang berbentuk balok-balok batu persegi panjang berukuran besar tersusun rapi menjadi background air terjun.

Hingga kini, belum ada dokumen tertulis atau saksi yang memastikan apakah batu-batu pada dinding tersebut murni terbentuk karena proses alam, ataupun sengaja dibentuk dari tangan manusia.

Selain bentuknya yang unik, air terjun batu betiang menyebarkan sejumlah cerita zaman kuno. Air Terjun Batu Betiang disebut juga Batu Peningalan Si Pahit Lidah. Sebuah cerita legenda kesaktian orang terdahulu yang dapat menciptakan takdir seseorang sesuai dengan ucapannya.




Menurut cerita masyarakat sekitar, konon batu betiang merupakan peninggalan Si Pahit Lidah yang sengaja membangun susunan batu yang menyerupai pinggir candi. Akan tetapi, belum selesai proses pembangunannya, anak dari Si Pahit Lidah meninggal. Hingga proses pengerjaan batu betiang terhenti. Akan tetapi ada beberapa masyarakat lain menyakini bahwa pembentukan susunan batu itu murni karena bentukan alam.

Tidak banyak orang yang mengatahui akan keindahan dan nilai sejarah dari air terjun yang berada sekitar 7 km dari pemukiman warga terdekat, Dusun Merasi Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya atau berjarak 25 Km dari pusat Kota Curup Rejang Lebong. Untuk memasuki kawasan ini, terlebih dahulu harus memasukkan surat pemberitahuan kepada kantor Balai TNKS RL.

Tak hanya batu betiang tersebut yang memiliki cerita. Masyarakat sekitar bahkan memiliki cerita yang cukup mistis terhadap air terjun batu betiang ini. Percaya atau tidak, setiap pengunjung yang mandi di air terjun tersebut konon akan murah jodoh. Sebaliknya, bagi pengunjung yang sudah datang namun tidak menceburkan badan ke air terjun, akan sulit jodoh.

Beberapa masyarakat RL umumnya yang ditanya mengenai kisah itu, sebagian mempercayai, sebaian lagi tidak. Bagi yang ingin menikmati keindahan alam Batu Betiang atau mencoba menguji kebenaran legenda Batu Betiang, tak salahnya mendatangi lokasi tersebut sambil berekreasi

Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui

Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui, Sebagai seorang desain grafis kususnya pada editor foto berbasis vektor yaitu corelDraw, maka anda perlu mengetahui Sistem pewarnaan dalam aplikasi corelDraw tersebut, karena dalam mewarnai sebuah foto atau objek yang sedang anda edit akan mempengaruhi hasilnya, jika anda tepat menggunakan sistem pewarnaan yang seharusnya anda pakai maka hasilnya akan lebih bagus dan indah, seperti contoh pewarnaan banner untuk di cetak dan banner untuk di tampilkan di web, yang mana jika kedua banner tersebut di buat melalui aplikasi corelDraw maka ada sebuah trik tersendiri agar hasilnya tampak indah dan bagus. sistem pewarnaan pada kedua banner tersebut juga berbeda, walaupun pada kenyataannya anda akan tetap berhasil membuatnya tanpa ada sistem yang di terapkan saat edit, namun lihat saja nantinya jika anda tambah trik yang satu ini yang akan kami bahas secara sederhana untuk para pemula khususnya.

Maka di sini perlu saya uraikan sedikit tentang 2 macam sistem pewarnaan dalam program foto editor corelDraw terlebih dahulu agar para pemirsa seklian lebih dapat menangkap apa yang saya maksud nantinya, walaupun ada banyak sistem pewarnaan yang ada pada corelDraw namun saya akan membahas kedua ini yang sangat sering di gunakan oleh para desain grafis:

Simak juga :  Cara memberi warna kombinasi pada objek di corelDraw

2 Macam sistem pewarnaan di corelDraw

Seperti yang telah kita ketahui bahwasanya aplikasi yang di gunakan untuk edit objek yang berbasis vektor yang lumayan bagus adalah corelDraw, sehingga banyak sekali pengguna corelDraw ini daripada aplikasi edit objek foto yang lain, untuk mendapatkan softwarenya pun cukup mudah anda bisa browsing di internet karena sudah banyak di pasaran secara gratis.

Dalam corelDraw ini terdapat 2 macam sistem peawarnaa yang sering di gunakan yaitu CMYK dan RGB.CMYK adalah kepanjangan dari (Cyan, Magenta, Yellow, Black) artinya warna cyan, magenta, kuning dan hitam segagai warna dasar. sedangkan maksud RGB adalah RGB (Red, Green, Blue) artinya, Red adalah merah, Green hijau dan Blu biru. kedua sitem baik CMYK maupun RGB masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. CMYK yang bisa menampilkan berjuta-juta warna sehingga sangat cocok untuk mengolah foto atau objek yang akan di print out, sedangkan RGB yang dapat memberikan kecerahan warna namun kurang cocok jika hasil olahan nantinya untuk d print out dan cocoknya adalah untuk di tampilkan pada sistem layar atau LCD, sehingga jika untuk banner web maka yang cocok sistem pewarnaan yang di gunakan adalah menggunakan RGB.

Begitu juga sebaliknya sistem pewarnaan menggunakan CMYK kurang cocok jika hasil olahan nantinya akan di tampilkan pada sebuah layar atau lcd, presentase atau lainnya. Sistem pewarnaan dalam dunia desain grafis yang lumayan terkenal dan umum digunakan dalam dunia percetakan yang merupakan sistem pewarnaan 32 bit adalah CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) yang bekerja pada dasar warna putih (kertas). Dari kombinasi beberapa warna tersebut dapat dihasilkan hingga berjuta-juta warna yang dapat dilihat pada media percetakan, seperti printer warna dan mesin cetak separasi.

Sedangkan Sistem pewarnaan RGB (Red, Green, Blue) adalah jenis pewarnaan 24 bit (True Color) yang dihasilkan dari pencampuran warna dasar merah, hijau dan biru. Ketiga warna tersebut bekerja pada dasar hitam (tanpa cahaya). Sistem pewarnaan ini umum digunakan pada televisi berwarna, dan pada monitor, dan banyak juga untuk mencetak foto-foto.

Jadi jika kita telah mengetahui bagaimana sistem pewarnaan di terapkan yang tepat pada objek atau foto agar hasilnya sempurna, seperti yang telah saya uraikan sedikit tentang banner untuk web di atas, untuk membuat banner pada website sistem pewarnaan yang tepat adalah menggunakan Sistem pewarnaan RGB (Red, Green, Blue) sedangkan untuk membuat brosur atau kartu nama sebaiknya menggunakan sistem warna CMYK saat akan di print out, jika anda saat edit foto ataupun objek maka anda bisa berfikir terlebih dahulu apakah yang menjadi ukuran kehalusan grafis vektor dan bitmap, sehingga saat edit menggunakan sistem pewarnaan RGB walaupun nantinya hasil akan anda print out maka tidak masalah asalkan saat akan di print out maka silahkan anda rubah terlebih dahulu sistem pewarnaan menjadi CMYK terlebih dahulu.

Dalam lembar kerja dalam coreldraw atau di sebut dengan canvas, maka anda bisa mengkreasikan pewarnaan dengan mudah jika warna canvas coreldraw anda buat besar saja, Baiklah langsung saja kita praktikkan untuk berkreasi mewarnai objek pada aplikasi corelDraw sebagai berikut:

Praktik Pewarnaan menggnakan corelDraw
Banyaknya model pewarnaan yang dapat di gunakan memudahkan kita untuk memilih mana yang baik menurut kita masing-masing dan disini saya akan membuat sebuah lingkaran yang bisa di buat dengan elipse tool dan di warnai menggunakan smart fill tool pada toolbox:

Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui

Setelaha kita membuat sebuah objek elipse atau lingkaran seperti di atas, maka untuk memberi warna pada objek tersebut silahkan pilih "Smart fill tool" seperti pada tanda panah nomr dua, sehingga jadinya seperti berikut:

Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui

Sedangkan untuk memilih warna anda bisa menentukan pada pallet warna di sisi kanan anda, tinggal klik mouse untuk mewarnai tengah objek, sedangkan untuk memberi warna sisi atau piggir maka anda bisa menggunakan klik kanan tepat pada warna yang anda pilih, sedangkan untuk menghilangkan warna sisi atau garis pinggir maka anda bisa memilih lambang seperti perangko, dan untuk memilih ketebalan garis pinggir anda bisa menentukan pada menu navigasi select option tipe, dan nantinya ada beberapa pilihan ketebalan garis pinggir semisal 3.0 pt seperti pada gambar di bawah yang saya beri tanda kotak merah serta panah di bawah ini.
Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui
Anda juga bisa menggunakan fill tool dalam mewarnai sebuah objek, blend tool dan interactive fill tool pada menu toolbox juga,sedangkan untuk memilih sistem pewarnaan RGB atau CMYK yaitu tepatnya pada sisi kanan anda juga berdekatan dengan pallet warna:
Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui
di sana terdapat banyak mode pewarnaan yang tidak saya sebutkan seperti Web save colors, HSB, HLS, LAB, YIQ, Graysclae atau hitam putih dan registration colors, namun sistem-sistem ini jarang di gunakan oleh para desain grafis,

Demikianlah sharing kami kali ini tentang Sistem pewarnaan dalam corelDraw yang perlu anda ketahui apalagi sebagai desain grafis, semoga bermanfaat, salam. baca juga artikel menarik lainnya Praktik membuat loggo Nike dengan corelDraw